(navigation image)
Home American Libraries | Canadian Libraries | Universal Library | Community Texts | Project Gutenberg | Children's Library | Biodiversity Heritage Library | Additional Collections
Search: Advanced Search
Anonymous User (login or join us)
Upload
See other formats

Full text of "Tabloid Reformata Edisi 149 Maret 2012"

/: 



Edisi 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 
Harga Eceran: Jabodetabek Rp 6.750,- Luar Jabodetabek Rp 7.000 



m 



ORMATA 

menyuarakan kebenaran dan keadilan 



nnflODCSSEmiiM] 





Terima Kasih atas dukungan dan doanya ,Hingga kembalinya rombongan 

Pdt. ERWIN A. NUH TANTERO yang pada tanggal 06 - 16 Maret 2012, 

Pdt. YUNNY ONG & Pdt. RICKY WATULINGAS yang pada tanggal 12 - 21 Maret 2012, 

Pdt. ANDREAS MELKISEDEK yang pada tanggal 13 - 20 Maret 2012, Dan 

Telah kembali dengan sukses . 

JVifkmatitah Momentum fPa6fiafa di Sanak [P&ijanjiati, ffi&tdama : 

• 3*ebia - 3d>tad - Mmbi 11 Baya 
21-31Ma#2012 



• 3*>utd - 5wM ( 7 Q&wja ) 13 £>atp 
13- 25 dp^ 2012 
3kH*ama : 3>dt. 3Mwt Sut£ae 

• Medi* - Jtvad - 3>et>ia - S)u6ai 12 tDay* 
16-27Op>dl2012 

SivLiama t 3*dt. fRaditiw Mangutwaputoa S3(i 



olytana 

o y om Tiip, Ryoice /n The Lon^ 



• 3>dxa - Jtnael - MeaVi 11 2>ayo 
22 May, - 01 Jun 2012 
SktAama t Pdt. $u SCie 

• Mui'vt - Sttad - Petoa 11 ®cup 
20 -30 ^um 201 2 

bernama t Pdt. JVoMy £untungati SM 



Mmuuuk Benangkdlw 



CM us now! 



PT. Talenta Agung Abadi 

Sunter Paradise 2 Blok K29 
Jakarta 1 4350 

Hubungi P 021 658 31507 
F 021 640 4982 

e-mail : talenta@pacific.net.id 
www.talentatour.com 



> 



t ^ I p» n t d 



tour and travel specialist 



Q3XC^ OE 


g 


DARI REDAKSI 


2 


SURAT PEMBACA 


2 


LAPORAN UTAM 


3-6 


Pemerintah Tarik Ulur 




Kepentingan 




BINCANG BINCANG 


7 


Rekson Silaban 




Eksploitasi Buruh 




MANAJEMEN KITA 


8 


Disiplin diri Perlu 




Muda Berprestasi 




Natanael 




Berkorban untuk Berhasil 




KONSULTASI KELUARGA 


10 


Ditinggal Istri Suami 




kecanduan Gay-Porn 




KONSULTASI HUKUM 


10 


Minta Warisan Anak Somasi Ibu 


KONSULTASI TEOLOGI 


11 


Kontroversi salib 




kristen dan katholik 




KONSULTASI KESEHATAN 


11 


Disfungsi ereksi karena dengkur 


PELUANG 


13 


Juni Aji 




Usaha Kantin Sakura 




KEPEMIMPINAN 


14 


Pemimpin Bermuka Dua 




UNGKAPAN HATI 


15 


Maria Katarina Sumarsih 




KAWULA MUDA 


16 


Black berry ciptaka 




budaya instant 




SENGGANG 


17 


Sammy Simorangkir 




Bersinar Setelah Pecah Kongsi 


EDITORIAL 


18 


Setengah Hati 




BANG REPOT 


18 


LAPORAN KHUSUS 18-19 


' Lagi Pelecehan dalam Gereja 




PROFIL 


20 


Christina 




Jendral perempuan 




Pembawa deologi 




GEREJA DAN MASYARAKAT 


21 


GERASA Indoneisa 




Melayani yg terbuang 




Dominas 




LIPUTAN 22-23 


RESENSI BUKU 


25 


-Perang melawan diri 




-menjadi manusia sempurna 




OPINI 26 


Buruh 




KHOTBAH POPULER 


27 


Dicari pemimpin seperti ayub 




BACA GALI ALKITAB 


27 


MATA HATI 


28 


Akhir Jaman 




dan Degradasi Moral 




HIKAYAT 


29 


Biropatologi 




JEJAK 


29 


Stanley Hauerwas 




Narasi Kristus Sebagai 




Karakteristik Kristen 




BERITA LUAR NEGERI 


30 



Dari 




Umat Tuhan Berdoa, 
Suarakan Kenabian 



BEBERAPA pecan terakhir 
bersliweran berita gaduh 
tentang penolakan 

masyarakat Kalimantan Barat 
terhadap kehadiran Front Pembela 
Islam, kemudian berlanjut hingga 
di Kalimantan Timur. Forum 
Masyarakat Kalimantan Bersatu 
yang dikoordinir Gabriel Bayer 
di Balikpapan mengatakan, 
warga Kalimantan cinta damai, 
cinta persatuan dan kesatuan. 
Keberadaan FPI yang kerap 
anarkis dan memaksakan 
kehendak dikhawatirkan dapat 
merusak kebersamaan tersebut, 
katanya. 

Lalu berita gaduh lagi yang 
membuat banyak orang kesal 
adalah kesaksian Angie yang 
dinilai banyak kalangan bohong. 
Angie bukanlah orang bodoh, 
dia berpendidikan tinggi dan kini 
sedang menyelesaikan program 
doktoral. Dia pernah menuntut 
ilmu di Presbyterian Ladies 
College, Sidney, Australia. Walau 
redaksi merasa hal diatas tidak 
merasa perlu diangkat, tetapi 
setidaknya di website kita www. 



Surat Pembaca 



Pernyatan Pers PBHI 
Nasional: 

JANGAN BIARKAN SPEKULASI 
PUBLIK LEBIH CEPAT DARI 
PROSES HUKUM 

PATUT diakui dan perlu untuk 
memperoleh apresiasi, bahwa 
setelah menguatnya desakan publik 
terhadap percepatan kinerja aparat 
penegak hukum, satu per satu 
"kasus-kasus besar" yang pada 
awalnya sempat memunculkan 
pesimisme publik mulai terbongkar. 

Kasus-kasus besar atau kasus 
publik yang dimaksud di sini 
adalah kasus-kasus kejahatan 
menyangkut tindak pidana korupsi 
yang melibatkan elite politik dan 
pemerintahan, serta berbagai kasus 
kekerasan dan pelanggaran HAM 
yang belakangan marak terjadi dan 
langsung maupun tidak melibatkan 
institusi resmi negara. 

Di sampiong itu, peran media di 
dalam mengawal pengungkapan 
kasus mulai proses penyelidikan, 
penyidikan hingga persidangan 
kasus-kasus publik, dengan 
porsi yang cukup besar melalui 
pemberitaan, analisis hingga sajian 
investigasi, menjadikan setiap proses 
hukum yang sedang berlangsung 
berada dalam pantauan dan kontrol 
publik secara langsung. 

Akibatnya, fakta apapun yang 
tersaji melalui proses hukum atas 
kasus-kasus publik, langsung 
terkonstruksi ke dalam ingatan 
kolektif publik dan menjadi fakta 
tersendiri yang melahirkan berbagai 
spekulasi. Hal inilah yang tentu 
memerlukan pengelolaan secara 
lebih sistematis. Sebab apabila 
spekulasi publik yang terbangun dari 
fakta-fakta yang tersaji dalam proses 
hukum yang lebih diyakini oleh 
publik, maka hal tersebut cenderung 
kontra produktif dan bahkan bisa 
menjadi bumerang bagi proses 



reformata.com berita-berita ini 
sudah kami up date. 

Bobroknya moral dipercaya 
menyebabkan banyak faktor, 
timbulnya prilaku amoral, 
penyimpangan di kalangan 
pemimpin kita. Hal ini diprediksi 
karena hukum tidak ditegakkan, 
dan pegangan terhadap agama 
pun tetap bergeming. Tokoh-tokoh 
agama hanya sibuk menguber 
khotbah anti kebersamaan. 
Tak mengherankan, sehingga 
keyakinan beragam mulai 
terdesak, kepercayaan kepada 
Tuhan tinggal simbol suci menjadi 
ketakutan, larangan-larangan 
dan suruhan-suruhan Tuhan tidak 
diindahkan lagi. 

Menjadi pertanyaan besar 
dimanakah para pemimpin 
agama, ceramah agamanya. 
Bahasa agama selama ini masih 
menjadi mimbar membuat orang 
terbahak-bahak, tetapi tokoh 
agama tidak berani menyuarakan 
"suara kenabian" memberantas 
koruptor dan korupsi. Agama 
sepertinya "meninabobokan" 
sebagaimana Kari Marx yang 



penegakan hukum itu sendiri. 

Sebagai contoh apabila sejumlah 
nama pejabat pemerintahan 
maupun tokoh politik yang terus 
disebut melalui kesaksian dalam 
persidangan, kemudian tidak ada 
tindakan apapun terhadap yang 
bersangkutan, maka ini tentu 
akan menjadi benih baru ketidak 
percayaan publik terhadap institusi 
penegak hukum. Begitu seterusnya 
dan begitu pula terhadap berbagai 
spekulasi atas sejumlah nama yang 
telah beredar terkait kasus-kasus 
publik, dan nama tersebut berasal 
dari pernyataan aparat penegak 
hukum dan atau proses hukum yang 
sedang berlangsung. 

Oleh karena itu terhadap 
penanganan berbagai kasus publik 
dan terutama kepada lembaga- 
lembaga penegak hukum perlu 
disampaikan beberapa hal: 

Pertama, kepada institusi 
Kepolisian, Kejaksaan dan 

Pengadilan untuk terus berupaya 
membangun kepercayaan publik 
serta benar-benar menjauhkan 
tindakan institusional yang justru 
memperpuruk citra penegakan 
hukum. Menjadi keprihatinan 
berbagai pihak bahwa rapot institusi 
Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan 
cenderung terus memburuk. 

Kedua, kepada Komisi 

Pemberantasan Korupsi (KPK) 
untuk mempercepat langkah 
penindakan beserta kekompakan 
kinerja institusionalnya. KPK 
terkesan lamban dan cenderung 
didahului oleh spekulasi publik dalam 
memproses perkara yang menjadi 
wewenangnya. 

Ketiga, dalam pengungkapan 
kasus-kasus publik diperlukan 
hadirnya jurnalisme yang tidak 
hanya menyadarkan, mendidik, 
informatif dan mencerahkan, tetapi 
juga sekaligus menggerakkan 
publik untuk terlibat di dalam 
pengungkapannya. Dengan 

kecerdasan, kedewasaan dan jauh 
dari spekulasi yang menyesatkan. 



pernah menyebut agama 
opium, agama sebagai candu 
bagi masyarakat. Agama hanya 
meredam sesaat kegaduhan, 
pembius. 

Dipilihnya Indonesia 

menjadi menjadi tuan rumah 
penyelenggaraan World Prayer 
Assembly (WPA) pada tanggal 14- 
18 Mei 2012. Ini adalah waktunya 
untuk menghubungkan kembali 
gerakan doa dalam rangka 
merayakan dan belajar dari apa 
yang Tuhan berikan. Konon, 28 
tahun lalu, gerakan doa yang 
pertama The Internasional Prayer 
Assembly di Soul, Korea Selatan, 
pada 5-11 Juni 1984. Kurang 
lebih 2000 peserta dari 70 negara 
di dunia. Sejak itulah gerakan 
perubahan terjadi di Korea 
Selatan. Sekarang Korea Selatan 
menjadi salah satu negara 
termaju di Asia. 

Yeremia 29:7 mengatakan 
"Usahakanlah kesejahteraan 
kota ke mana kamu Aku 
buang, dan berdoalah untuk 
kota itu kepada TUHAN, sebab 
kesejahteraannya adalah 



Jakarta, 07 Februari 2012 
BADAN PENGURUS NASIONAL 
PERHIMPUNAN BANTUAN HUKUM 
DAN HAK ASASI MANUSIA 
INDONESIA - PBHI 
1. 

Angger Jati Wijaya 
Ketua 

Satu Tahun Penyerangan 
Ahmadiyah Cikeusik; 

DISKRIMINASI MASIH 

BERLANJUT, PERADILAN GAGAL 
BERIKAN EFEK JERA 

Minggu, 6 Februari 2011 pagi, 
ribuan warga menyerbu rumah 
Suparman, Desa Umbulan, Cikeusik 
Pandeglang, Banten, yang dijaga 
oleh 17 orang anggota JAL Warga 
JAI mencoba mempertahankan diri 
dengan melakukan perlawanan. 
Tetapi jumlah yang tidak berimbang 
menyebabkan 3 warga meninggal 
dilokasi kejadian. Mereka adalah 
Roni Pasaroni (35), Tubagus Candra 
Mubarok Syafai (34) dan Warsono 
(31). Sementara korban yang 
mengalami korban penganiayaan, 
Muhamad Ahmad Als Bebi (45), 
Ahmad Mashudi (25), Apip Yuhana 
(25), Ferdias (32) dan Deden Sudjana. 

Negara hanya merespons 
peristiwa paling keji terhadap 
jemaat Ahmadiyah ini dengan 
langkah biasa, menyerahkan kepada 
proses peradilan dan membiarkan 
pengadilan bekerja di bawah 
tekanan. Kriminalisasi terhadap 
jemaat Ahmadiyah yang membela 
diri telah menyempurnakan sikap 
abai negara terhadap komunitas 
Ahmadiyah. 

Negara juga gagal menekan 
laju diskriminasi yang menyebar 
luas pasca penyerangan jemaat 
Ahmadiyah Cikeusik. Diskriminasi 
melalui peraturan perundang- 
undangan di daerah-daerah, operasi 
sajadah, hingga pelibatan tentara 
yang berlebihan adalah efek lanjutan 
dari sikap negara yang gagal 
memposisikan dari dalam menjamin 
kebebasan beragama/ berkeyakinan. 



kesejahteraanmu." Maka, 

momentum WPA diharapkan 
menjadi pertemuan yang punya 
dampak, membawa transformasi 
pada gereja dan bangsa, ini. 

Sebab tujuan dari WPA ini 
sendiri juga diniatkan untuk 
mempersatukan pemimpin 

gerakan doa, pendoa, gereja 
dan market place, anak-anak 
dan generasi muda untuk 
mempercepat perkembangan 
kegerakan doa yang terus 
menerus ke arah penggenapan. 

Di edisi 149 ini, di Laporan 
Utama, kami masih menyoroti 
tentang perlakukan pemerintah 
daerah terhadap masalah GKI 
Yasmin, dan tiadanya ketegasan 
dari pusat. Bukan hanya GKI 
Yasmin sebenarnya yang IMB- 
nya dicabut. Banyak gereja 
yang mengalami hal sama. Kami 
berjanji akan terus mengekpos 
dan memberitakannya secara 
proposional di edisi ke depan. 
Dan baca juga berita yang lain 
yang menarik kami sajikan 
dihadapan Anda, pembaca 
budiman. Selamat membaca. 



Genap 1 tahun, jemaat Ahmadiyah 
bahkan belum juga menghuni tempat 
tinggal dan kampung halamannya, 
karena tidak ada jaminan keamanan 
dari negara. 

Peradilan atas pelaku penyerangan 
jemaat Ahmadiyah juga menjadi 
contoh bagaimana pengadilan telah 
gagal menjadi benteng terakhir bagi 
perlindungan hak warga negara. 
Dalam kasus kekerasan atas nama 
agama, peradilan di Indonesia 
gagal memberikan keadilan. 
Vonis di PN Serang menegaskan 
bahwa pengadilan dalam tekanan 
sebagaimana terjadi di Cibinong 
Bogor, di Temanggung, di Bekasi 
untuk kasus Ciketing. Bahkan 
Putusan Mahkamah Agung terkait 
dengan Gereja Taman Yasmin juga 
gagal dieksekusi. 

Selain aktor di tingkat masyarakat, 
aktor di level negara, khususnya 
pembiaran oleh anggota Polri, sama 
sekali tidak memperoleh penanganan. 
Bukan dihukum, malah personel- 
personel itu secara diam-diam 
sebenarnya hanya "diamankan'' dan 
kemudian akan tetap memperoleh 
hak promosi jabatan. 

Suara korban kekerasan dan 
diskriminasi terhadap Ahmadiyah 
seharusnya cukup menjadi argumen 
bagi negara, utamanya Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono untuk 
bersikap dan berada di garis depan 
membela hak-hak warga negara; dan 
pada saat yang bersamaan menekan 
laju kekerasan yang dilakukan oleh 
kelompok-kelompok keagamaan 

tertentu. Membiarkan intoleransi, hanya 
akan memupuk benih radikalisme; 
dan radikalisme sangat berpotensi 
bertransformasi menuju terorisme, 
yang mengancam umat manusia 
secara lebih luas. 

SETARA Institute 

Jl. Danau Gelinggang No. 62 Blok C-III 

Bendungan Hilir, Jakarta 10210 

Telp.+62-21 70255123, Fax. +62-21 

5731462 

setara_institute@hotmail.com 

setara@setara-institute.org 



ire/ormata 

_sS menyuarakan kebenaran dan keadilan 

1 -31 Maret 201 2 

REFORMATA 



Penerbit: YAPAMA Pemimpin Umum: Bigman Sirait Wakil Pemimpin Umum: Greta Mulyati Dewan Redaksi: Victor Silaen, Harry Puspito, An An Sylvi- 
ana Pemimpin Redaksi: An An Sylviana Sekretaris Redaksi: Lidya Wattimena Staff Redaksi: Slamet Wiyono, Lidya Wattimena, Hotman J. Lumban Gaol, 
Andreas Pamakayo Desain dan Ilustrasi: Dimas Ariandri K. Kontributor: Harry Puspito,, dr. Stephanie Pangau, Pdt. Robert Siahaan, Ardo Iklan: Greta Mulyati 
Sirkulasi: Sugihono Keuangan: sulistiani Distribusi: Iwan Agen & Langganan: Inda Alamat: Jl. Salemba Raya No.24 A- B Jakarta Pusat 10430 Telp. 
Redaksi: (021) 3924229 (hunting) Faks: (021) 3924231 E-mail: redaksi@reformata.com, usaha@reformata.com Website: www.reformata.com, Rekening 
Bank:CIMBNiaga Cab. Jatinegara a.n. Reformata, Acc:296-01 .001 79.00.2, BCACab. Sunter a.n. YAPAMA Acc: 4193025016 (Kirimkan saran, komentar, 
kritik anda melalui EMAIL REFORMATA) ( Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan) ( Untuk Kalangan Sendiri) (Klik Website kami: www.reformata.com) 



|RE/< 



ORMATA 



EDISI 149 Tahun IX 1 - 31 Maret 2012 



Laporan Utama 



Pemerintah Tarik Ulur 




Kepentingan 



INI merupakan tahun ke-3 sejak 
Walikota Bogor Diani Budiarto, 
mengabaikan dan menelikung 
putusan Mahkamah Agung (MA) 
terhadap Izin Mendirikan Bangunan 
(IMB) Gereja Kristen Indonesia (GKI) 
Yasmin, Bogor. Putusan MA itu tak 
kunjung dijalankan, bahkan sengaja 
diabaikan. Sampai sekarang jemaat 
GKI Yasmin melakukan ibadah di 
depan Istana Negara, lantaran 
beribadah di depan gereja sendiri pun 
dilarang. Bahkan di rumah jemaat 
pun dihadang-hadang oleh para 
pengunjuk rasa yang menamakan 
diri Gerakan Islam Reformis 
(GARIS) dan Forum Komunikasi 
Muslim Indonesia (FORKAMI). Isu 
Terakhir yang beredar, kelompok ini 
berencana mendorong Pemerintah 
Bogor untuk membongkar paksa 
bangun gereja tersebut. Lucunya, 
Pemerintah Daerah Bogor tetap saja 
bisu. Alih-alih memberi solusi, yang 
ada justru menjadi pusaran masalah 
itu sendiri. Walikota-lah biang kerok 
dari seluruh permasalahan ini. 

"Walikotalah yang menyuruh 
penggembokan dan penyegelan, dan 
itulah kesempatan intimidasi yang 
dilakukan GARIS dan Forkami. Maka, 
sesungguhnya pemerintah pusatlah 
yang kita tunggu menyelesaikan ini, 
tetapi Presiden tidak juga dengan 
tegas dan tetap menyerahkan 
penyelesaiannya pada pemerintah 
daerah/ kata Bona Sigalingging, juru 
bicara GKI Yasmin kepada Reformata 
beberapa waktu lalu. 

Penyataan Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) yang 
disampaikan melalui juru bicara 



Kepresidenan sebagaimana dimuat 
di berbagai media massa pada 
tanggal 16 Desember 2011 lalu, 
menegaskan bahwa putusan MA 
terkait GKI Yasmin harus ditegakkan. 
Namun lucunya, tetap saja sang 
walikota bergeming, tidak patuh 
Pada Pimpinan dan menganggap itu 
bagai angin lalu. Setelah melecehkan 
MA dan ORI, sekarang dengan 
terang-terangan Walikota Bogor 
Diani Budiarto melecehkan wibawa 
lembaga Kepresidenan Republik 
Indonesia. 

Kalau dulu hanya menentang 
pembangunan gedung, sekarang 
berlanjut juga melarang melakukan 
ibadah yang menjadi hak asasi 
seluruh anak bangsa. Tidak itu 
saja, para pendemo pun sudah 
dengan berani melarang para tokoh 
yang menghormati toleransi dan 
kebebasan beragama untuk memberi 
dukungan pada Jemaat GKI Yasmin. 
Peristiwa terakhir anggota DPR-RI, 
Eva Sundari dan Lily Wahid, diusir 
saat keduanya meninjau kondisi 
GKI Yasmin. Melihat kondisi yang 
memprihatinkan, Anggota DPR dari 
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 
itu meminta jemaat GKI Yasmin 
untuk menempati bangunan yang 
akan dijadikan tempat beribadah. 
Adik dari Gus Dur ini pun sempat 
bersitegang dengan petugas Satuan 
Polisi Pamong Praja Kota Bogor, saat 
Lily dihalang-halangi mengunjungi 
GKI Yasmin, pada Minggu (22/1). 

Pemerintah beberapa kali 
membatalkan pembahasan masalah 
GKI Yasmin. Tak heran banyak 
orang berasumsi pemerintah 



tarik ulur masalah ini. Tetapi 
alasannya pemerintah belum siap 
membahasnya karena agenda 
yang menumpuk. Kami mendapat 
informasi bahwa di lingkungan 
Kementerian Koordinator Hukum dan 
Politik juga pernah mengusahakan 
rapat itu, sebelum melakukan Rapat 
gabungan DPR bersama Kementerian 
Koordinator Politik Hukum dan HAM, 
Kementerian Agama, Kementerian 
Dalam Negeri, Polri, Ombudsman 
Republik Indonesia, Gubernur Jawa 
Barat, dan Walikota Bogor. Menurut 
salah satu sumber kami yang tidak 
mau disebut namanya, mengatakan 
ada beberapa orang di Kementerian 
Politik Hukum dan HAM yang tidak 
mau rapat mengenai GKI Yasmin 
dibicarakan dalam rapat. "Rapat 
tersebut tidak perlu dilakukan karena 
masih banyak masalah yang lebih 
penting dari masalah GKI Yasmin," 
kata sumber tersebut. 

Di DPR sendiri pun tidak satu 
suara. Pada rapat Gabungan Komisi 

II, III, dan VIII DPR RI dengan 
pemerintah dan perwakilan GKI 
Yasmin, Rabu (8/2) di DPR, diwarnai 
pro dan kontra. Anggota DPR masih 
silang pendapat, apakah layak atau 
tidak membahas GKI Yasmin dalam 
forum parlemen. 

Fraksi PKS, Yasir Lipoto, 
mengatakan Peraturan Daerah 
(Perda) Ketertiban Umum nomor 
8 Tahun 2006 seperti disampaikan 
Mendagri Gamawan Fauzi dalam 
rapat Gabungan antara Komisi II, 

III, VIII DPRI RI dengan pihak 
Pemerintah, pihak GKI serta 
Ombudsman RI, beberapa waktu 
lalu, mengatakan sangat jelas, tinggal 
sejauh mana ketegasan Pemkot 
Bogor mengeluarkan maklumat 
untuk menertibkan bangunan GKI 
Yasmin. 




"Saya mengimbau kepada pihak 
kepolisian agar tidak ikut campur, 
karena masalah ini sudah masuk ke 
pelanggaran Tratibum. Jadi serahkan 
saja pada institusi Penegak Perda 
Satuan Polisi Pamong Praja/' ujarnya. 
Politikus PKS ini juga meminta pihak 
GKI Yasmin agar menghormati 
kebijakan Pemkot Bogor yang 
berniat merelokasi bangunan 
tersebut, sehingga persolan itu tidak 
berlarut-larut. "Di harapkan Pihak 
GKI menerima usulan itu/' katanya. 
Pernyataan sumir. Sebagaimana kita 
tahu Walikota Bogor didukung PKS. 

Setali tiga uang, anggota DPR 
RI dari Fraksi PPP, Ahmad Yani 
mengatakan hal ini diserahkan saja 
pada pemerintah. "Kita serahkan 
saja pada pemerintah/' Sebuah 
pernyataan yang menyiratkan 
maksud "cuci tangan". 

Sementara itu, Wakil Ketua Promono 
Anung menjawab kolegannya itu 
dengan"Kita sudah mempersiapkan 
rapat ini sesuai mekanisme. Mohon 
dibaca ini adalah rapat kerja gabungan. 
Jadi, karena rapat kerja gabungan, 
maka forumnya sudah tepat/' kata 
Pramonoyang menjadi pimpinan Rapat. 

Pramono menambahkan, tidak 
boleh makin memperkeruh suasana di 
sana, kita tidak boleh berpihak kepada 
satu pihak, yang paling penting yang 
paling mempunyai hak menjalankan 



peraturan secara langsung, eksekusi di 
lapangan adalah pemerintah, dalam hal 
ini pemerintah pusat dan daerah. 

Sebagaimana ditegaskan Pramono, 
juga rapat gabungan mengenai kasus 
GKI Yasmin adalah keputusan rapat 
paripurna DPR. Karenanya dapat 
dilaksanakan. Usai menyampaikan 
penjelasannya, pro dan kontra masih 
terus berlangsung. Dan akhirnya 
pimpinan Rapat menghentikan 
sementara rapat gabungan selama 
5 hingga 10 menit untuk berbicara 
dengan ketua-ketua komisi. 

Dan sebelumnya juga, Komisi III 
sudah menerima aduan pihak GKI 
Yasmin atas sikap Walikota Bogor Diani 
Budiarto yang mengabaikan putusan 
Mahkamah Agung. Komisi III juga 
sudah meminta penjelasan Diani, tetapi 
tak ada titik temu. 

MA memutuskan pembekuan izin 
mendirikan bangunan (IMB) GKI Yasmin 
yang dikeluarkan Walikota pada Februari 
2008 agar dicabut. Budiarto mengklaim 
sudah melaksanakan putusan MA itu 
dengan menerbitkan surat keputusan 
tentang pencabutan surat Kepala Dinas 
Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor 
perihal pembekuan IMB, herannya 
malah yang diterbitkan Budiarto 
malah menerbitkan SK baru yang 
mencabut IMB GKI Yasmin. 

j^HotmanJ. Lumban Gaol 




^r£ ±mvv«kfvt>Am\\*4i!mbx?<kti\ 



REFORMATA 



Laporan Utama 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



Daerah Tidak Sanggup, 
Pusat Mengambil Alih 




Direktur Program The Wahid Institute, Dr Ru madi 



PUTUSAN MA sudah 

memenangkan GKI Yasmin 
dengan ketetapan hukum 
tetap. Sesungguhnya keputusan 
hukum dari Mahkamah Agung itu 
harus dijalannkan. Tetapi, nyatanya 
Walikota Bogor Diani Budiarto 
tetapi tidak mau menjalankan 
putusan MA. Sementara 

pemerintah pun tidak punya nyali 
menekan walikota. Sepertinya 
semua jalan sudah ditempuh, 
tetapi permasalahan GKI Yasmin 
yang sudah 11 tahun terkatung- 
katung tidak pernah selesai. 

Lalu apa yang harus dilakukan? 
Muhamad Guntur Romli, aktivis 
Jaringan Islam Liberal (JIL) 
mengatakan negara harus tegas. 
"Kita tahu bawah MA sudah punya 
putusan. Maka, pemerintah daerah 
itu perlu memahami kebebasan 



untuk melaksanakan aturan yang 
sudah ada, bukan kebebasan 
untuk menetapkan undang- 
undang sendiri/' kata Guntur pada 
Reformata, Kamis, (16/2) lalu. 

Dia menambahkan, pengertian 
otonomi daerah itu bukan seperti 
yang terjadi sekarang ini; daerah 
mau merdeka di mana-mana dan 
dalam segala hal. Jadi kalau ada 
masalah kebebasan beragama 
itu pusat harus campur tangan, 
karena itu domain pusat. Bukan 
malah menyerahkan pada 
pemerintah daerah. Kasus GKI 
Yasmin misalnya, pemerintah 
pusat harus mengambil alih, ujar 
Koodinator Komunitas Salihara. 

Lalu mengapa permasalah 
GKI Yasmin berlarut-larut? Dia 
hakulyakin para kelompok yang 
menentang GKI Yasmin sengaja 



dimamfaatkan pemerintah. Kalau 
tidak, kenapa dibiarkan terus. 

Lalu, pendapatnya soal indikasi 
dari penolakan GKI Yasmin, adanya 
tekanan dari segelintir kelompok 
orang yang tidak menghargai 
kemajemukan? 

"Orang yang menentang GKI 
Yasmin berdiri di sana bukan 
lingkungan di Perumaham Yasmin. 
Tetapi orang dari luar Bogor 
seperti Cianjur dan Sukabumi. 
Kalau Anda baca berita, mereka 
para kelompok ini juga melakukan 
kekerasan pada polisi. Bukan 
hanya itu, kelompok ini juga ketika 
salah satu anggotanya mengkredit 
motor, karena menunggak 
beberapa bulan, dealer menarik, 
lalu mereka melakukan kekerasan. 
Jadi, mereka ini preman yang 
dibiarkan/' ujar aktivis kebebasan 
umat beragama itu. 

Tanggapan senada juga datang 
dari Direktur Program The Wahid 
Institute, Dr Rumadi, Jumat 
(17/2) mengatakan pemerintah 
pusat harus didesak, dan segera 
mengambil alih dan menyelesaikan 
polemik Gereja Kristen Indonesia 
(GKI) Yasmin. Pasalnya, kelompok 
penentang pembangunan 

Gereja dinilai semakin anarkis, 
terakhir jemaat pun tidak bisa 
lagi beribadah, bahkan di rumah- 
rumah juga dilarang. 

"Merawat kebebasan tidak 
bisa sendirian, kalau ini tidak 
ditangani dengan baik, kebebasan 
beragama di Indonesia akan makin 
semrawut/' ujarnya. 

Karena itu, Rumadi, menantang 
Presiden Susilo Bambang 



Yudhoyono untuk menepati 
janjinya turun langsung 
menyelesaikan persoalan 
GKI Yasmin, Bogor, Jawa 
Barat. Rumadi menjelaskan 
janji Presiden SBY itu 
pernah diucapkan dihadapan 
pendeta GKI Papua dan 
Persekutuan Gereja 

Indonesia (PGI) dalam 
di kediaman 
Cikeas, Bogor, 



pertemuan 
Presiden, di 
Jawa Barat. 
"Anda 



bilang, 



akan 
turun langsung untuk 
menyelesaikan persoalan 
GKI Yasmin. Bawahan 
Anda, Wali Kota Bogor dan 
menteri-menteri terkait 

sudah nyata-nyata tidak 
bisa menyelesaikan. Tuan 
Presiden, anda harus penuhi janji 
Anda sekarang/' katanya. 

Rumadi mengerti betul perlunya 
keterlibatan presiden. "Sebenarnya 
sangat dibutuhkan mengingat 
eskalasi teror kepada jemaat 
GKI Yasmin semakin meningkat. 
Upaya pemerintah pusat untuk 
menyelesaikan persoalan itu juga 
tampak tidak serius. Sebagai 
contoh, dua kali agenda pertemuan 
Pemerintah dengan DPR dibatalkan 
secara sepihak." 

"Kalau melihat ketidakseriusan 
itu, tampaknya ada pihak- 
pihak yang sedang menyusun 
skenario jahat untuk menjadikan 
persoalan GKI Yasmin sebagai 
ladang pembantaian jaminan 
konstitusional kebebasan 

beragama dan berkeyakinan. 
Karena itu, mestinya pemerintah 
pusat tegas. Ini terus mendiamkan 
dan tidak mengambil langkah- 
langkah sesuai koridor hukum, 
bukan tidak mungkin keadaan 
akan semakin memburuk," kata 
Rumadi. 

Dia menambahkan, menanggapi 
kembali terjadinya intimidasi 
terhadap jemaat GKI Yasmin yang 




Muhamad Guntur Romli 

dilakukan kelompok intoleran. 
Rumadi menilai pemerintah tak 
serius menyelesaikan masalah GKI 
Yasmin. Hal itu terlihat dari tiga 
kali dibatalkannya rapat gabungan 
dengan Dewan Perwakilan Rakyat 
untuk membahas masalah itu. 

"Persoalan GKI Yasmin 
sebenarnya sederhana jika semua 
pihak, terutama Walikota Bogor 
dan pemerintah pusat mengikuti 
keputusan Mahkamah Agung. 
Kalau putusan MA diabaikan oleh 
Walikota Bogor dan pemerintah 
pusat, maka negara ini tidak 
lagi bisa disebut negara hukum 
karena hukum telah dikangkangi 
kelompok-kelompok preman 

berjubah." katanya lagi. 

Lagi-lagi Rumadi menagih 
janji Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono kepada pendeta GKI 
Papua dan PGI di Cikeas bahwa 
akan turun langsung menyelesaikan 
persoalan GKI Yasmin. "Presiden, 
apa yang kau tunggu? Bawahan 
Anda, Walikota Bogor dan menteri- 
menteri terkait sudah nyata-nyata 
tak bisa menyelesaikan," katanya. 
^Hotman J. Lumban Gaol 



Negara Hukum atau 
Negara Mobokrasi? 



INDONESIA dalam konsitusi- 
nya menghormati kebebasan 
beragama. Tetapi nyatanya 
jemaat gereja GKI Taman Yasmin 
Bogor sudah dua tahun beribadah 
beratapkan langit. Hak beribadah 
mereka dirampas Walikota 
Bogor karena telah menyegel 
gerbang masuk ke gereja. Atas 




Gomar Gultom 



tindakan itu pula, kelompok 
yang menamakan diri GARIS dan 
FORKAMI menunggangi dengan 
demo menolak keberadaan 
Yasmin. Sampai berita ini 
diturukan, GKI Yasmin masih 
tetap dihalang-halangi. 

Adik kandung Gus Dur, Lily 
Wahid, anggota DPR RI, ketika 
mengunjungi GKI Yasmin sedih 
dan tak tega melihat umat 
yang sedang melakukan ibadah 
di rumah jemaat mendapat 
intimidasi dari sekelompok massa 

REFORMATA 



intoleran yang sengaja diorganisir 
untuk menimbulkan kegaduhan. 
Bukan hanya di situ, Lily pun 
terlibat adu mulut dengan massa. 

"Kita melihat bahwa gerombolan 
lebih ditaati ketimbang konstitusi, 
sehingga ada yang mengatakan, 
sekarang ini kita bukan lagi 
negara hukum tetapi negara 
mobokrasi. Kekuasaan yang lebih 
takut pada gerombolan," ujarnya. 

GKI Yasmin bukan sedang 
berjuang untuk dirinya sendiri, 
tetapi berjuang bagi masyarakat 
yang memperjuangkan 

kebebasan beragama. "GKI 
Yasmin sedang berjuang bagi 
masyarakat Indonesia, sedang 
berjuang bagi tegaknya hukum. 
Kalau untuk dirinya, GKI Yasmin 
sederhana sekali, tidak sulit 
untuk pindah tempat. GKI Yasmin 
sadar, ini bukan persoalan GKI 
Yasmin semata, ini persoalan 
Republik yang semakin menjauh 
dari tatanan Negara Pancasila. 

Solusi yang ditawarkan 
pemerintah, relokasi. Kalaupun itu 
diterima hanya karena terpaksa, 
lalu apa yang menjadi persoalan 
utama dibalik ini? Sekretaris 
Umum PGI, Pendeta Gomar 
Gultom, M.Th. mengatakan, 
relokasi tidak menyelesaikan 
masalah. "Masalahnya, apakah 
masyarakat masih mau hidup 
berdampingan dengan orang 
yang berbeda agama? Dalam hal 
ini, kalau tidak mau lagi, berarti 
ini tugas pemerintah yang harus 



menyelesaikannya. Pemerintah 
harus mendidik masyarakat untuk 
menerima kepelbagaian. Hidup 
berdampingan dengan orang 
yang berbeda agama berarti 
harus menerima kehadiran rumah 
ibadah." 

Presiden "Omdo" 

Keputusan hukum yang sudah 
final tidak boleh diabaikan, oleh 
karena itu kalau keputusan 
MA untuk GKI Yasmin sulit 
dilaksanakan, kesulitan itu 
yang harus diatasi. Atas nama 
bangsa dan negara. Ini harus 
dituntaskan, bukan relokasi, 
pindah tempat. Itu bukan solusi, 
karena menjadikan setiap orang 
akan disuruh pindah jika tidak 
dikehendaki massa. Tidak boleh 
terjadi. 

Presiden sudah berjanji akan 
menyelesaikan hal ini. Tanggal 
16 Desember, tahun lalu, saat 
PGI memfasilitasi pertemuan 
Presiden dengan pimpinan- 
pimpinan gereja di Papua, 
presiden mengungkap. "Saya 
menugaskan para menteri untuk 
menyelesaikannya kalau tidak 
mampu saya akan turun sendiri. 
Mereka tidak turun, saya akan 
segera turun tangan," kata SBY. 

"Menurut saya sudah waktunya 
presiden turun tangan langsung, 
karena nyata-nyata para menteri 
tidak mampu menyelesaikan. 
Kelompok intoleran itu dididik 
dulu. Janji Presiden terkesan 



hanya untuk menyenangkan 
telinga, menarik dukungan tanpa 
bukti nyata sampai saat ini. 
"Presiden hanya omong doang, 
omdo." 

"Sikap beliau ini adalah 
suatu pembiaraan. Kalau tidak 
ditangani oleh Presiden, maka 
akan menjadi bumerang sendiri, 
karena itu bukan masalah 
sebuah gereja berdiri, tapi itu 
menyangkut substansi keadilan 
warga negara, apapun siapapun 
agamanya," kata Gomar. 

Presiden tak tegas 

Mengamati pemerintahan saat 
ini, hal yang paling mencolok, 
adalah orang melihat pemerintah 
tidak bertindak cepat. Gomar 
menambahkan, semua harus 
benar pasision untuk membangun 
bangsa ini. Bangsa ini punya 
potensi yang bagus. Jangan 
sampai menjadi negeri ini negeri 
tanpa pemimpin, negara tanpa 
pilot yang tidak memiliki arah 
kemana tujuan dibawa." 

Hal senada datang dari Ketua 
Umum Persekutuan Gereja 
Lembaga Injili Indonesia 
(PGLII) Pendeta Dr. Nus Reimas 
mengatakan, kami menghimbau 
agar Presiden benar-benar 
turun tangan. Sebenarnya ini 
soal kecil, masa Presiden tidak 
bisa memanggil berbagai pihak, 
semua aparat terkait untuk 
melihat letak kebenaran. "Ini 
masalah kecil yang berdampak 
besar," kata Nus. 

Sebagai salah satu pimpinan 
aras gereja nasional, Nus melihat 
pemeritah harus membuka diri 
untuk lebih baik. "Masyarakat kita 
ini bangsa yang besar dengan 
berbagai kepelbagaian, berbagai 
kepentingan. Saya tidak yakin 
mengganti Pemerintahan, jadi 



langsung beres. Karena Bangsa 
ini butuh seorang figur yang 
punya keberanian bertindak 
dalam kebenaran dan keadilan. 
Berdiri di atas semua pihak," 
tambah Pendeta Nus. 

Kalau semua prosedur sudah 
ditempuh, agak ragu dan 
ngambang buat keputusan. Dari 
akal sehat, tidak ada alasan, 
sebab semua proses hukum 
sudah ditempuh. Negeri ini harus 
mengatakan, "Ya" di atas "Ya", 
"Tidak" di atas "Tidak". Dan yang 
terpenting lagi, kata Nus, kita 
harus menyerahkan masalah ini 
pada Tuhan lewat doa kita. "Suara 
untuk GKI Yasmin bukan kurang 




Nus Reimas 

kuat, kita sudah melakukan yang 
terbaik, seluruh prosedur sudah 
ditempuh. Tetapi, kita harus juga 
berdiam diri, apa maksud Tuhan 
dibalik ini semua. Semua gereja 
Tuhan pun bersehati, berdoa 
minta Tuhan tuntun. Kalau kita 
sudah lakukan terbaik, biar 
Tuhan bekerja," kata mantan 
Direktur Lembaga Pelayanan 
Mahasiswa Indonesia ini. 

^Lydia Watimena 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Laporan Utama 



Pdt Royandi, Ketua Umum Sinode GKI 




"GKI Yasmin Bukan Arogan" 



Rapat gabungan DPR 
bersama Menteri Koordinator 
Politik Hukum dan HAM, 
Menteri Agama, Menteri Dalam 
Negeri f Polri f Ombudsman 
Republik Indonesia, dan 
Gubernur Jawa Barat, Walikota 
Bogor Apa hasilnya? 

Pihak pemerintah membatalkan 
pertemuan tersebut sampai tiga 
kali. Kita kecewa atas pembatalan 
yang dilakukan pemerintah atas 
pertemuan tersebut, kami telah 
diundang seminggu sebelum rapat 
gabungan berlangsung dan tidak 
diberitahukan akan pembatalan 
yang dilakukan. Baru dalam rapat 
gabungan keempat ada pertemuan. 
Yang ditawarkan relokasi. 

Mengenai opsi relokasi 
bagaimana? 

Kami memahami kalau hal ini 
sudah masuk ke ranah hukum, iya. 
Kami tidak punya hak lagi. Yang bisa 
kami lakukan mengikuti keputusan 
hukum. Nah, kami sudah mendapat 
keputusan tertinggi dari Mahkamah 
Agung, itu saja kita ikuti. Kita bukan 
masalah relokasi. Masalahnya 
ini sudah masalah hukum. Kalau 
sudah diselesaikan secara hukum, 
harusnya kita harus menghormati 
dong. Menjadi solusi jangka 
pandang yang titik tekannya adalah 
mengedepankan upaya hukum. 

Bertahan banyak resikonya.... 

Kami bertahan bukan melawan, 



justru tunduk pada Undang- 
Undang dan putusan tetap 
dari Mahkamah Agung. 

Dikatakan bahwa IMB 
dari GKI Yasmin itu tidak 
sah, katanya ada penipuan 
tandatangan warga? 

Tidak ada penipuan 
tandatangan. IMB GKI Yasmin 
sah. Mungkin yang perlu 
ditanyakan adalah apa solusi 
yang ditawarkan GKI Yasmin 
pada pemerintah. Tentu, kami 
tidak tahu bilang apa lagi. 
Kami hanya berharap karena 
masalah GKI Yasmin sudah 
diseret ke ranah hukum, 
artinya kami tidak lagi punya 
hak menentukan, dan MA 
sudah memutuskan bahwa 
IMB kami itu sah. Seharusnya 
pemerintah daerahlah 

yang menyadari itu. Isu itu 
sudah lama ditiupkan, dan 
selalu menjadi salah satu alasan 
pemaksaan untuk penutupan. 
Padahal, sesungguhnya GKI Yasmin 
mendapat 170 tandatangan dengan 
sah, tidak ada pemalsuan. 

Kalau Anda menonton investigasi 
yang dilakukan salah satu televise 
swasta tentang masalah GKI 
Yasmin, saya kira karya jurnalis 
yang berimbang. Dalam tayangan 
itu disebutkan, wartawan itu 
menemukan kejanggalan di 
pengadilan. Disebutkan ada 




32 diminta kesaksian tentang 
pemalsuan tandatangan itu, 
dan lima diantaranya mengaku 
tandatangannya dipalsukan. 

Ternyata ditemukan fakta, bahwa 
mereka ditakut-takuti. Mereka yang 
lima ini menyebut, kalau mereka 
tidak mengaku tandatangannya 
dipalsukan, maka Allah akan 
melaknat mereka. 

Karena mereka sudah setuju 
menandatangani berdirinya gereja. 
Munir Karta yang juga disebut 
RT di daerah itu menyebut dia 



tidak pernah melakukan 
tandatangan palsu terhadap 
warga. Nah, kedua isu 
yang selalu diangkat 
adalah relokasi. Kemana 
saja kami datang meminta 
solusi, ke Mendagri, ke 
Pemerintah Daerah, ke 
Sekretaris Kabinet selalu 
yang ditawarkan adalah opsi 
relokasi. Sebenarnya sejak 
masih belum masuk ke 
ranah hukum, kita tawarkan 
relokasi, dan itu mereka 
tolak. Tetapi sekarang 
karena sudah ke pengadilan, 
baru ditawarkan relokasi. 

Jadi yang diharapkan 
apa lagi dalam 
menyelesaikan GKI 

Yasmin? 

Saya kira, kalau kita 
beracuan pada keputusan 
Menteri Agama tentang 
menyelesaikan perselisihan 

rumah ibadah, sudah jelas di 
sana disebutkan; ada tahapan 
yang harus dilalui. Pertama, harus 
dimediasi. Tahapan itu sudah kita 
ikuti, tidak ada titik temu. Artinya, 
kalau ini tidak bisa menemukan 
solusi harus dibawa ke ranah 
hukum. Berarti, kalau sudah di 
bawa ke ranah hukum, hak kita 
sudah kita serahkan ke pengadilan. 
Apapun keputusan pengadilan 
harusnya diikuti bersama. 



Lalu, apa yang sebenarnya 
yang dipertahankan GKI 
Yasmin kalau relokasi itu 
bukan solusi? 

Saya kira tidak segampang itu 
melihat persoalannya. Relokasi 
bukan solusi. Tetapi menurut kami 
menambah masalah baru. Sudah 
banyak contoh akan hal itu (itu juga 
dialami HKBP Pondok Timur Indah). 
Mengapa kami terus bertahan? 
Menurut kami ini juga menyangkut 
hak dan kebebasan beragama. Ini 
juga yang mau kami tunjukkan 
pada gereja-gereja lain yang 
mengalami kasus yang sama seperti 
kami. Sudah memiliki IMB tetapi 
kemudian dicabut kembali. Kita lihat 
HKBP Filadelfia, Tambun, Bekasi. 
Sudah memiliki IMB kemudian 
IMB-nya dicabut. Lalu dibawa ke 
pengadilan, tetap dimenangkan 
di Mahkamah Konsitusi. Tetapi 
tetap saja tidak bisa melakukan 
ibadah. Banyak yang mengatakan 
"sudahlah terima saja untuk 
relokasi" tetapi kalau kita ingat dari 
penyelesaian seperti ini, Ciketing 
misalnya mau direlokasi. Tetapi 
apa? Sekarang tidak diperhatikan. 
Kami tidak mau nanti menjadi 
contoh yang dipersalahkan. Jika 
teman-teman yang menghadapi 
masalah seperti kami nanti malah 
akan dikatakan 'Tuh, GKI Yasmin 
saja mau direlokasi." Dan ini juga 
perlu diberitahu kepada teman- 
teman gereja lain, GKI bukan tinggi 
hati, bukan arogan, tetapi tidak 
mau nanti di kemudian hari kita 
dipersalahkan, karena kita mau 
direlokasi. 

& Hotman J. Lumban Gaol 



Putusan Mahkamah Agung Inkrochf 



MEMBACA editorial Media 
Indonesia bertajuk Per- 
buatan bukan Pernyataan 
Rabu, (15/2/12). Dalam editorial 
itu, selain mengkritik presiden 
tentang masalah pemberantasan 
korupsi, presiden juga dikritik soal 
lambannya penuntasan perkara 
GKI Yasmin. "Presiden cenderung 
menyerahkan penyelesaian ke- 
pada kepala daerah lewat jalur 
non-hukum." 

Sebagaimana dalam editorial 
itu ditulis, bahwa persoalan 
itu berlarut-larut karena 




Bon a r Tigor Naipospos , Setara Institute 

pemerintah mengabaikan reko- 
mendasi Ombudsman dan 
putusan Mahkamah Agung yang 
bersifat inkracht van gewijsde, 
alias berkekuatan hukum te- 
tap. Ombudsman dan MA 
menyatakan pencabutan izin 
mendirikan bangunan GKI Yasmin 
merupakan perbuatan melawan 
hukum. Publik sebenarnya 

mendambakan tindakan tegas 



dari presiden, bukan janji- 
janji. Masyarakat berharap 
presiden menepati janjinya, 
dan menyelesaikan kasus 
itu secara hukum dengan 
mengacu kepada putusan 
MA dan rekomendasi 
Ombudsman. Demikian 
juga saat Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono ber- 
dialog dengan wartawan 
di Istana Merdeka, Senin 
(13/2). Presiden menjawab 
lebih dari 10 pertanyaan, 
satu pertanyaan tentang 
kasus GKI Yasmin Bogor. 
Presiden menjawab 

meminta putusan MA yang telah 
berkuatan tetap itu dijalankan, 
tetapi tidak juga dilaksanakan, 
yang terjadi malah penawaran 
untuk relokasi. 

Pengacara senior DR Adnan 
Buyung Nasution mengatakan, 
bahwa tawaran pemerintah 
tentang relokasi itu bukan solusi. 
"Pemindahan GKI Yasmin bukan 
solusi dari persoalan sengketa 
rumah ibadah tersebut." Me- 
nurutnya, kalau kita punya 
hak, maka hak itu harus kita 
pertahankan, ujar pengacara 
senior itu. 

Lebih lanjut, Bang Buyung 
demikian dia dipanggil, menyebut 
bahwa GKI Yasmin sudah memiliki 
IMB yang sah tetapi oleh walikota 
dicabut. Sekarang IMB tersebut 
dianggap tidak berlaku, karena 
ada tuduhan pemalsuan tanda 
tangan. Sebenarnya tidak hanya 
tuduhan tanda tangan palsu. 
Alasan lain juga dimunculkan 
untuk menghalangi rumah ibadah 




DR Adnan Buyung Nasution 

ini dibangun. Termasuk terakhir 
menjadikan Jayadi Damanik, 
penasehat hukum GKI Yasmin ini 
sebagai tersangka atas tuduhan 
melakukan pemukulan kepada 
kepala SatPol PP. Menanggapi 
penetapan ini, Jayadi Damanik 
mengatakan tidak ada 

pemukulan. 

'Tidak ada pemukulan, yang 
ada malah saya dijadikan 
tersangka. Ceritanya sebe- 
narnya, saat ibadah, pas 
Pendeta mau Khotbah berdoa 
sambil memengang Alkitab. 
Lalu, dia bilang (Satpol PP) 
kami perintahkan saudara 
pendeta berhenti beribadah 
dan mau mengambil Alkitab di 
tangan pendeta. Maka, saya 
menghalangi agar dia tidak 
sampai merampas Alkitab dari 
tangan pendeta, itu saya dituduh 
memukul/' jawab Jayadi, ketika 
ditanya soal tuduhan yang 
dialamatkan kepadanya. 



Sementara itu, Presiden 
Dewan Gereja-gereja Se- 
dunia, Pendeta Emeritus 
DR. SAE Nababan, Kamis 
(9/2/12) pada acara Dies 
Natalis ke-62 di Gereja 
HKBP Rawamangun me- 
ngatakan, bahwa kasus 
GKI Yasmin karena kurang 
tegasnya pemerintah. "Sa- 
ya mendukung keputusan 
GKI Yasmin untuk tetap 
mentaat keputusan MA 
yang sudah berkekuatan 
tetap. Dan pemerintah 
memang harus melak- 
sanakan keputusan itu," 
ujar mantan Ketua Umum PGI 
ini. 

Lebih lanjut mantan Ephorus 
HKBP itu mengharapkan kepa- 
tuhan hukum bisa ditegakkan, 
karena itu yang melandasi 
negara. "Mahkamah Agung itu 
merupakan lembaga peradilan 
tertinggi di Indonesia. Maka, 
jika pemerintah daerah 

membangkang putusan Mah- 
kamah Agung dan Rekomendasi 
Komisi Yudisial, adalah bukti 
nyata pengingkaran prinsip 
negara hukum, dan pemerintah 
daerah itu tidak menghormati 
hukum/' katanya lagi. 

Hal senada dikatakan Bonar 
Tigor Naipospos dari Setara 
Institute. Pembangkangan pu- 
tusan Mahkamah Agung adalah 
bukti nyata pengingkaran prin- 
sip negara hukum. Itu sebabnya, 
keputusan Mahkamah Agung 
yang sudah tetap itu tidak boleh 
lagi di negoisasikan. 
"Meskipun Walikota 



memiliki otonomi, atas dasar 
bahwa persoalan keagamaan 
merupakan domain pemerintah 
pusat, Presiden dapat meng- 
intervensi. Tidak cukup soal 
ini dipercayakan kepada 
Mendagri Gamawan Fauzi, 
yang sebenarnya juga turut 
mendukung pembangkangan 
yang dilakukan Walikota Bogor/' 
ujar Tigor. 

Dia menambahkan, negoisasi 
ulang dalam menyikapi putusan 
pengadilan tertinggi adalah 
kekeliruan, cara pandang 




Pendeta Emeritus DR. SAE Nababan 

yang justru akan melemahkan 
supremasi hukum dan Presiden, 
dengan bentuk pengabaian 
putusan-putusan pengadilan. 
Apa jadinya kalau putusan 
MA yang sudah berkekuatan 
tetap dinegoisasikan? Ini ujian. 
Apakah kita bisa lolos dari batu 
ujian ini, kita berharap. 

& Hotman J. Lumban Gaol 

REFORMATA 



Laporan Khusus 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



;re/ormaja| 



Menggulingkan 

Pemerintah 

Inkonstitusional? 



Menurunnya kepercayaan publik 
terhadap pemerintahan SBY patut di- 
duga, diawali sejak tahun lalu, teapt- 
nya ketika genderang perlawanan 
kebohongan pemerintah yang disu- 
arakan tokoh lintas agama dimulai di 
gedung Dakwah PP Muhammadiyah, 
Senin (10/1/11). Selanjutnya digelar 
di Gedung PGI, Jalan Salemba, Jumat 
(14/1/11). Saat itu, Mantan Ketua 
Umum Pengurus Pusat Muhammadi- 
yah Syafii Maarif mengatakan, ker- 
apuhan sedang mengelilingi negara 
kita. Moral, politik semuanya rapuh, 
ujar Buya Syafii dalam sambutannya 
pada acara pernyataan publik tokoh 
lintas agama bertajuk Pencanan- 
gan Tahun Perlawanan Terhadap 
Kebohongan: Pengkhianatan Harus 
Segera Dihentikan. 

Sementara itu Rohaniawan Katolik 
Romo Benny Soesetyo mengatakan, 
memberantas korupsi, menjaga 
lingkungan hidup beserta kekayaan, 
kantong kemiskinan masih sangat 
mudah ditemukan di mana-mana. 
Rakyat kecil tidak pernah merasakan 
keadilan dari pertumbuhan ekonomi, 
kata Sekretaris Jenderal Konferensi 
Wali Gereja Indonesia, sebagaimana 
dikutip (Tempo, 10/1/11). 

Pemerintah SBY gerah. Lagi-lagi 
karena kritik pedas menyebut 18 
kebohongan pemerintahannya. "Per- 
nyataan tokoh lintas agama hanya 
untuk mengkritik pemerintah. Ini 
merupakan bagian tanggung jawab 
warga negara terhadap masa depan 
negara/' kata Staf khusus Presiden 



bidang Komunikasi Politik, Daniel 
Sparingga. 

"Pernyataan soal 18 kebohongan 
pemerintah itu belum diputuskan 
oleh para tokoh lintas agama. Ada 
beberapa tokoh lintas agama yang 
kurang setuju," katanya. (Metro TV, 
14/1/11). 

Lalu, belakang santer terdengar isu 
penggulingan SBY, dari mana sumber 
awal pemberitaannya mulai? Apakah 
memang ada gerakan itu, menjatuh- 
kan kekuasaan Presiden SBY sebe- 
lum masa jabatannya habis, 2014? 

Sebagaimana pernah disampai- 
kan pakar Komunikasi Politik Effendi 
Gazali, menilai isu tudingan adanya 
upaya pengulingan terhadap pemer- 
intah sebagai komunikasi politik 
panik. "Itu komunikasi politik yang 
panik. Kita semua yang di sini paham 
konstitusi. Paham dinamika sejarah," 
ujarnya. 

Menanggapi hal itu, Julian Aldrin 
Pasha, Juru bicara Kepresidenan 
mengemukakan, isu penggulingan 
Pemerintahan Presiden SBY terlalu 
jauh. Menurut dia, zaman demokrasi 
saat ini sudah sangat terbuka den- 
gan kritik. "Saya kira itu terlalu jauh. 
Kita kan demokratis sekarang. Bahwa 
pemerintahan dibangun dari hasil pe- 
milu yang sah. Kita hormatilah hasil 
pemilu," kata Julian di Kompleks Ista- 
na Presiden, Selasa (12/10/11). 

Setali tiga uang, besan presiden, 
Hatta Rajasa mengatakan, sistem 
demokrasi yang dianut saat ini di- 
lakukan dengan perjuangan panjang 




Jenderal (Purn) Luhut B. Panjaitan 

dan korban berjatuhan. "Jangan kita 
bermimpi untuk kembali lagi kepada 
sistem lama yang katakanlah tidak 
lagi mentaati demokrasi, tidak lagi 
mentaati pranata hukum," katanya, 
seraya menambahkan, "berbeda 
pendapat dalam demokrasi adalah 
hal biasa, tapi kalau mau menurunk- 
an presiden itu inkonstitusional." 

Lain lagi pendapat Menteri Komuni- 
kasi dan Informasi Tifatul Sembiring. 
Dia mengatakan, para elite agar ber- 
politik secara dewasa dan tidak men- 
ganut filosofi panjat pohon pinang. 
Maksudnya? "Kalau ada orang terpilih 
jadi pemimpin, lalu pikirannya adalah 
bagaimana ini supaya segera dijatuh- 
kan atau senang melihat orang ga- 
gal dan kalau pemerintahan ini tidak 
sukses malah ditepukin. Ini menun- 
jukkan bahwa belum ada kematan- 
gan dalam berpolitik," ucap mantan 
Presiden PKS, ini. 

Pro-kontra 

Pro dan kontra dalam soal meng- 
gulingkan pemerintahan yang dipi- 
lih rakyat masih menjadi perdebatan 
panjang. Memang segala sesuatu 
dapat menjadi meruncing atau men- 
cuat hangat ke permukaan, tergan- 
tung dari aksi dan reaksi yang mun- 
cul. Permadi misalnya, politisi dari 
Gerindra mengatakan, meskipun di- 
pilih lebih dari 50 persen penduduk 



Indonesia dan menguasai DPR, 
ternyata tidak sukar menjatuhkan 
SBY. "Untuk menjatuhkan SBY itu 
gampang. Dengan 1000 pemuda 
saja cukup," ujarnya dalam diskusi 
dan bedah buku "SBY Mundur" di 
Doekoen Coffee Pancoran, Jakarta 
Selatan (Minggu, 7/11/11). 

Tetapi, buru-buru Permadi me- 
nambahkan, bukan penggulingan 
SBY yang saat ini diinginkan. Kata 
Permadi, yang harus dilakukan saat 
ini adalah melepaskan Indonesia 
dari cengkraman neo-kolonialisme 
dan neo-imperialisme. "Nekolim" 
melihat Indonesia strategis. Kare- 
nanya mereka melakukan berbagai 
upaya untuk menggulung kita. Tam- 
bang kita mereka kuasai lewat PT. 
Newmont, Freeport, dan terbaru PT. 
KS, mereka miliki," katanya. 

Sebenarnya para pengamat me- 
nilai pemerintahan SBY tidak hanya 
digrogoti dari luar saja, tetapi dari 
dalam kabinetnya sendiri. Korupsi di 
Kementerian Pemuda dan Olahraga 
serta Kementerian Tenaga Kerja dan 
Transmigrasi. Dua kementerian itu 
memberikan daya rusak paling be- 
sar bagi Kabinet Indonesia Bersatu 
(KIB), kata peneliti Lingkaran Sur- 
vei Indonesia (LSI), Adji Al Faraby, 
dalam jumpa pers di kantor LSI, Ja- 
lan Pemuda, Rawamangun, Jakarta. 

Turunkan SBY 

Menurunkan SBY bukan isapan 
jempol semata. Ratusan 150 pur- 
nawirawan jenderal dan perwira 
menengah TNI, pada Desember 
akhir tahun lalu menyatukan barisan 
untuk menjatuhkan kepemimpinan 
Presiden SBY. "Turunkan SBY, Bentuk 
Dewan Revolusi Rakyat dan Kembali 
ke UUD 1945" diterbitkan B- Watch 
(20/12/ 2011). 

Alasannya, pemerintahan SBY ti- 
dak bisa lagi mampu mensejahter- 
akan rakyat, menegakkan hukum, 
memberantas korupsi, dan persoa- 




Mayjen (purn) Sauri p Kadi 

lan bangsa lainnya, seperti yang di- 
harapkan. Mayjen (purn) Saurip Kadi 
menyebut banyak yang dilupakan 
pemerintahan SBY. Api sudah me- 
nyala: Papua, Sondang, Mesuji, Bima 
belum dituntaskan. 

"Saya sangat mendukung langkah 
para Jenderal senior tersebut. Kalau 
bukan senior, siapa lagi yang akan 
mengingatkan SBY," kata jenderal 
yang selalu bersebrangan dengan 
SBY, dikutip dari Teraspolitik.com, Ju- 
mat (25/11). 

Namun, ada juga kelompok Jenderal 
lain, 19 orang Jenderal yang kerap 
berkumpul di rumah Jenderal (Purn) 
Luhut B. Panjaitan, diantaranya; Jen- 
deral (Purn) Jhony Lumintang, Jender- 
al (Purn) Fahrur Rozi. Kelompok ini ti- 
dak terang-terangan mendukung SBY, 
tetapi berupaya untuk tetap menjaga 
agar kepemimpinan SBY jangan ditu- 
runkan ditengah jalan. 

Dalam satu pertemuan dengan be- 
berapa tokoh Kristen di Gedung PGI, 
saat itu Reformata hadir, Sang Jen- 
deral mengungkapkan, agar orang 
Kristen jangan ikut-ikutan. "Saya kira, 
janganlah orang Kristen ikut-ikutan 
untuk menjatuhkan SBY. Presiden 
itu lambang negara. Kita harus hor- 
mati negara. Dan kita harus dukung 
pemerintahan SBY sampai pada ta- 
hun 2004 pemerintahannya," katanya. 
^Hotman J. Lumban Gaol 



Pdt Dr. Poltak YP Sibarani, Ketua STT Lintas Budaya 

"Rakyat Indonesia Boleh 
Memprotes Pemimpin Negara" 



JIKA kita mengamati 
pemerintah kita saat ini 
banyak kegaduhan yang 
terjadi.... 

Itu tergantung dari sisi mana 
melihat. Misalnya, dari sisi 
perekonomian memang relatif lebih 
stabil dan meningkat, minimal 
secara makro. Di bidang lain, 
seperti penegakan hukum, boleh 
dikatakan hanya berjalan di tempat 
dan cenderung tebang pilih. Selain 
itu, terjadi juga berbagai pembiaran 
atas berbagai praktek anarkisme 
terhadap beberapa pihak yang lemah 
dan minoritas oleh berbagai ormas 
atau kelompok lainnya. Termasuk 
di bidang kegiatan keagamaan 
dan perekonomian rakyat di 
daerah tertentu, dengan alasan 
kurangnya personil pengamanan. 
Menurut hemat saya, pemerintah 
masih belum kompak dan serius 
menangani berbagai masalah yang 
bersifat pokok di negara kita, yang 
sebenarnya merupakan suatu hal 
yang tidak mustahil diselesaikan bila 
ada kemauan yang kuat 

Jika pemerintah sekarang 
ini kurang tegas dalam 
menyikapi persoalan. Boleh 
menyampaikan protes kepada 
para pemimpin negara? 

Setiap warga negara berhak 
sekaligus berkewajiban untuk 
mengingatkan para pemimpin negara 
atau pemerintah apabila mereka 



melakukan penyimpangan. Namun, 
hal ini tidak mudah dilakukan, 
mengingat prosesnya yang rumit. 
Dimulai dari menentukan secara 
definitif berbagai penyimpangan 
yang disangkakan. Setiap warga 
negara, termasuk umat Kristen, 
boleh menyampaikan protes 
kepada para pemimpin negara 
atau pemerintah, secara langsung 
maupun tidak langsung. Memang 
belakangan ini semakin tinggi angka 
pembiaran terhadap penyimpangan 
yang dimaksud; semakin tinggi apa 
yang disebut sebagai silent majority, 
baik oleh cendekiawan maupun 
lembaga-lembaga pengawasan. 
Disinyalir karena mereka takut atau 
jangan-jangan ikut terlibat. 

Dari sisi teologi, turut 
menjatuhkan kepemimpinnan 
yang tidak lagi berpihak pada 
rakyat, apakah dperibolehkan? 

Dalam sejarah, kebanyakan 
praktek 'menjatuhkan 

kepemimpinan' pada umumnya 
mengakibatkan berbagai efek 
negatif, di samping "biayanya' 
yang sangat tinggi, menjatuhkan 
kepemimpinan seharusnya 

dilakukan dengan tata cara yang 
konstitusional, misalnya oleh 
lembaga yang berwenang. Di negara 
kita praktek ini dapat dilakukan oleh 
Majelis Permusyawaratan Rakyat 
(MPR) dengan segala prosesnya. 
Namun, seorang pemimpin dapat 



juga melakukan pengunduran 
dirinya secara sukarela karena 
tekanan publik yang sangat kuat, 
seperti yang dilakukan oleh (kepada) 
Presiden Suharto pada Mei 2008. 

Apakah ada dasar yang kuat 
untuk hal ini? 

Negara kita menganut paham 
'kedaulatan berada di tangan 
rakyat', maka sebanyak-banyaknya 
warga negara diperbolehkan untuk 
menyuarakan seperlunya inspirasi 
dan aspirasi mereka atas hal-hal 
yang menyangkut kepemimpinan 
negara. Suara rakyat tidak boleh 
diberangus. Namun suara rakyat 
harus disalurkan secara efektif 
dan efisien, sehingga, produktif 
dalam mencapai tujuannya. Dalam 
menyuarakan aspirasinya, warga 
negara tidak harus menunggu 
kegiatan Pemilihan Umum (5 tahun 
sekali), namun juga setiap hari 
melalui Dewan Perwakilan Rakyat 
yang sedang bertugas. Di samping 
itu, berbagai saluran lain dapat 
digunakan, seperti media massa 
dan buku-buku. Oleh sebab itu, 
umat Kristen di Indonesia harus 
meningkatkan inklusifitasnya, 

dalam hal ini dengan cara bekerja 
sama dengan berbagai pihak 
untuk membangun opini publik 
secara benar dan bertanggung 
jawab. Ada kalanya dibutuhkan 
untuk menyuarakan aspirasi secara 
langsung, termasuk apa yang 



disebut sebagai 'turun ke jalan'. 
Suara umat Kristen sebagai warga 
negara sangatlah penting, sehingga 
tidak seharusnya disia-siakan. Yang 
dimaksud dengan disia-siakan, 
adalah apabila tidak digunakan sama 
sekali (golput), dengan alasan yang 
tidak jelas, dan apabila digunakan 
secara asal-asalan karena tidak 
mengenali siapa yang dipilihnya. Di 
sinilah letak pentingnya penyuluhan 
diberikan kepada semua warga 
negara mengenai 'penggunaan hak 
pilih'. Penggunaan hak pilih tidak 
harus melalui partai politik berhaluan 
agama (Parpol Kristen). 

Semangat intoleransi yang 
semakin berkembang. Sikap 
pemerintah yang berjanji 
akan menyelesaikannya pun 
tak kunjung ada. Bagaimana 
menyingkapi ini? 

Berbagai persoalan 

kemasyarakatan seputar intoleransi 
yang tak kunjung selesai di 
berbagai daerah dilatar belakangi 
berbagai faktor dan alasan. 
Misalnya, daftar masalah yang 
sangat panjang, sehingga pihak 
yang berwenang merasa tidak tahu 
harus memulai dari mana. Faktor 
lainnya adalah lemahnya koordinasi 
di antara lembaga-lembaga yang 
ada, sehingga cenderung saling 
membiarkan, bahkan saling 
menyalahkan. Faktor lain yang cukup 
kentara adalah karena para pemimpin 




kebanyakan mengurusi kepentingan 
pribadi dan kelompoknya sendiri. 
Oleh sebab itu, harus selalu dicatat 
berbagai janji-janji para pemimpin 
yang berkata bahwa mereka akan 
menyelesaikannya. Catatan tersebut 
harus dibuat serapi mungkin 
dan jangan warga negara harus 
membuktikan bahwa mereka bukan 
'pelupa' atas berbagai kejahatan. Dari 
jauh-jauh hari setiap warga negara, 
termasuk umat Kristen harus semakin 
melibatkan diri dalam pengambilan 
kebijakan negara, entah sebagai 
politisi maupun sebagai birokrat 
eksekutif. Jauh-jauh hari pula warga 
negara harus semakin antisipatif 
terhadap partai dan pemimpin yang 
dipilihnya dalam Pemilihan Umum. 
Tak kalah pentingnya, praktek ini 
harus dimulai dari menjadi 'garam 
dan terang'. Umat Kristen di Republik 
ini hanya akan memiliki daya tawar 
yang semakin tinggi jika kinerjanya 
semakin berkualitas dan bersih. 
Sebaliknya, jika kita hanya terlihat 
banyak protes namun posisinya 
selalu terbelakang, maka jangan 
harap akan didengar. Ibarat buah, 
apabila segar dan bersih akan 
mahal harganya, apalagi jika jumlah 
semakin sedikit. 

ierLidya Wattimena 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



incang-bincang 




Rekson Silaban, Presiden Konfederasi 
Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) 

"Eksploitasi Buruh, 
Merusak Industri" 



JANUARI lalu, ribuan buruh 
yang tergabung dalam 
berbagai organisasi buruh 
menutup jalan tol di bilangan 
Cikarang selama delapan jam. 
Diperkirakan ada belasan ribu 
buruh di kawasan industry, 
Cikarang, Bekasi yang tergabung 
dalam aksi tersebut. Mereka 
berkumpul di perempatan EJIP 
Lippo Cikarang untuk melakukan 
aksi menentang Asosiasi 
Pengusaha Indonesia (Apindo) 
yang menggugat keputusan 
Gubernur Jawa Barat terkait 
Upah Minimum Kabupaten 
(UMK). 

Masalah buruh memang tidak 
pernah tuntas dibicarakan. 
Menurut analisis Rekson Silaban, 
Presiden Konfederasi Serikat 
Buruh Sejahtera Indonesia 
(KSBSI), menyebut ada empat 
masalah besar; tingginya 
jumlah penggangguran massal; 
rendahnya tingkat pendidikan 
buruh; minimnya perlindungan 
hukum; dan upah 
kurang layak. Lalu 
berlanjut masalah 
pengangguran dan 
pendidikan rendah. 
Bagi Rekson, ini 
adalah masalah 
yang saling 
terkait, 



menghadirkan implikasi 

buruk dalam pembangunan di 
Indonesia. 

Apa akar dari semua 
masalah tersebut? Komisaris 
PT Jamsostek Persero ini 
menjawab, ini masalah yang 
harus dirundingakan bersama. 
Beberapa waktu lalu, Reformata 
berbincang di kantornya, Jalan 
Proklamasi, Jakarta Pusat. 
Demikian petikannya: 

Dulu organisasi buruh 
seperti dikerangkeng, 

sekarang makin bebas. Tetapi 
pascareformasi organisasi 
buruh malah terkesan 
terseret berpolitik. 

Saya kira tidak. Tetapi karena 
sekarang ini seluruh kebijakan, 
termasuk pengupahan adalah 
kebijakan politik. 

Banyak organisasi buruh 

menjadi partai politik, 

apakah ini juga dipahami 

sebagai menjadi posisi 

tawar? 

Asumsi itu terlalu 
berlebihan. Saya 
kira gerakan buruh 
masih gerakan 

massa. Kalau se- 
bagai kekuatan 
politik itu berbeda 
lagi, partai yang 
kuat memilih 




massa. Data terakhir yang kami 
punya, di Indonesia, sekarang ini 
yang dinamakan angkatan kerja 
sekitar 106 juta orang. Tetapi 
yang terserap bekerja hanya 33 
juta orang. Saya kira hitungannya 
kalau 33 juta ini saja memilih 
satu partai, ini menurut saya 
adalah potensi luar biasa. Tetapi 
itu hanya hitungan matematika, 
tidak segampang membalikkan 
telapak tangan. Tidak semua 
buruh setuju dengan partai 
buruh, karena banyak juga 
organisasi tertentu yang 
berafiliasi dengan partai politik 
lainnya. Ada juga organisasi 
buruh berdasarakan agama, dan 
etnis. Buruh kita yang datang 
dari kalangan bawah, 70 persen 
adalah tamatan SMP, tidak 
memiliki cakupan politik untuk 
bergabungan dengan partai 
politik. Maka, karena itu, mereka 
akan memilih partai politik yang 
sesuai dengan hati mereka. Baik 
itu dari etnis, agama, dan tali- 
temali kekeluargaan. Jadi saya 
pesimis melihat partai buruh 
bisa sukses. Yang baik adalah 
serikat buruh harus memiliki 
independensi terhadap partai 
politik. 

Organisasi buruh kita juga 
terlalu banyak, bagaimana 
Anda melihatnya? 

Saya melihat ini negatif, 
kalau terlalu banyak. Tentu 
saja, serikat buruh yang terlalu 
banyak, untuk buruh itu tidak 
bagus. Membuat organisasi 
buruh menjadi berkompetisi 
tidak sehat di antara mereka. 
Kebebasan yang punya batas. 
Jangan diterjemahkan bahwa 
kebebasan buruh itu dipandang 
karena banyaknya organisasi 
buruh. Jangan juga kebebasan 
berserikat itu diterjemahkan 
menjadi fragmentasi. Saya kira, 
empat sampai lima konfederasi 
buruh sudah cukup. Di dunia 
ini, negara-negara maju yang 



organisasi buruhnya bagus, 
pun hanya tiga sampai empat 
organisasi buruh. 

Masalah buruh itu berjubel, 
misalnya outsourcing, 

sampai saat ini belum ada 
penyelesaian? 

Buruh juga perlu melek politik. 
Perlawan terhadap outsourcing, 
itu produk politik yang dibuat 
DPR dan pemerintah. Gerakan 
buruh itu tidak harus selalu 
berhubungan dengan masalah 
perut saja. Praktek outsourcing 
dan buruh kontrak merupakan 
gejala global. Ini memang 
sebagai bagian mekanisme 
pasar yang dilakukan untuk 
efisiensi dalam kegiatan atau 
proses bisnis. Tetapi, praktek 
outsourcing ini menimbulkan 
ketidakpastian kerja. Menurut 
saya, seharusnya bukan buruh 
kontrak, tetapi dibuat menjadi 
buruh kontrak, hal itulah yang 
tidak diperhatikan pemerintah. 
Apa lagi pengawasannya buruk. 
Di depan mata kita sendiri banyak 
perusahaan yang melanggar 
peraturan, aturan yang telah 
disepakati. 

Apa yang harus dilakukan? 

Yang perlu sekarang kita 
perbaiki, adalah sistim 

perburuhan kita. Apalagi kita 
akan memasuki kawasan ASEAN 
bersama. Lalu, kemampuan SDM 
buruh kita harus ditingkatkan, 
agar bisa kompetitif di lapangan 
kerja, karena buruh-bubur dari 
negara lain sudah bebas ke 
Indonesia. 

Apa yang mesti dilakukan 
organisasi buruh untuk bisa 
menjadi jembatan antara 
pengusaha dengan buruh? 

Perundingan. Perundingan 

itu perlu ditingkatkan, dengan 
asumsi semua sepakat dan 
kemudian dua belah pihak sama- 
sama menjalankan fungsinya 
masing-masing. Perundingan itu 
harus dengan keterbukaan, kalau 
perusahaan beruntung, maka 
tentu harus terbuka, jangan kalau 
rugi baru terbuka pada buruhnya. 
Sekarang ini yang terjadi, adalah 
rasa kepemilikan buruh terhadap 
perusahaan itu rendah, karena 
tidak ada keterbukaan antara 
perusahan dan buruh. Yang baik 
adalah, ketika majikan perusahan 
itu terbuka, berbagi dengan 
buruhnya. Kalau beruntung sama- 
sama menikmati, dan kalau pun 
rugi maka sama-sama memikul. 
Ada contoh, di Astra tidak ada 



karyawan demo, karena ada 
keterbukaan. Jadi gaji menjadi 
faktor berikut, yang penting 
adanya keterbukaan. Kalau itu 
ada, maka rasa kepemilikan 
terhadap perusahaan itu ada. 
Kalau perusahaan terbuka, maka 
akan ada peningkatan kinerja dari 
buruh. Dan perlu juga dingat, 
buruh bukan tenaga perahan, 
yang keringatnya diperas. Jangan 
sekali-kali mengeksploitasi buruh. 
Filosofi industrial kita harus 
kembali kepada filosofi bangsa 
kita, untuk kesejahterakan 
rakyat. Perusahan tidak boleh 
mengekploitasi tenaga buruh 
hanya untuk kekayaannya. 
Yang ada harus gotong royong, 
kerjasama. Mematuhi aturan- 
aturan, itulah salah satu cara 
mengurang konflik industrial. 
Tetapi, kalau pengusaha dengan 
keserakahan mengekploitasi 

buruh, itulah yang membuat 
hubungan industrial kita hancur. 
Sekali terjadi keserakahan, sejak 
itulah terjadi perlawan buruh. 

Demo buruh membuat 
investor luar takut menanam 
modal di Indonesia? 

Menurut saya itu berlebihan. 
Demo di mana-mana ada. Tentu 
pengusaha datang ke Indonesia 
ini sudah punya analisis. 
Mereka sudah melihat kesiapan 
infrastruktur, bunga bank, dan 
segala hal. Saya kira, soal demo 
buruh itu hanya pertimbangan 
ke sekian. Demo itu tidak 
mempengaruhi investor. Ini terlalu 
dilebih-lebihkan, dan pusat pabrik 
kita kan tidak hanya satu, banyak. 

Bagaimana demo dengan 
menututp akses jalan 
tol hingga delapan jam. 
Kebebasan itu kan tidak boleh 
menggangu kebebasan orang 
lain? 

Saya kira kita juga tidak setuju 
dengan hal itu, kalau itu juga 
merugikan orang lain. Tetapi 
jangan salah, kalau kita pelajari, 
demo buruh di luar negeri lebih 
radikal, bisa menutup bandara 
Internasinal. 

Soal pensiunan. Jaminan 
hari tua yang akan dikelola 
Jamsostek... 

Ini sekarang lagi digodok. Tahun 
2014, atau selambat-lambatnya 
2015 akan ada uang pensiunan 
bagi mereka yang swasta, buruh. 
Jamsostek sebenarnya hanya 
pelaksana, bukan pengambil 
keputusan. 

^Hotman J. Lumban Gaol 




RADIO SUARA KIDUNG KEBENARAN 

j I Ger&ja No- 45, Pemalang Siantar - Sumatera Wara 21124 
Telp (0622) 743.6 tS? F&x : (062) 707.4545 



VISI : 

Menjadikan hidup lebih bak 
{Make your live better) 

MISI: 

Me-j^iKjkau, Memulihkan, 
M e m u r id ka n , Meng ubah kan 




RADIO SWARARERKAT 
103,2 FM 

JL Frtlawin Na. Tft Stdlfcaianp - Dairi (5UPJT} 
HP. 0ef3.S15S.2419 
TknprkflD Siaran Lu [^u la n kami; 



RSB FM 

n * i 'i i o .: fm 

.lup bfrtfllJMhdfngia Riilri 
CVC Amtnli» IqH nwtnnitj 



Setar Jiwa 

Rrniir^n Ftmiui Trttifl £• UhVJJUs&A IfflP- 

Srjiimiiiui Pifl.ww-n*jc»Wfi 



pcojpeuhuui dunia krliLTia lainrn t 
Kii. mm . 1 1 joih W ■£ 



VLtniti^m F-irmin luhin ft ligu-Lagu. rtfjr: 
PV1 if.TO-M.iPfl wr& 



i\Wi btffc) . pllrt.M - 3 1 Jffl WIB 



Lagu IIiuthI] 

ilihrin imnJc muyinkif jb^ nuJrtJiJL&a 
Veiuu 




RADIO DtAN MANDIRI 100,5 FM^ 

DlAU MANDIRI WETWDRK OIKlN HIDUP LEBIH BAIK 



Diputihkan untuk memulihkan 

Diberkati untuk memberkati 

Kami hadir untuk anda dengan program-program yang 

"Bikin Hidup Lebih Baik" 

Nias Bermazmur 

Roquest song, mosi favorit* program 

Hadir setrap hari pukul 19.00-21 .00 



Father 

Program Pengajaran, bagaimana menjadi -seorang ayah 
yang lebih baik berframa Pdt. Paulus WiratnO M Div 
Hadir setiap kamls pukul 21.00 

Garam & Terang 



Program dialog interaktif ifcwat Bn* sms yang dsp>^t 
memberikan kita pengetahuan aecara Alkitabrah. 
Hadir setiap mingau pukul 21,00 wlb, 

And ntiiny more program to making your lift bettet 
OFF/CF df STUtf/O 

PAms . {S2J CBf 534 G6& S&7 



REFORMATA 



Manajemen Kita 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



■ *w> *^ " 



*S, 




7> 



Disiplin Diri itu Perlu 

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah 
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Kor 9:27) 



Harry Puspito 
(harry.puspito@yahoo.com)* 

SEPERTI apa yang seseorang 
pikirkan, itulah yang akan terjadi. 
Jika kita meng-aspirasikan hidup 
yang sukses hingga akhir Tuhan 
panggil, kita perlu menjadikan itu 
aspirasi atau impian. Impian ini 
akan mengarahkan kita berpikir 
apa yang harus saya lakukan? 
Ka-rakter apa yang harus saya 
kembangkan? Pokok-pokok doa 
apa yang harus saya doakan? 
Disiplin-disiplin apa yang harus 
saya bangun. 

Paulus sangat sadar akan 
keinginannya untuk finish well, 
seperti terungkap dalam banyak 
tulisannya, salah satunya da-lam 
1 Korintus 9: 27 ini: Tetapi aku 
melatih tubuhku dan mengua- 
sainya seluruhnya, supaya 
sesudah memberitakan Injil 
kepada orang lain, jangan aku 
sendiri ditolak. Dia menuliskan 
ini pada usia sekitar 50 tahun, 
ketika sudah melayani Tuhan 
selama kurun waktu 20 tahunan. 
Dia menyadari pentingnya di- 
siplin agar hidupnya sendiri 
berhasil di mata Tuhan. Hasil 
riset Dr. Robert Clinton, seorang 
professor kepemimpinan senior 
menyimpulkan, salah satu faktor 
yang menjadikan tokoh-tokoh 
pemimpin dalam Alkitab, adalah 
disiplin. 

Kita bisa membayangkan, 



orang yang tidak disiplin akan 
berperilaku malas. Banyak 
menyia-nyiakan waktu, men- 
cari kesenangan yang tidak 
bermanfaat. Orang demikian 
mudah jatuh dalam dosa. Seorang 
yang mencapai suatu prestasi, 
seperti seorang pemimpin, 
tanpa disiplin, kinerjanya akan 
merosot. Perilaku tidak disiplin 
akan membentuk karakternya. 
Karena itu sudah jelas 
ketidakdisiplinan pribadi adalah 
jalan pasti menuju kegagalan. 

Apa disiplin itu? Bagi Paulus 
disiplin adalah membuat tu- 
buhnya melakukan apa yang 
harus dia lakukan, bukan apa 
yang dia ingin lakukan. Tubuh 
manusia sudah tercemar dosa, 
sehingga keinginannya mencari 
kesenangan yang sia-sia. John 
McArthur, seorang hamba 
Tuhan dan penulis dari AS, 
men-definisikan disiplin sebagai 
kemampuan seseorang mengatur 
perilakunya berdasarkan prinsip 
dan pertimbangan sehat dari 
impuls, keinginan atau kebiasaan 
sosial. Menurutnya, secara 
alkitabiah, disiplin diri dapat 
dirangkum dalam satu kata, 
kepatuhan. Menerapkan disiplin 
diri adalah menghindarkan ke- 
jahatan dan kesia-siaan dengan 
tinggal dalam ikatan hukum 
Allah. 

Disiplin memerlukan komitmen 



dan kerja keras. Dengan disiplin 
orang bisa mencapai sasaran- 
sasaran yang dia canangkan 
dalam rangka Finishing Well. 
Seperti kita belajar sebelumnya, 
satu kunci untuk Finishing Well 




adalah menyelesaikan tugas 
demi tugas yang diemban 
dengan berkualitas. Dengan 
disiplin tinggi saja seseorang 
dapat menjaga konsistensi 
kinerjanya dari satu proyek ke 
proyek, dari satu goal ke goal 
berikut, hingga selesai. 

Disiplin memerlukan kebiasaan 
'think before act'. Tanpa ke- 
sadaran, maka orang akan 
dikuasai apa yang tidakdia sadari. 
Di sini kedagingan gampang 



bermain. Dengan kesadaran, 
kita mempertimbangkan apa 
yang kita lakukan. Dari situlah 
perubahan-perubahan yang 

baik dimulai (Lihat Roma 12: 2). 
Dengan disiplin kita membangun 
kebiasaan-kebiasaan yang 
sehat. 

Sesuai dengan visi Finishing 
Well, kita perlu membangun 
disiplin dalam area-area yang 
penting, seperti beribadah 
pribadi atau saat teduh, ber- 
ibadah bersama, belajar Fir- 
man, mengerjakan tugas dan 
pelayanan, baik di keluarga, 
gereja, tempat kerja, di mas- 
yarakat, dsb. Berbeda dengan 
perilaku legalistik keras, 
perilaku disiplin memiliki 
tujuan yang jelas, yaitu 
mencapai tujuan demi tujuan 
yang ingin dicapai. Karena itu, 
dengan kesadaran, orang akan 
melakukan disiplin dengan 
sukacita. 

Disiplin bisa diumpamakan 
otot. Untuk tidak merosot, 
apalagi berkembang, otot perlu 
dilatih. Demikian juga kita perlu 
melatih disiplin rohani, yang 
bahkan lebih utama (1 Tim 
4: 8). Latihan disiplin adalah 
untuk membangun pengendalian 
diri, karakter, keteraturan dan 
efisiensi. Dalam latihan kita 
mengerahkan tenaga lebih dari 
normal, tapi kemudian diselingi 



dengan istirahat. Latihan bisa 
berupa pengingkaran diri. Coba 
berpuasa secara teratur. Tuhan 
adalah coach atau pelatih kita. 
Dia tahu porsi yang sesuai untuk 
kita masing-masing. Kadang, 
Dia memberikan beban yang 
'berat', dan kita perlu patuh dan 
pada waktu berikut kita diberi 
kelegaan. 

Prinsip Alkitab, kita mulai 
disiplin dalam hal yang 'kecil', 
misalnya datang ke ibadah, ke 
tempat kerja, ke rapat-rapat tidak 
terlambat. Kalau janji hal-hal 
kecil, seperti akan mengirimkan 
sesuatu, pastikan terjadi. Dalam 
bekerja, prioritaskan tugas- 
tugas yang sulit. Dalam time 
management, kita mengutamakan 
hal-hal yang penting dan urgen 
untuk dilaksanakan lebih dahulu. 
Seringkah kita memilih hal- 
hal yang gampang dulu, dan 
akhirnya kehabisan waktu dan 
energi untuk yang penting. 

Kita harus sedia menerima 
koreksi dari orang lain. Disiplin 
tidak seharusnya membuat kita 
menjadi orang yang kaku dan 
merasa benar sendiri. Tuhan 
memakai orang lain membentuk 
kita. Dengan doa dan pergumulan 
kita menerima tanggungjawab- 
tanggungjawab baru. Niscaya 
kita bisa menuntaskan misi-misi 
yang Tuhan siapkan bagi kita. 
Tuhan memberkati !!! 



IKLAN UCAPAN 
SELAMAT PASKAH 2012 

Ungkapkan Pesan dan Kesan Paskah Anda Kepada Orang-orang yang Anda 
Kasihi Melalui REFORMATA. Semoga Menjadi Berkat. 



Harga iklan Berwarna 

5 Kolom x 1 90 mm: Rp. 1 .700.000 
3 Kolom x 200 mm: Rp. 1.100.000 
3 Kolom x 150 mm: Rp. 850.000 
3 Kolom x 100 mm: Rp. 600.000 
2 Kolom x 150 mm: Rp. 600.000 
2 Kolom x 100 mm: Rp. 400.000 



Harga iklan hitam-putih 

5 Kolom x 190 mm: Rp. 1 .450.000 
3 Kolom x 200 mm: Rp. 1.000.000 
3 Kolom x 150 mm: Rp. 750.000 
3 Kolom x 100 mm: Rp. 500.000 
2 Kolom x 1 50 mm: Rp. 500.000 
2 Kolom x 100 mm: Rp. 350.000 




3 kol X 200mm 



Data teknis: 


1 kolom 


= 50 mm 


2 kolom ■ 


102,5 mm 


3 kolom : 


= 155 mm 


5 Kolom 


= 260 mm 



5 kol X 190mm 



* Harga Iklan berlaku Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 

Untuk keterangan Lebih Lanjut, 

Silahkan Hubungi Bagian Iklan REFORMATA 

Telp: 021-3924229, 021-70053700, 0811991086 



Resensi CD 

Lagu Penuh Makna yang Menguatkan 




I - IRWAN ALKANDEB - ALVfN KuRNIAWAN - DEWI GUNA 



ALUNAn piano mengalun lembut, 
disambut suara string nan syahdu 
menghantar orang masuk ke 
suasana yang teduh. Sayup-sayup syair 
lagu "dengan darah-Mu Kau tebus dosaku, 
dengan nyama-Mu Kau tukar hidupku, 



kini aku spenuhnya milik-Mu, akulah 
anak-Mu", terdengar. Itu adalah 
nukilan syair lagu "Yesus Kuberseru", 
salah satu lagu yang ada di dalam 
Album "Audiophile Worship Platinum 
Series". Lagu-lagu dengan beat lambat 
yang diaransemen dengan sangat 
indah, ditambah lantunan syair lagu 
pilihan yang dibawakan para penyanyi 
terdengar sangat harmoni. Niscaya 
dapat membawa anda larut, mengalir 
dalam aliran hadirat Tuhan. 15 lagu 
dalam format CD audio, dan 10 lagu 
dalam format DVD Karaoke worship 
terbaik pilihan dengan paduan 
komposisi pemuji terbanyak dari yang 
pernah ada menjadi keunggulan album 
kompilasi ini. 

Nama-nama para worshippers yang 

sudah tidak asing lagi di kancah music 

rohani, seperti Wawan Yap, Regina 

Pangkerego, Edward Chen, Irwan 

Alexander, Alvin Kurniawan, Dewi Guna, 

Feby Febiola, Laras Octaviany, Danar 

Indra, dan masik banyak lagi, turut berperan 

dalam Album ini. Tidak itu saja tentunya, 

jika orang menyimak betul syair-syair dalam 

album "Audiophile Worship Platinum Series", 

maka, niscaya tidak saja penuh makna, tapi 

juga menguatkan iman pendengarnya. 



Produser 

Vokal 

Judul 



Blessing Music 

Kompilasi 

Audiophile Worship Platinum Series 



REFORMATA 



^^OEMAI^I 



EDISI 149 Tahun IX 1 - 31 Maret 2012 



wda Berprestasi 




*-w 



/ '« 







L— i 

1 5 Si \ 
mn\ \ 

IIU-II 



Nathaniel (18) dikenal pandai dan sangat aktif. Sejak SMP 
sangat tertarik dengan pelajaran Fisika. Putra sulung dari Ir. Budhi 
Santosa dan Trees Melijana Zailani ini melihat Fisika adalah ilmu 
yang sangat mengasyikkan dan menarik hatinya, karena dapat 
belajar tentang benda bergerak juga bagaimana dunia ini. 

Jejak Nathaniel-pun sampai pada Juli 2011 dengan terpilih 

mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Fisika di Manado. 

Dari 100 peserta, Nathaniel mampu melewati seleksi yang cukup 

ketat. Berhasil mewakili Jakarta untuk menjadi yang terbaik, 

mampu meraih 1 dari 5 medali emas. 

Untuk dapat meraih prestasi ini, Siswa kelas XII SMAK 3 Penabur 

ini, membuka rahasianya, "Saya melakukan persiapan dengan 

sungguh-sungguh, butuh pengorbanan walau pelajaran sekolah 

jadi tertinggal. Mempelajari banyak buku, latihan, dan fokus pada 

Olimpiade." 



Prestasi 

Pengalaman meraih medali emas dalam OSN 
Manado ini, menjadi pengalaman tak terlupakan. 
Saat-saat mengerjakan soal, praktek, hingga 
\ mendengarkan pengumuman adalah saat- 
saat menegangkan untuk Nathaniel. 

"Saat pengumuman 15 pemenang 

perunggu, target saya bisa mendapatkannya, 

ternyata nama saya tidak disebutkan. Saya 

lumayan depresi. Kemudian diumumkan 

10 pemenang perak, nama saya-pun 

tidak disebutkan. Saya jadi hopeless, 

tidak bakal dapat lagi. Selanjutnya, 

pengumuman 5 pemenang medali 

emas. Pada urutan terakhir, tiba-tiba 

terdengar nama saya disebutkan. 

Saya tidak menduga, betapa 

sangat bahagia dan bersyukur 



pada Tuhan/' kisah Nathaniel haru tak percaya. 

"Prestasi ini benar-benar anugerah Tuhan," tambah Nathaniel kagum. 
"Dengan mendapat beasiswa, saya bisa meringankan beban orangtua 
untuk dapat lanjut ke Universitas Nanyang Technological-Singapura," cetus 
Nathaniel bahagia. 

Nathaniel tidak lanjut mengikuti Olimpiade ke tingkat internasional, karena 
tidak ingin terlalu jauh yang dapat menimbulkan stress. Selain itu karena 
ingin fokus untuk melanjutkan kuliah. 

Setiap hari, Nathaniel berupaya untuk dapat memakai waktu 2 jam untuk 
belajar mandiri di rumah, walaupun diakui kadang dilanggarnya juga. Bermain 
komputer, bergaul dengan teman-teman, hiburan, nonton, bahkan tetap aktif 
sebagai sekretaris remaja di Gereja Jemaat Kristus Indonesia Sunter, adalah 
cara Nathaniel mengisi hari-harinya dengan seimbang. 

Melakukan yang terbaik menjadi tujuan Nathaniel. Ketika ditanya pesan 
untuk teman-teman yang ingin mengikuti jejaknya, Nathaniel memberi 
beberapa tips: Pertama, Tahu tujuan mau kemana. Kedua, Tetaplah dekat 
dengan Tuhan. Ketiga, Carilah motivasi diri untuk meresponi tujuan pribadi- 
membanggakan orangtua. 

Gapailah cita-cita setinggi langit/' pesan Nathaniel untuk setiap anak muda, 
sebagaimana itupun yang menjadi motonya. Orangtua, guru, teman, adalah 
pendukung di balik setiap kesuksesan. Namun tak dapat diingkari, anugerah 
Tuhan yang membuat setiap orang berhasil, maju, dan menjadi terbaik. 

^Lidya 



\ 



*■•• 






Biodata 




Nama 


; Nathaniel 


TTL 


: Jakarta 23 Desember 1994 


Sekolah : 


Kelas XII SMAK 3 Penabur 


Ortu 


: Ir. Budhi Santosa & trees Melijana zailani 


Anak 


: ke-I dari 3 bersaudara 


Prestasi 




- Medali emas OSN X di Manado, 2011 


- Juara III lomba cepat tepat teknik Kimia di UI , 2011 


- Semifinalis lomba cepat tepat ilmu pangan di IPB 2011 


Hobi 


: Bermain komputer 


HP 


: 08998958984/082130300984 


Tujuan 


: Nanyang Technological University 



i 

[•'M'-H-Ti- 


1 i '£*. 












[Nathaniel, Pemenang OSN Fisika Manado 201 1 



i. 




f0800-1 0-77777 021-536-71 -777) 

llBEBAS PULSA,' tOLLFKEE» [HANDPHOME1 J 



FULLO 



@FULLO 



ide inspriratif terbaik + 5 bungkus FULLO (varian apa saja} 
berkesempatan mendapatkan Rp J Juta untuk 
100 orang pemenang 1 



ide inspriratif terbaik + 1 tutup box FULLO (varian apa saja) 
berkesempatan mendapatkan Rp 2 Juta untuk 
50 orang pemenang 1 



Kirimkan beserta identitas diri (Nama, Alamat lengkap, 

No. Telp, No. KTP/Kartu Pelajar) ke PO BOX 7777 JKB 11 000 

Temukan juga puluhan juta hadiah produk langsung di balik 
bungkus Fullo (varian apa saja) dengan menukarkan bungkus 
ke toko-toko atau warung terdekat (non supermarket). 
Hati Hati Penipuan! Pemenang promo ini tidak dipungut biaya apapun, 



REFORMATA 



n Konsultasi Keluarga 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 




Ditinggal Istri, 
Suami Kecanduan Gay-porn 



Bimantoro 



Bapak konselor, sebut saja namaku A, menikah 9 tahun dan dikaruniai 
seorang putri, 6 tahun. Saya punya masalah pelik yang harus segera dibereskan, 
tapi tidak berani berbicara dengan istri. Hubungan kami sebenarnya baik- 
baik saja, tapi beberapa bulan terakhir Saya menemukan kebiasaan aneh 
yang menakutkan. Sejak kami menikah, istri sering pulang-pergi ke Vietnam 
untuk bisnis. Memang dari kami pacaran dia sudah di luar negeri. Awalnya 
Saya pikir ini tidak jadi masalah, ternyata malah menimbulkan masalah bagi 
Saya. Ketika Istri ke luarnegeri dalam beberapa bulan, lalu hanya pulang 1-2 
minggu, membuat kami jarang sekali berhubungan intim. Segalanya jadi terasa 
hambar. Dalam kondisi seperti itu Saya mulai mencari "pelepasan" lain, dengan 
masturbasi dan membaca buku porno. Meski Saya tahu itu dosa, tapi lebih baik 
daripada Saya selingkuhlah. Parahnya, Saya baru sadar, bahwa sebetulnya Saya 
lebih tertarik kepada gay-porn daripada pornografi biasa (laki-laki-perempuan). 
Saya berpikir apakah Saya bisa menjadi gay? Karena dulu Saya tidak pernah 
berpikiran begitu. Sejak saat itu Saya lebih banyak memperhatikan bentuk 
tubuh pria, apakah karena Saya juga sering fitness dan ingin memiliki tubuh 
yang bagus? Ini sangat mengganggu. 

A 
Jakarta 



Bapak A di Jakarta,memang tidak 
mudah bagi seorang pria (suami) yang 
ditinggal istri berbulan-bulan. Apalagi 
dalam kondisi kurangnya kuantitas 
waktu, pada saat bertemu yang hanya 
beberapa minggu itu tidak terbina pula 
quality time yang baik, sehingga bukan 
saja hubungan intim (sexual-intimacy) 
yang menjadi korban, namun juga 
komunikasi. Kemesraan antara suami 
istri pun dapat diyakini berkurang 
jauh, dan tentunya hal ini akan 
mempengaruhi perasaan kita terhadap 



istri dan bahkan juga anak maupun hal- 
hal lain disekeliling kita. 

Aneh sekali memang, orang 
yang sudah mengecap/ mengalami 
pernikahan dan hubungan seksual, 
maka seolah-olah di dalam dirinya ada 
komponen baru yang memaksa untuk 
mencari dan mengalami sensasi yang 
sama. Hal inilah yang seringkali disebut 
sebagai kebutuhan seksual. Meskipun 
seringkali sifatnya instingtif, dimana 
keinginan/ kebutuhan ini muncul secara 
tiba-tiba saja, dan tubuh pun bereaksi 



terhadap rangsangan-rangsangan 

tertentu. Maka biasanya tubuh dan 
setiap hormonnya (epinephrine yang 
membentuk adrenalin) akan mendorong 
kita untuk mencari suatu pelepasan 
hormon yang lain (nor-epinephrine) 
yang membuat kita merasa lebih relax 
dan tenang. 

Dalam hal ini orang seringkali 
menggunakan berbagai macam cara, 
dari cara yang normative sampai cara 
yang instingtif, mengikuti dorongan 
dasar manusia. Ada orang-orang 
yang berusaha dengan menggunakan 
cara olah raga, atau menyibukan diri 
dengan pekerjaan, bertemu dengan 
teman-teman peer-groups, atau pun 
meditasi. Tapi ada juga orang yang 
akhirnya mencari pelepasan dengan 
cara masturbasi, sambil membaca buku 
atau melihat film porno. Tidak sedikit 
yang pergi ke pelacuran, mencari teman 
one night stand, hingga terlibat dalam 
perselingkuhan yang panjang dengan 
orang lain. 

Dari apa yang Bapak ceritakan, 
sebetulnya Bapak juga mencari meka- 
nisme yang sama untuk melepaskan 
"ketegangan" yang dialami, sehingga 
mencari cara yang dipikir relative aman 
dibandingkan cara yang lain. Cara yang 
kemungkinannya lebih besar untuk 
mengikat diri kita, baik secara fisik 
maupun emosi, dan menyakiti berbagai 
pihak lain seperti perselingkuhan. 
Namun sayang, kita tidak melihat 
jebakan lain yang membuat kita seolah 
tidak berkutik, dan malah menjadi 
momok yang menakutkan bagi diri 
sendiri. Suatu perasaan di mana kita 
mengalami kebimbangan dengan apa 
yang terjadi pada diri kita. Dari yang 
tadinya tidak pernah tertarik dengan 



gay, tiba-tiba saja merasa ada suatu hal 
yang aneh dan menarik dari gay-porn. 
Akhirnya itu membawa kita melihat 
lebih jauh kepada orang-orang tertentu 
di fitness center, yang entah kenapa 
menjadi terlihat menarik. 

Hal ini dapat dikatakan, bahwa kita 
sudah memiliki kapasitas untuk jatuh ke 
dalam dosa yang lebih besar. Hal yang 
jika kita biarkan akhirnya membawa 
kita kepada ikatan yang lebih merusak 
dan menghancurkan hidup dan rumah 
tangga kita. Karena itu, ada beberapa 
hal yang Saya rasa bisa kita kerjakan 
untuk memperbaiki hal ini: 

1. Kita harus menyadari, bahwa hal ini 
akan membawa kita kedalam ikatan yang 
lebih merusak dan menghancurkan rumah 
tangga kita. Maka sebaiknya kita harus 
mulai membangun komunikasi lagi yang 
lebih meaningful. Berbicara kepada istri 
akan kebutuhan kita, betapa pentingnya 
kehadiran dia di sisi kita, dan perlunya 
quality time disela-sela waktu yang amat 
sedikit. Ceritakan pula kebutuhan terkait 
seksualitas, intimacy/ kemesraan, dan 
komunikasi yang efektif antar pasangan. 
Ini pun perlu dibahas, apakah suatu 
keharusan yang membuat istri harus terus 
menerus tidak bisa berhenti untuk ke luar 
negeri, entah demi bisnis ataupun hal lain 
yang dikerjakan disana. 

2. Berusaha mengalihkan kebutuhan- 
kebutuhan instingtif kepada hal-hal yang 
normative, yang tidak menjerat kita, tapi 
justru bisa mepengaruhi secara positif 
terhadap diri kita pribadi. Hal ini berarti 
kita juga harus menyadari, bahwa kita 
memiliki kapasitas, dan kemampuan 
untuk terjebak kepada hal-hal yang 
baru yang kita pikir sebelumnya bahwa 
ini aman. Padahal, justru kita belajar 
sesuatu yang baru, yang negative, yang 



membawa kita kepada komponen lain 
dalam diri kita. Tidak heran jika suatu 
saat kita bukan saja melihat gay-porn, 
tapi justru mempraktekannya, dan 
mengambilnya menjadi satu bagian 
dalam diri kita. Dalam hal ini, tingkah 
laku gay menjadi dipelajari dan tidak 
disadari kita pilih untuk menjadi sexual 
preferensi. 

Menyadari bahwa kita harus 
menjauhkan diri dari dosa percabulan. 
Seperti yang ditulis dalam 1 Korintus 
5:18-20: "Jauhkanlah dirimu dari dosa 
percabulan! Setiap dosa lain yang 
dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. 
Tetapi orang yang melakukan percabulan 
berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau 
tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu 
adalah bait Roh Kudus yang diam di 
dalam kamu, Roh Kudus yang kamu 
peroleh dari Allah, dan bahwa kamu 
bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu 
telah dibeli dan harganya telah lunas 
dibayar. Karena itu muliakanlah Allah 
dengan tubuhmu/' Kita harus menyadari 
sungguh, bahwa Tuhan menginginkan 
kita setia kepada-Nya, hidup menurut 
ajaran dan perintah-Nya. Kita perlu 
bertobat dan meninggalkan kebiasan 
yang buruk yang bisa mempengaruhi 
hidup kita, dan sebaliknya memohon 
belas kasih dan anugerah Tuhan untuk 
menolong kita melalui masa-masa sukar 
dalam hidup kita. 

Kiranya hal-hal ini bisa menolong 
Bapak A, untuk memiliki sedikit 
gambaran mengenai apa yang terjadi 
dalam diri kita, dan bagaimana kita 
harus bersikap. 



Lifespring Counseling 
and Care Center Jakarta 
021- 30047780 



Konsultasi Hukum 




Minta Warisan, 
Anak Somasi Ibu 



An An Sylviana, SH, MBL* 



Bapak Pengasuh yang terhormat, beberapa tahun lalu Ayah Saya 
meninggal dunia. Sepeninggal Ayah, adik laki-laki saya yang paling 
bungsu terjerat narkoba dan sudah sangat banyak biaya yang telah 
dikeluarkan, baik oleh Ibu maupun kami kakak-kakaknya. Kami adalah 
empat berSaudara, Saya adalah anak yang tertua. Singkat cerita, 
karena salah satu keinginannya tidak dituruti, tanpa seijin keluarga, 
adik kami meninggalkan rumah. Persoalannya, sekarang adik Saya telah 
menunjuk sebuah Kantor Pengacara untuk mensomasi Ibu kami untuk 
meminta pembagian harta warisan. Pertanyaan saya, apakah bisa harta 
warisan dibagikan sementara Ibu kami masih hidup? Langkah-langkah 
apa yang harus kami tempuh dengan adanya somasi dari Kantor 
Pengacara tersebut? 

Terima Kasih. 

Edwin - Jakarta Selatan. 



Sdr. Edwin yang terkasih, pada 
prinsipnya pewarisan baru berlaku 
apabila Pewaris telah meninggal 
dunia dan meninggalkan ahli waris 
dan harta warisan. 

Pewaris adalah orang yang 
meninggal dunia dengan 
meninggalkan hak dan kewajiban 
kepada orang lain yang berhak 
menerimanya, sedangkan 

Ahli Waris adalah orang yang 
masih hidup yang oleh Hukum 
diberi hak untuk menerima hak 
dan kewajiban yang ditinggal 
oleh Pewaris. Sementara yang 
dimaksud dengan Harta Warisan, 
adalah hal-hal yang dapat diwarisi 

REFORMATA 



dari si Pewaris, yaitu hak-hak dan 
kewajiban-kewajiban dalam ruang 
lingkup harta kekayaan. 

Ada tiga macam Ahli Waris, yaitu: 
Pertama, ahli waris yang didasarkan 
atas perkawinan dengan si Pewaris, 
yang terdiri dari anak-anak, suami 
(duda) atau isteri (janda) si 
Pewaris; Kedua, Ahli Waris atas 
dasar hubungan darah dengan 
si Pewaris, antara lain : bapak, 
ibu (orang tua), sanak Saudara 
si Pewaris; Ketiga, ahli waris atas 
dasar Wasiat, yaitu setiap orang 
yang diberi wasiat secara sah oleh si 
Pewaris yang biasanya berisi suatu 
penunjukkan untuk mendapat 



bahagian dari Harta Peninggalan, 
dan biasanya harta yang diperoleh 
berdasarkan Wasiat tidak boleh 
melebihi bahagian yang seharusnya 
diterima oleh sekalian Ahli Waris 
(Legitimi Portie). 

Ahli Waris dapat menyatakan 
diri untuk menerima atau menolak 
Harta Warisan, karena ada kalanya 
Harta Warisan tidak melulu berupa 
aktiva, yaitu sejumlah benda yang 
nyata dan atau berupa tagihan 
atau piutang kepada pihak ketiga, 
hak immateriil seperti Hak Cipta, 
tetapi juga berupa pasiva, yaitu 
sejumlah hutang Pewaris yang 
harus dilunasi pada pihak ketiga 
maupun kewajiban lainnya. 

Dalam kasus yang sedang anda 
hadapi, mungkin yang dituntut oleh 
adik Saudara melalui Pengacaranya 
adalah Harta Peninggalan almarhum 
Ayah Saudara. Kalau memang itu yang 
dimaksudkan, adik anda memang 
berhak untuk mendapatkannya 
sebagai salah satu Ahli Waris. 

Selanjutnya, yang perlu 
diperhatikan adalah hal-hal sebagai 
berikut: 

Pertama, Ibu Saudara, selain 
sebagai salah satu Ahli Waris dari 
almarhum Ayah Saudara, sehingga 
menurut Hukum apabila tidak 




ada perjanjian perkawinan, maka 
seluruh harta yang diperoleh oleh 
Ibu Saudara dan almarhum Ayah 
Saudara adalah merupakan harta 
bersama, dan menurut Hukum, Ibu 
Saudara berhak atas separuh dari 
Harta bersama tersebut. 

Kedua, dengan demikian Harta 
Warisan yang dapat dibagi dan 
menjadi bagian dari para ahli waris 
adalah separuh dari harta bersama 
tersebut. Dan dari harta warisan ada 
Ibu Saudara dan Saudara beserta 
3 orang adik Saudara yang berhak 
untuk menerima bagian masing- 
masing 1/5 (satu per lima) bagian. 

Ketiga, untuk memudahkan 
pembagian warisan, sebaiknya 
diajukan terlebih dahulu 



Permohonan Penetapan Waris di 
Pengadilan Negeri di mana salah 
satu ahli waris bertempat tinggal. 

Keempat, harta warisan yang akan 
dibagi tersebut sebaiknya dinilai 
terlebih dahulu oleh Perusahaan 
Penilai yang Independen, sehingga 
akan memudahkan menghitung 
bagian dari masing-masing ahli 
waris, karena ada kalanya ahli- 
ahli waris yang lain enggan untuk 
berbagi, karena Ibu masih hidup dan 
ingin menghormatinya, sehingga 
untuk ahli waris yang meminta 
bagiannya terlebih dahulu, dapat 
diberikan terlebih dahulu pula. 

Kelima, sebaiknya permasalahan- 
permasalahan seperti ini diupayakan 
untuk diselesaikan secara 
musyawarah dan kekeluargaan. 
Sebaiknya Saudara sebagai kakak 
yang tertua berusaha untuk 
menyadarkan, bahwa apa yang 
telah adik Saudara lakukan tersebut 
memang diperbolehkan oleh 
Hukum, akan tetapi jelas amat 
sangat tidak santun. 

Demikian penjelasan dari kami, 
semoga bermanfaat. 



Managing Partner pada kantor 

Advokat & Pengacara 

An An Sylviana & Rekan 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Konsultasi Teologi 





Kontroversi 
Salib Katolik dan Protestan 



Pdt. Bigman Sirait 



Bapak Pengasuh, Saya ingin menyampaikan pertanyaan seputar apa yang saya 
amati dari teman-teman di Katolik,yaitu: 

1. Mengapa Katolik tetap memakai cara doa dalam tri tunggal seperti menyalibkan 
diri (tiga titik: kepala, bahu kiri dan kanan) sedangkan Protestan tidak. 

2. Mengapa Katolik salibnya selalu ada patung Yesus, sementara Protestan tidak. 
Demikian pertanyaan saya, semoga Bapak dapat menolong saya untuk 

memahami hal ini. Salam 

Benyamin Tambubolon 
Palembang 



BENYAMIN yang dikasihi Tuhan, 
pnenyenangkan bisa berinteraksi 
dengan anda melalui Tabloid 
tercinta, Reformata. Saya berharap 
selama menjadi pembaca, anda 
mendapatkan banyak berkat dan 
percerahan atas kehadiran Reformata. 
Jarak yang jauh, antara Jakarta 
dengan Palembang tak menghalangi 
kita untuk saling menyapa lewat 
rubrik ini. Pertanyaan anda mengenai 
doa umat katolik yang Anda sebut 
sebagai doa dalam tri tunggal, lalu 
membandingkannya dengan ritual 
doa protestan, menurut Saya cukup 
menggelitik dan layak untuk kita ulas, 
dengan harapan, semakin memperkaya 
wawasan pikir kita bersama. Karena 
menjadi sebuah perenungan yang 
penting, apakah jika protestan tidak 
melakukan, maka yang melakukan 
menjadi salah. Atau tidak lazim? Saya 
pikir sebuah cara doa bukanlah sebuah 
keharusan, tetapi berdoa, ya. Artinya, 
berdoa memang harus. Semua orang 
Kristen sudah seharusnya berdoa 
kepada Allah yang maha kuasa. Ini 
tidak bisa dibantah dan saya percaya, 



umat katolik dan protestan pasti sama 
sikapnya dalam hal ini. 

Di dalam Perjanjian Lama (PL), 
tentang apa itu doa sangatlah jelas. 
Umat bergumul dalam doanya kepada 
Allah. Ada doa berupa permintaan 
(kebutuhan hidup, atau perlindungan), 
atau juga doa pengakuan dosa (pribadi 
atau bangsa). Sementara dalam 
Perjanjian Baru (PB) Tuhan Yesus 
bahkan secara khusus mengajarkan Doa 
Bapa kami (Matius 6:9-13). Rasul Paulus 
juga mengingatkan orang percaya agar 
berdoa senantiasa. Tidak berbeda, 
Yakobus juga berkata; Doa orang benar 
besar kuasanya (Yakobus 5:16). 

Nah, sekarang soal cara berdoa. Di 
dalam PL umat Israel berdoa dengan 
mengangkat tangannya keatas. Dan, 
Yunus di dalam perut ikan (Yunus 2: 
1), pastilah dalam posisi terlentang 
atau tengkurap. Hizkia berdoa dengan 
memalingkan wajahnya (2 Raja- 
raja 20: 2). Sementara Tuhan Yesus 
di gambarkan dalam kitab Matius 
berdoa dengan bersujud (Matius 26: 
39). Artinya, ada banyak cara berdoa 
di dalam Alkitab. Tampaknya selalu 




dr. Stephanie Pangau, MPH 



Dok saya seorang ibu berumur 30 tahun, sudah menikah selama 
3 tahun dengan suami saya yang sekarang sudah berusia 34 tahun. 
Tinggi badannya sedang-sedang saja, tetapi berat badannya agak 
overweight sekitar 10 kg. Yang jadi masalah adalah, suami saya kalau 
tidur dengkurnya keras sekali dan kalau saya perhatikan, napasnya 
sering berhenti berkali-kali dan cukup lama. Awalnya itu membuat 
saya agak takut, tapi sekarang sudah terbiasa melihat dia seperti 
itu. Disela-sela dengkurnya itu dia juga sering terbangun sesaat, 
tapi kemudian tertidur lagi dan mendengkur lagi. Terkadang saya 
sampai harus pindah kamar untuk bisa melanjutkan jam tidur saya 
dengan lebih tenang . Yang menjadi pertanyaan saya: 1) Mengapa 
orang tidur mendengkur, apa penyebabnya? Dan mengapa dia sering 
seperti orang yang tidak bernapas? 2) Dengan kondisi seperti itu, 
adakah dampak buruknya bagi kesehatannya kedepan? Kalau ada, 
apa saja yang bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya? Suami 
saya sering terlihat lelah, mengantuk, dan kurang bergairah walaupun 
di pagi hari, Dia juga sedikit pelupa dan sensitif. Atas jawaban dokter 
terima kasih. 

Ibu Dhanny 



Ibu Dhanny yang terkasih, 
dengkur atau Obstructive Sleep 
Apnea (OSA) memang sering 
dijumpai. Ini adalah keadaan 
gangguan pernapasan pada saat 
tidur utama. Pada saat tidur 
udara melewati jalan napas yang 
menyempit dan menyebabkan 
terjadi getaran suara (vibrasi). 



Inilah yang menimbulkan bunyi 
dengkur. Penyempitan jalan napas 
biasanya disebabkan adanya 
pembesaran amandel (tonsil), 
palatum molle dan uvula yang 
panjang, bias juga karena ada 
deposit lemak yang berlebihan. 
Sementara Patogenesisnya: saat 
tidur lidah jatuh kebelakang, 



berkaitan dengan suasana hati atau 
peristiwa yang ada di sekitar orang yang 
berdoa. Tuhan, tak marah atau mencela 
cara berdoa umat Nya. Celaan Tuhan 
terhadap doa lebih terkait dengan sikap 
hati yang munafik. Tampak berdoa tapi 
bukan dengan kerendahan hati, malah 
sebaliknya, agar dipuji orang. Orang 
Farisi seringkali dikritik Yesus Kristus soal 
kemunafikan ini. 

Jadi jelas sekali, Alkitab mengajarkan 
kita harus berdoa, sementara cara 
berdoa adalah kekayaan ekspresi. Katolik 
berdoa dengan simbol Tri tunggal (atas 
nama Bapa, Putra dan Roh Kudus), bagi 
saya sangat indah. Iman terhadap Allah 
Tri tunggal diwujudkan dalam cara doa. 
Sebuah pengakuan atas kasih Allah yang 
menebus kita melalui Kristus dan dengan 
pertolongan Roh kudus, sehingga karya 
keselamatan sejati dari Allah Tri tunggal 
menjadi nyata dalam kehidupan ini. 
Tak ada yang salah dengan cara ini, 
sekalipun cara ini tak membuat doa 
menjadi luar biasa, melainkan sikap 
hatilah yang mutlak penting. Sementara 
protestan yang tidak melakukannya, ini 
lebih karena perjalanan sejarah. Ada 
benturan teologis yang memang prinsip 
pada waktu lampau. Namun persoalan 
teologis yang prinsip sering merembet 
hingga soal cara yang sesungguhnya 
tidak prinsip. Untuk itu alasan 
pembenaran pun dibuat. Sama seperti 
umat protestan, sama-sama menyanyi 
memuji Tuhan, tapi ada yang tepuk 
tangan dan ada yang tidak. Padahal, 
ini lebih soal kultural, bukan doktrinal 
yang prinsip. Jadi umat katolik berdoa 
dengan tanda Tri tunggal, dan protestan 
tidak, itu karena persoalan perbedaan 
di masa lalu. Dan itu meliputi banyak 
aspek, hingga pemakaian lilin dalam 
doa dan lain sebagainya. Semangatnya, 
pokoknya berbeda. Padahal, ini bukan 
persoalan yang prinsip, tapi dibuat 
menjadi prinsip. 

Persoalan masa lalu janganlah kiranya 



mengganggu di masa kini. Dan sudah 
waktunya, kita saling belajar dan menikmati 
kekayaan yang indah dalam perbedaan 
yang ada. Bagi saya pribadi, berdoa 
dengan tanda Tri tunggal itu tak masalah. 
Hanya saja, sebagai seorang protestan 
saya tak perlu membuat masalah baru lagi 
diinternal protestan, dengan berdoa dan 
mengakhirinya dengan tanda Tri tunggal. 
Ingat, karena ini bukan soal yang prinsipil. 
Dalam lingkungan umat protestan sendiri 
pun cara berdoa sangat beraneka ragam, 
bahkan kontras, sekalipun tidak memakai 
tanda Tri tunggal. Di lingkungan umat 
protestan ada yang berdoa dengan tangan 
terangkat ke atas. Lalu ada dengan tangan 
yang menengadah. Ada yang berlutut, 
dan ada juga yang berdoa dengan mata 
terbuka. Juga ada yang selalu menangis 
setiap kali berdoa. Semua mempunyai 
alasan, namun bukan alasan yang prinsip. 
Begitu juga dengan soal salib. Simbol 
Salib di kalangan umat protestan 
umumnya tidak dibuat gambar atau 
wujud Yesus dengan alas an, Yesus 
tidak tersalib lagi melainkan sudah 
bangkit. Dia tidak ada di salib, ini alasan 
yang dipakai. Alasan ini masih bisa 
diperpanjang. Sementara bagi umat 
katolik, Yesus tersalib memang adalah 
fakta yang ada dan bukti kasih dalam 
penebusan dosa. Lagi-lagi, sejatinya, 
tidak ada yang prinsip. Tapi kembali 
sentimen masa lalu yang memunculkan 
semangat, pokoknya harus beda. 
Memang masih ada perbedaan doktrinal 
yang tergolong prinsip yang masih 
menjadi PR bersama. Tapi jangan lupa, 
di kalangan umat protestan perbedaan 
denominasi juga diwarnai perbedaan 
doktrin yang cukup serius. Karena itu 
soal perbedaan ritual dan doktrinal 
harus dibagi dengan jelas, dan jangan 
membuatnya menjadi rancu. Diperlukan 
kebesaran jiwa dan kerendahan hati 
untuk saling belajar, tanpa harus 
terkurung oleh bayang-bayang masa 
lalu. Tanpa disadari, sebetulnya 



perbedaan itu tampak sirna pada 
banyak sisi. Misalnya soal salib yang 
ada Tuhan Yesus, ada banyak gereja 
protestan yang menggunakannya. 
Apalagi jika berbicara soal lukisan, 
sangat banyak lukisan Yesus yang 
tersalib dilingkungan protestan. Jika 
konsisten dengan konsep Yesus sudah 
tidak tersalib lagi karena sudah bangkit, 
maka lukisan pun seharusnya tidak 
boleh. Nah, jelas sekali ini soal masa 
lalu dan bukan soal prinsip. Karena itu, 
lewat pertanyaan saudara Benyamin, 
mari kita jadikan ini momentum 
pembelajaran. Belajar berdialog dan 
bersahabat antara umat katolik dan 
umat protestan yang sama-sama 
mengaku pengikut Yesus Kristus. Tak 
lagi terjebak membesarkan perbedaan 
masa lalu, namun wajib mempelajari 
latar belakangnya. Menemukan makna 
yang sesungguhnya, sejarah yang 
sebenarnya, dan mereformasi gereja 
secara bersama, baik dilingkungan 
gereja katolik maupun protestan. Belajar 
mendekatkan diri, karena itulah ciri-ciri 
khas dari gereja sebagai tubuh Yesus 
Kristus yang sejati. 

Perbedaan bukanlah malapetaka, bisa 
jadi itu kekayaan yang tersembunyi. 
Namun, di saat yang bersamaan 
perbedaan yang prinsipil memang 
tak bisa diabaikan begitu saja. Harus 
dijadikan bahan diskusi, dan belajar 
menemukan kebenarannya di dalam 
Firman Tuhan, biarlah Firman Tuhan 
yang menjadi alat ukur terhadap 
semuanya. Bukankah itu indah? 

Akhirnya, Benyamin yang dikasihi 
Tuhan, selamat menikmati perbedaan 
yang ada. Sangat perlu kita belajar 
dengan hati-hati untuk mencermati dan 
membagi mana yang prinsip dan mana 
yang tidak prinsip. Marilah kita saling 
memperkaya dalam perbedaan yang 
tidak prinsip dan berdiskusi dengan 
ramah untuk hal yang prinsip. Indah 
bukan. Tuhan memberkati kita semua. 



Konsultasi Kesehatan 



Disfungsi Ereksi 
karena Dengkur 



kedinding faring belakang 
dan bisa menyebabkan 
tersumbatnya jalan napas 
(nasofaring danorofaring), 
sehingga aliran udara terhenti 
dan mengakibatkan napas 
seperti berhenti. 

Selanjutnya, ketika level 
oksigen di otak cukup rendah, 
yang bersangkutan akan 
terbangun sesaat, sumbatan 
hilang dan aliran udara akan 
lancar kembali. Biasanya 
akan disertai gasp (hembusan 
napas) yang keras. Setelah 
itu yang bersangkutan akan 
tidur kembali, dan kejadian 
yang sama akan berulang lagi. 
Terhentinya napas yang terjadi 
saat tidur bisa terjadi berulang- 
ulang. Setiap kali napas terhenti, 
lamanya bisa mencapai sekitar 10 
detik, atau bahkan lebih lama lagi, 
sampai 1 menit. Dari penelitian, 
keadaan seperti ini bisa terjadi 
sampai ratusan kali dalam 1 
malam. 

Menjawab pertanyaan kedua, 
sebaiknya kita tahu dulu gejala 
dari obstructive sleep apnea (OSA) 
ini: Mendengkur keras, sangat 



%M* 




mengantuk di siang hari, tercekik 
dan tarik napas dalam ketika tidur, 
tidur tidak segar, lelah siang hari, 
gangguan konsentrasi dan lain- 
lain. 

Efek klinis dari dengkur atau 
OSA antara lain: Adanya gangguan 
pola tidur, mengantuk disiang 
hari, gangguan tingkah laku, bisa 
depresi, tampilan yang kusam, 
darah tinggi pulmoner, hambatan 
pertumbuhan dan lain-lain 
(mungkin ada beberapa keadaan 



sama seperti yang suami anda 
alami ). Jadi, orang yang 
mengalami tidur mendengkur 
bisa berdampak pada kualitas 
hidup yang terganggu 
(tampilan buruk disekolah 
dan tempat kerja), sosial, 
perkawinan (42% pada laki- 
laki bisa terjadi disfungsi ereksi 
karena OSA ), selain bisa juga 
mengakibatkan kecelakaan 
lalu lintas dan kerja. 

Bagi mereka yang 

mengalami keadaan seperti 

ini, sebaiknya terlebih 

dahulu berkonsultasi dengan 

dokter keluarganya dulu, 

untuk menentukan kelainan 

apa yang di derita supaya bisa 

dikoreksi. Namun bila mendapat 

kesulitan dapat dirujuk ke dokter 

ahli seperti THT atau Paru untuk 

mendapatkan penanganan yang 

diperlukan. Demikian jawaban 

kami, kiranya TUHAN memberkati 

Ibu Dhanny dan keluarga. 



Koordinator Pembinaan Pelatihan 
Yayasan Prolife Indonesia (YPI) 



REFORMATA 



Jadwal Gereja 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



Bagi Anda 

yang ingin memasang 

jadwal ibadah gereja Anda, 

silakan menghubungi 

bagian iklan 



REFORMATA 

Jl. Salemba Raya No: 24A-B, 

Jakarta Pusat 



Telp: 021 -3924229, 

HP: 0811991086 

Fax:(021) 3148543 




% 



GBI NEW CREATION COMMUNITY 

Mempersembahkan Gereja yang Kudus 
Berbuah dan Berkarakter Kristus 



Doakan dan Hadirilah Ibadah GBI NCC Perdana Jakarta 
Kebaktian Minggu & Sunday School 

Menara Standard Chartered 

Lt.3. Jl Prof Dr Satrio Kav 1 64 - karet Jaksel 
(samping Sampoerna Strategic Square Sudirman) 

- 4 Maret 2012 Pkl.l 7.00 Pdt. Justan Silaban (Perjamuan Kudus) 

- 1 1 Maret 201 2 Pkl.l 7.00 Pdt. Justan Silaban 

- 1 8 Maret 201 2 Pkl.l 7.00 Ev. Rudi Salam 

-25 Maret 201 2 Pkl.l 7.00 Pdt. AlexYesaya Pangaibali 



I badani Perdana 



1{JOG2zdS)£0Q0 



Untuk Informasi Hubungi: 
081 2.86048.848 / 0858.1 1 800.880 







YEHUDA GOSPEL MINISTRY 
PIMPINAN : Pdt. Dr. Drs. Yuda D. Mailool 




Sekretariat : Kelapa Gading Hy permai (KTC) Lt. 2 Blok AJI. Boulevard Barat Raya 
Kelapa Gading 14240 Telp. (021) 45851910 / 0817817595 Fax. (021) 45 85 19 10 


KTC LT. 2 


JADWAL KEBAKTIAN MINGGU 


MARET 2012 


TANGGAL 


WAKTU 


PEMBICARA 


KETERANGAN 


04 MARET 2012 


PKL 07.30 


Pdt, Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PKL 17.00 


Pdm. AGUSSETIAWAN 


11 MARET 2012 


PKL 07.30 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PKL 17.00 


Pdm. DONNYTOISUTA 


18 MARET 2012 


PKL 07.30 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PKL 17.00 


Ev. HARYO SENO 


25 MARET 2012 


PKL 07.30 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PERJAMUAN KUDUS 


PKL 10.00 


Pdt. Dr. Drs. YUDA D. MAILOOL 


PKL 17.00 


Pdm. JAMES PASARIBU 


IBADAH WBK SETIAP HARI RABU 
JAM: 16.00 WIB 

• IBADAH TENGAH MINGGU IBADAH DOA MALAM • 
HARI / TGL : KAMIS, 01 MARET 2012 HARI / TGL : KAMIS, 22 MARET 2012 
JAM : 1 8.00 Wl B JAM : 1 9.00 Wl B 

• IBADAH DOA MALAM IBADAH TENGAH MINGGU • 
HARI / TGL : KAMIS, 08 MARET 2012 HARI / TGL : KAMIS, 29 MARET 2012 
JAM : 19.00 WIB JAM : 18.00 WIB 

• IBADAH TENGAH MINGGU 

HARI / TGL : KAMIS, 15 MARET 2012 
JAM: 18.00 WIB 


NB: SELURUH JADWAL DIATAS DI ADAKAN DI KTC HYPERMALL LT.2 BLOK A 




GEREJA REFORMASI INDONESIA 
INDONESIA REFORMED C H U B C H 



JADWAL KEBAKTIAN 

TENGAH MINGGU 

GEREJA 

REFORMASI 

INDONESIA 

Maret 2012 



Persekutuan Oikumene 
Rabu, Pkl 12.00 WIB 

7 Maret 201 2 

Pembicara: Bp. Harry Puspito 

14 Maret 201 2 

Pembicara: Ibu. Juaniva Sidharta 

21 Maret 201 2 

Pembicara: Pdt. Bigman Sirait 

28 Maret 201 2 

Pembicara:Pc/r. Yusuf Dharmawan 



Antiokhia Ladies Fellowship 
Kamis, Pkl 11.00 WIB 

1 Maret 201 2 

Pembicara: Pdt. Yusuf Dharmawan 

8 Maret 201 2 

Pembicara: Ibu Juaniva Sidharta 

15 Maret 201 2 

Pembicara: Ibu Tuti Mesakh 

22 Maret 201 2 

Pembicara: Pdt. Bigman Sirait 

29 Maret 201 2 

Pembicara: Bp. Roy Huwae 



ATF 
Sabtu, Pkl 16.30 WIB 

3 Maret 201 2 

Pembicara:Kak Kezhia BS 

10 Maret 201 2 

Pembicara: PA 

17 Maret 201 2 

Pembicara:Pak Slamet. 

24 Maret 201 2 

Pembicara: Kebersamaan 



WISMA BERSAMA Lt.2, Jin. Salemba 
Raya 24A-B Jakarta Pusat 



JADWAL KEBAKTIAN UMUM 

Gereja Kristus Rahmani Indonesia Jemaat Petra 



Jadwal Khotbah 



Pkl. 07.30 WIB 



Pkl. 10.00 WIB 



Maret 
2012 



04 Ibadah Perj. Kudus 

Pdt. Saleh Ali 
11 Ev. Michael Christian 
18 Ev. Jimmy Lu kas 
25 Pdt. Mangapul Sagala Pdt. Mangapul Sagala 



Ibadah Perj. Kudus 
Pdt. Saleh Ali 
Pdt. ReggyAndreas 
Ev. Jimmy Lukas 



April 
2012 



01 



06 

08 
15 
22 



Ibadah Perj. Kudus 
Pdt. Saleh Ali 



Ev. Yusniar Napitupulu 
Ev. Wahyu Wahyono 



Ibadah Perj. Kudus 

Pdt.YakubB.Susabda 

Ibadah Jumat Agung 

Pdt. Saleh Ali (Perjamuan Kudus) 

Ibadah & Perayaan Paskah 

Ev. Yusniar Napitupulu 
Ev. Ronald O roh 



Tempat Kebaktian : 

Gedung Panin Lt. 6, Jl. Pecenongan No. 84 Jakarta Pusat 

Sekretariat GKRI Petra : 

Ruko Permata Senayan Blok F/22, Jl. Tentara Relajar I (Patal Senayan) 

Jakarta Selatan. Telp. (021) 5794 1004/5, Fax. (021) 5794 1005 




PERSEKUTUAN DOA 

EL SHADDAI 



^ULr.y' CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP (AMOS 5 : 6) 



KEBAKTIAN SETIAP KAMIS, JAM 18.30 

GEDUNG PANIN BANK, LT 6. JL. PECENONGAN RAYA 84. 

JAKARTA PUSAT 

Maret 2012: 

tgl.1 - Pdt Amos Hosea 

tgl.8 -PdtJEAwondatu 

tgl.1 5 - Pdt Samuel Sie - (Istri yang dominan, suami yang lemah) 

tgl.22 - Pdt Samuel Sie - (Menghormati batasan suami - istri) 

tgl.29-PdtRobinOng. 

April 2012: 

tgl.5 -PdtJEAwondatu 
tgl. 12 - Pdt Ridwan Hutabarat 
tgl. 19 - Pdt. Andreas Soestono 

DISERTAI KEBAKTIAN ANAK2 KAMIS CERIA 



SEKRETARIAT 
BCA Cab. Uta 



rELP.: [02 1] 70 1 6 7680, 9288 3860 - FAX: [02 1 ] 560 1 70 
ia Pasar Baru AC 002-303-1 7 1 7 a.n. PD. EL Shaddai 



Ms Misioner dan Kritis, Menjawab dan 
j/[\ Memenuhi Kebutuhan Umat di Milenium 3 

antiokhia Doakan dan Hadirilah 




Untuk Informasi Hubungi : 

Sekretariat: Wisma Bersama JL Salemba Raya 24A-B, Jakarta Pusat 10430 
Telp.(021) 3924229, 056 92 333 222 


Gereja Refa moa i indanesia BCTiZ fz3 rZ W • 2-1 f tH 'd 1 \ T~J T-C"^ 1 1 1 T* L^TlL^^CjFjB 




Kebaktian Minggu - 04 Maret 2012 

1 . TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Yusuf Dharmawan 
Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 1 7.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Minggu - 18 Maret 2012 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Bp. Fenty Sinurat 
Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. Pl Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53/ komp Bej Blk Komdak 

Pk. 1 7.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Minggu - 11 Maret 2012 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Lotnatigor Sihombing 
Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. Pl Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 1 7.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Minggu - 25 Maret 2012 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 
Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 

Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. Pl Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53/ komp Bej Blk Komdak 

Pk. 1 7.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Remaja Setiap Hari Minggu 
TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

- 4 Maret 2012 "Baptisan dan Karunia Roh Kudus 7 ' Pak Hery - 18 Maret 2012 "Hukum" 2 Pak Yuke 
-11 Maret 2012 "Hukum 1" Pak Hendi -25 Maret2012 "Hukum" 3 Pak Adil 

Kebaktian Tunas Setiap Hari Minggu 

- 4 Maret 2012 "Dia Tak Perna Berubah" Ibu Greta - 18 Maret 2012 "Allah Tritunggal" Ibu Juaniva 

- 1 1 Maret 2012 "Nama nama Allah" Jemy - 25 Maret 2012 "Alkitab dan Manfaatnya" Kak Dina 



REFORMATA 



r 



RE/ORMAJA| 



EDISI 149 Tahun IX 1 - 31 Maret 2012 



Peluang 




Juni Aji, Usaha Kantin Sakura 

Menangkap Peluang 



JUNI Aji menyajikan makanan 
khusus Jepang, seperti Chicken 
Katsu, Shrimp roli, Chicken roli, 
Ebi furai, dan Sayap ayam isi. Bahan 
makanan berkualitas, bersih, cepat 
saji, dan murah. Harga makanan dari 
13 ribu rupiah per paket, bahkan ada 
yang hanya 10 ribu rupiah. 

Lokasi Basement Wisma Dharmala 
menjadi tempat Aji menekuni usaha 
barunya ini. Karyawan kantoran, 
bahkan anak kampus yang ada di 
sekitarnya menjadi pembeli potensial 
di kantin Sakura miliknya. Kantin 
Sakura buka antara Pukul 07.30 
hingga 16.00 sore. Sekitar pukul 11 
siang hingga pukul 2 siang, terlihat 
benar padatnya pengunjung untuk 



merasakan nikmatnya 
makanan khas dalam 
nuansa makanan ru- 
mahan yang siap untuk 
dinikmati. 

Bagaimana Aji, pria 
kelahiran Mojokerto, 04 
Juni 1973 ini bertarung 
membangun usaha 
makanan ini? 



Proses 

Sejak pertengahan Mei 2011, 
Aji memulai usaha kantin ini dari 
pukul 7.30 hingga pukul 4 sore, dari 
hari Senin sampai Jumat. Untuk 
menjalankan usaha ini, Aji didukung 
oleh Wong Yung Ing, istrinya dan 2 





orang tenaga pelayan setiap harinya. 
Awalnya, membuka usaha kantin 
tidak pernah terpikirkan oleh Aji. 
"Sejak kembali dari Canada (Februari 
2011), saya berpikir usaha apa 
yang harus dilakukan. Sahabat saya 
menawarkan kalau ada satu tempat 



yang kosong, yang dapat dipakai 
untuk usaha makanan yang khas/' 
kisah Aji. 

Tawaran ini memberi peluang baru 
yang langsung ditanggap Aji dengan 
penuh antusias. Dalam waktu 2 
Minggu, Aji mulai mempersiapkan 
semuanya dengan keyakinan pasti. 
"Saya siap dengan menyajikan 
makanan khas Jepang, untuk itu 
Sakura menjadi nama kantin yang 




dipilih," ungkap Aji mengenang 
tantangan menegangkan itu. 

Pengalaman awal dengan bermodal 
keberanian serta kemampuan 
masak, Aji mulai merintis usaha 
barunya ini. Menempati tempat 
berukuran 3x4 meter, dilengkapi 
etalase makanan yang disiapkan, 
Aji mulai menggunakannya untuk 
membangun Kantin Sakuranya. 

Aji mengolah usaha ini dengan 
modal awal 35-40 juta rupiah. Karena 
ini merupakan usaha yang masih 
baru, maka Aji sendiri yang langsung 
terlibat, seperti membeli bahan 
dasar ke pasar dari pukul 4 subuh, 
mengolah bahan, mempersiapkan 
hingga jadi, bahkan mengatur 
karyawan. Setelah itu sekitar 
pukul 11-15, Aji akan memantau 
dan mengontrol langsung proses 
penjualan, memastikan semua 
berjalan dengan baik dan harus tetap 
mendapat untung. 

"Awal-awal Kantin ini dibuka, orang 
berlomba-lomba ingin mencicipi hasil 
makanan kami. Tapi beberapa hari 
setelah itu, mulai ada komplain, 
karena makanan kami tidak memakai 
penyedap rasa (Fetsin). Akhirnya 
harus ada penyesuaian karena 
menyangkut nilai rasa, maka kami 
mulai memperbaiki, dan kini semua 
dapat kembali normal/'tambah Aji 
mengenang saat-saat mengejutkan 
selama 3-4 bulan penyesuaian untuk 
menemukan selera yang pas untuk 
pembeli. 

20 persen pengunjung Kantin 
Sakura adalah mahasiswa, maka 
jika kampus libur, itu mempengaruhi 
jumlah pembeli, terjadi penurunan 
yang cukup besar. Aji melihat ini 
sebagai tantangan yang harus 
disiasati dengan melakukan 
multipikasi usaha di tempat yang 
berbeda. 

"Chicken Katsu menjadi primadona 
di kantin Sakura, karena banyak 
diminati mahasiswa dengan daya 
beli yang lebih besar dari karyawan," 
tandas Aji memberi pengamatan. 
"Karyawan lebih tertarik terhadap 
makanan rumahan (yang tidak 
macam-macam), maka kami akhirnya 
menambah menu makanan manado, 
seperti: tongkol suir, tuna woku, 
tuna rica, ayam cabe hijau, ikan 
kembung garu rica, sayur, " tambah 
Aji menyingkapi minat pembeli. 

Aji berani mengatakan telah 
mendapat untung, naik beberapa 
kali lipat yang cukup baik. Terbukti 
Sekitar 70-100 orang yang makan 
di tempatnya setiap hari. Khusus 
Senin, Rabu, Kamis cukup ramai 
pengunjungnya. Setiap pembeli akan 
memesan, membawa pesannya 
sendiri, dan langsung membayar 
pada kasir, menjadi metode 
pelayanan yang lebih cepat, efisien. 
Menghindari kekeliruan dan kelupaan 
pembeli untuk membayar. 

Walau Aji harus menyewa tempat 
seharga 1 juta 70 ribu rupiah per 
bulan, kemudian membayar ongkos 
tukang cuci sebesar 60 ribu per bulan, 
dan membayar tenaga pelayan per 
hari sebesar 40 ribu rupiah ditambah 
transport, semuanya masih dapat 
ditanggulangi dengan baik dan tidak 
harus rugi. 

Harapan 

Ayah dari Hanindya ini punya 
harapan besar ke depan, "Saya 
bisa duplikasi, saya bisa kerja 
yang lain. Usaha ini bisa berjalan 
sendiri tanpa kehadiran saya 
terlibat aktif, dengan menemukan 
seseorang yang dapat dipercaya. " 

Sambil tersenyum Aji memberi 
beberapa tips untuk yang ingin 
mengikuti jejaknya: "Kalau pasar 
bisnis makanan kita orang kerja, 
kesukaannya adalah makanan 
rumahan. Makanan lain mungkin 
hanya untuk dicoba. Kalau yang 
aneh-aneh, perutnya tidak pas, 
selain itu harganya juga tidak bisa 
tinggi/' 

Aji menutup perbincangan di 
siang itu dengan berkata, usaha 
ini menyenangkan karena saya 
suka tantangan baru. 

^Lidya 
REFORMATA 



Kepemimpinan 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



IR^Fy^TA| 




Raymond Lukas 

Stephen Covey, dalam bukunya yang 
sangat terkenal The Seven Habits of 
Highly Effective People' mengatakan 
sbb; "Apabila saya berusaha untuk 
mempengaruhi orang lain dan 
meminta orang lain untuk melakukan 
apa yang saya inginkan, sementara 
pada dasarnya karakter saya cacat, 
yang ditandai dengan kecendrungan 
bermuka dua atau ketidaktulusan - 
dalam jangka panjang, saya tidak 
bisa sukses. Kecendrungan saya 
bermuka dua menimbulkan ketidak 
percayaan dan dirasakan manipulatif. 
Sebagus a papa u n pidato saya, atau 
bahkan sebaik apapun niat saya, hal 
itu sama sekali tidak menghasilkan 
perbedaan. Jika hanya sedikit atau 
tidak ada kepercayaan sama sekali, 
tidak ada fondasi bagi kesuksesan 
yang permanen. Hanya kebaikan hati 
yang tulus yang membuat kita bisa 
mempengaruhi orang lain " 

Rekan pemimpin Kristiani, baru- 
baru ini seorang rekan yang bekerja 
di sebuah perusahaan property 
mengeluhkan masalah pemimpinnya 
yang dirasakan "bermuka dua atau 
double Standard". "Di satu pihak kami 
diminta melakukan hal yang benar, 
bahkan untuk itu kami diawasi sangat 
ketat dan seringkali dicurigai oleh 
pimpinan, namun di lain pihak kami 
melihat pemimpin kami melakukan, 
atau meminta kami melakukan hal-hal 
yang kurang baik bahkan melanggar 
integritas", 'kata dia. 

Memang menjadi sebuah dilema 
di banyak kepemimpinan anak-anak 
Tuhan di dunia bisnis. Tuntutan bisnis 
seringkali meminta para pemimpin 
kristiani mengambil keputusan yang 



Pemimpin 
Bermuka Dua 



bertentangan. Sebagai contoh, hal 
yang terjadi di perusahaan tempat 
teman saya tadi bekerja. Manajemen 
perusahaannya memutuskan 

untuk mensponsori sebuah acara 
pertunjukan, dalam hal ini perusahaan 
sponsor akan mendapatkan manfaat 
atau eksposur pemberitaan yang 
besar, sekaligus mendapatkan ratusan 
tiket pertunjukkan untuk dibagikan 
kepada pelanggan perusahaan 
secara gratis, sebagai bagian manfaat 
sponsorship tersebut. Namun yang 
terjadi adalah, sebagian pemimpin 
perusahaan itu justru mengambil 
keuntungan pribadi dengan menjual 
tiket-tiket pertunjukan tersebut 
untuk kantong pribadi. Parahnya lagi, 
para pemimpin meminta anak-anak 
buahnya yang melakukan penjualan, 
karena mereka tidak mampu menjual 
tiket sebanyak itu sendiri (maklum, 
keahlian mereka memang bukan 
ticketing se/vice). Sebuah kontradiksi 
bukan? Di satu pihak pegawai 
diminta untuk melakukan sponsorship 
dengan benar agar perusahaan dapat 
lebih dikenal, namun di lain pihak 
manfaat sponsorship dijadikan ladang 
keuntungan pribadi. 

Contoh lain terjadi di sebuah 
perusahaan berbeda yang manipulasi 
data untuk kepentingan pribadi sang 
pemimpin. "Seringkali kami diminta 
menggelembungkan dana yang 
keluar untuk suatu kegiatan..." keluh 
Santy, manager komunikasi sebuah 
perusahaan dagang. "Bagaimana 
dengan bukti pengeluarannya?" tanya 
Saya. "Oo... itu harus dibuatkan bukti 
rekayasa pak", jawab Santy sambil 
tersenyum masam. 

Rekan pemimpin kristiani, 
bagaimana cara menghadapi 
tantangan terkait banyaknya pemimpin 



kristiani di dunia bisnis yang harus 
bermuka dua dalam melaksanakan 
tugas dan tanggung jawabnya? Di 
satu sisi dia harus tampak jujur dan 
terpercaya di hadapan bawahan 
dan pihak-pihak lain, namun di lain 
pihak harus berkompromi karena ada 
kesempatan untuk manipulasi atau 
karena diperintahkan atasannya untuk 
melakukan hal yang tidak benar. 

Untuk menjawab itu, mari kita 
mendalami salah satu gambaran Injil 
tentang pemimpin sebagai pengurus. 
Dalam perumpamaan di Alkitab kita 
sering melihat fungsi pengurus ini 
muncul, misalnya dalam perumpamaan 
tentang talenta. Dikisahkan seorang 
tuan yang kaya raya hendak pergi jauh. 
Sebelum pergi, dia mempercayakan 
harta miliknya untuk dikelola oleh para 
hamba-hambanya. Alkitab menulis, 
dia memberikan sebesar 5 talenta, 
2 talenta dan 1 talenta kepada tiga 
orang hambanya. Ketika tuan itu 
kembali, kedua hamba yang menerima 
masing-masing 5 dan 2 talenta sudah 
menggandakan talenta-talenta 

tersebut dan memperoleh keuntungan 
ganda. Namun hamba yang ketiga 
hanya menyimpan 1 talenta yang 
dititipkan, lalu mengembalikan itu 
pada tuannya dengan berbagai 
alasan, sehingga talenta tersebut tidak 
bertambah. 

Sebagai pemimpin pengurus, kita 
memiliki 3 karakteristik sebagai berikut: 

1. Sebagai pengurus kita 
adalah orang yang mendapatkan 
kepercayaan. 

Pengurus biasanya diberikan posisi 
tinggi dengan hak dan otoritas yang 
besar. Dalam Alkitab contohnya 
adalah Yusuf yang diberikan kuasa 
mengurus harta dan rumah Potifar, 



seorang pejabat tinggi kerajaan. Kita 
juga melihat, Yusuf diberikan kuasa 
yang sangat besar oleh Firaun untuk 
mengurus negeri Mesir di masa 7 tahun 
kelaparan dan 7 tahun kelimpahan. Jadi 
posisi yang tinggi ini menuntut orang 
yang dipilih bertanggung jawab dan 
mampu mempertanggungjawabkan 
segala sesuatu kepada majikannya 
yang telah memilih dia. 

2. Pengurus adalah orang yang 
diberi tanggung-jawab. 

Sebagai pengurus kita harus 
menerima tanggung jawab yang 
diberikan tuan kita. Hal ini tercermin 
dari salah satu pernyataan penting 
Tuhan Yesus: "Jadi siapakah pengurus 
rumah yang setia dan bijaksana yang 
akan diangkat oleh tuannya menjadi 
kepala atas semua hambanya untuk 
memberikan makanan kepada mereka 
pada waktunya? Berbahagialah hamba 
yang didapati tuannya melakukan 
tugasnya itu, ketika tuannya datang/' 
Jadi sebagai pengurus kita diberikan 
tanggung jawab, dan kita harus 
menunaikannya. 

3. Pengurus adalah orang 
yang mampu mempertanggung 
jawabkan. 

Seorang pengurus harus 

mengetahui, bahwa "setiap orang yang 
kepadanya banyak diberi, daripadanya 
akan banyak dituntut, dan kepada siapa 
yang banyak dipercayakan kepadanya 
akan lebih banyak lagi dituntut'. Dengan 
konsep ini para pemimpin harus tahu 
dengan menerima tanggung jawab, 
menerima kuasa, menerima pengaruh 
dan menerima sumber daya untuk 
dikelola. Semuanya itu memerlukan 
pertanggungjawaban khusus kepada 
pemberi kuasa. 




Para pemimpin bisnis harus 
memberikan pertanggungjawaban. 
Pada prakteknya, kepada siapakah 
pertanggungjawaban tersebut 

kita berikan? Jawabannya sangat 
bervariasi, tergantung organisasi di 
mana kita bekerja. Tentunya, kepada 
pemberi tanggung jawab, seperti 
misalnya para pemegang saham, 
kepada stakeholder lainnya, atau 
kepada klien atas kwalitas pelayanan 
yang kita berikan. Namun, pada 
akhirnya para pemimpin tidak dapat 
mengelak dari sebuah perspektif yang 
sungguh menantang, bahwa kita harus 
dapat memberi pertanggungjawaban 
tidak hanya kepada CEO, BOD, atau 
kelompok lain. Namun juga harus 
mempertanggungjawabkan juga 

kepada Tuhan sendiri sebagai pemilik 
yang memiliki semua sumber daya di 
bumi dan di sorga. Dengan memahami 
fungsi kita sebagai pemimpin pengurus 
ini, maka sesungguhnya kita harus 
mengakui, bahwa tidak ada ruang bagi 
kita yang terpilih untuk memiliki muka 
dua atau Standard ganda. ..amen— 



Trisewu Leadership Institute 
Founder: Lilis Setyayanti 
Co-founders: Jimmy Masrin, 
Harry Puspito 
Moderator: Raymond Lukas 
Trisewu Ambassador: Kenny Wirya 



Untuk pertanyaan, silakan kirim e-mail 
ke: seminar@trisewuleadership.com. 
Kami akan menjawab pertanyaan Anda 
melalui tulisan/artikel di edisi selanjut- 
nya. Mohon maaf, kami tidak menjaw- 
ab e-mail satu-persatu." 



Sejarah dunia mencatat, bahwa 
mahasiswa mampu menyebabkan terjadinya 
perubahan politik pada suatu negara, dimana 
mereka menyatukan kekuatannya bersama- 
sama dengan kekuatan rakyat. Mari kita 
ingat kembali sejarah perjuangan kaum 
muda dalam mempertahankan kehidupan 
bangsa ini. Pada gerakan pemuda 1928, 
kaum muda menggagaskan persatuan 
nasional yaitu satu bangsa, satu tanah air, 
dan satu bahasa yang bernama Indonesia. 
Kemudian, muncul gerakan mahasiswa 
1966, yang memperjuangkan gagasan 
dan nilai mengenai anti kediktatoran, anti 
kemiskinan, anti komunisme yang ke semua 
hal itu jelas bertentangan dengan Pancasila 
dan UUD 1945. Tahun 1998, sejarah dunia 
jelas menyoroti hal ini, dimana mahasiswa 
memperjuangkan tatanan nilai untuk 
menghapus rezim pemerintahan Orde Baru 
yang koruptif (KKN), anti HAM, serta anti 
demokrasi, dan melahirkan reformasi sebagai 
semangat zaman yang akan mengawal 
perubahan yang mereka aspirasikan. 

Namun, apakah sesungguhnya mahasiswa 
itu, dan apa yang seharusnya dan sebaiknya 
dilakukan oleh mahasiswa? Mahasiswa 
memang secara harafiah adalah orang yang 
belajar di perguruan tinggi, namun hal itu 
hanyalah memenuhi syarat administratif. 
Kiprah seorang mahasiswa tidak hanya 
terbatas dalam lingkungan kampusnya 
atau dalam bangku kuliah, tetapi harus 
senantiasa digemakan keluar, terutama 
bila menginginkan Indonesia menjadi lebih 
baik. Oleh karenanya, fenomena-fenomena 
absurditas intelektual, keterlibatan dalam 
praktik kekerasan dan melanggar aturan 
yang ada, pesta pora, hedonisme, gaya 
hidup konsumtif, seks bebas, lemahnya minat 
membaca dan berdiskusi, kurangnya minat 
belajar, serta rendahnya minat berorganisasi; 
semua hal yang buruk tersebut harus 
ditinggalkan jauh-jauh oleh mahasiswa. 

Mahasiswa yang diharapkan adalah 
mahasiswa yang akan menjadi pelopor bagi 

REFORMATA 



Lomba Esai Mahasiswa 201 1 - LPMI 

Mahasiswa : Menggagas Ide, Melahirkan Inovasi, 
Menuju Indonesia yang Lebih Baik... Merdeka!!! 



kemajuan dan penopang keberlangsung 
hidup masyarakatnya, dan hal tersebut 
jauh lebih diperlukan daripada sekedar 
kuliah di kelas dan menghafal materi 
perkuliahan dari dosen. Menjadi mahasiswa 
berarti menjadi orang yang terlibat dalam 
permasalahan masyarakatnya. Mahasiswa 
sebagai generasi muda penerus bangsa, 
mempunyai tanggung jawab moral, 
sosial, dan intelektual dalam memberikan 
konstribusi dan solusi yang konstruktif 
terhadap segala permasalahan yang tengah 
dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ada tiga 
strategi yang dapat dipakai dalam gerakan 
mahasiswa untuk memperjuangkan hal ini, 
yaitu organisasi, pembauran, dan realisasi. 

1. Organisasi, berfungsi sebagai wadah 
pemersatu elemen-elemen perjuangan baik 
itu berupa orang, sumber daya, maupun 
strategi, untuk menjadi menjadi satu 
kesatuan kekuatan yang utuh dan tidak 
tercerai-berai, memiliki visi yang sama dan 
memiliki manajemen dalam melakukan 
perlawanan. 

2. Pembauran yang dimaksud yaitu tertuju 
dari mahasiswa kepada masyarakat awam. 
Langkah awalnya yaitu, menggagas ide di 
kalangan masyarakat, menata penilaian 
yang ada pada masyarakat sekaligus 
menggerakkan alam kebatinan rakyat supaya 
sadar dan mau bergerak untuk berubah 
ke arah yang lebih baik. Gagasan adalah 
alat yang paling efektif dalam melakukan 
perlawanan. Dengan sumbangsih kekuatan 
gagasan dan dukungan dari masyarakat, 
gerakan mahasiswa akan menjadi kekuatan 
pelopor dan pemimpin perubahan terhadap 



kemajuan Indonesia. 

3. Realisasi, misalnya dalam aksi 
demokrasi, hendaknya bukan dilandasi oleh 
sikap primordial kedaerahan, atau demi 
keuntungan eksklusif orang atau kelompok 
tertentu, melainkan demi menegakkan nilai- 
nilai universal kemanusiaan, dimana nilai-nilai 
itu dapat mempersatukan dan membangun 
solidaritas semua orang. Dan mahasiswa 
dipanggil untuk mewujudkan hal tersebut 
bagi bangsa ini. 

Kombinasi dari ketiga hal diatas, 
akan membawa mahasiswa turut serta 
berproses dalam menggagas, merekayasa, 
dan melaksanakan perubahan menuju 
Indonesia yang lebih baik. Sehingga, tidak 
mengherankan bila mahasiswa merupakan 
duta masa depan. Sebab secara tidak 
langsung (dalam konteks Indonesia), 
mahasiswa adalah agen sejarah yang 
selalu melahirkan gagasan dan nilai yang 
menggerakan perubahan demi perubahan di 
tengah zaman yang terus bergerak. 

Pergerakan dari pemerintah untuk 
melakukan perubahan menuju Indonesia 
yang lebih baik memang ada. Namun 
memerlukan proses yang lama dan 
rumit. Sehingga mahasiswa harus dapat 
mencari solusi atau jalan keluar yang 
dituangkan melalui pendapat dan tindakan 
konkretnya, sebagai pembuktian bahwa 
mereka adalah sosok intelektual yang 
menduduki posisi dan peran khusus dalam 
kehidupan sosial kemasyarakatan. 

Kendati demikian, dalam melaksanakan 
strategi-strategi yang ada, maka ada lima hal 
yang perlu dicermati, diperhatikan, dihayati, 



dan dilaksanakan oleh mahasiswa (kaum 
muda) sekarang yaitu : 

1. Semangat patriotisme, dapat 
dimulai dengan hal-hal kecil, seperti 
mengumandangkan kembali lagu-lagu 
kebangsaan, misalnya acara-acara kampus, 
dengan menggubah sesuai dengan style/ 
genre musik pop masa kini. 

2.Nasionalime. Nasionalisme me- 
miliki saingan, yaitu globalisme dan 
intemasionalisme. Tak jarang kita bahkan 
lupa diri atau tidak tahu mengapa kita 
menjadi bangsa Indonesia. 

3. Adanya kemauan dan tekad yang kuat 
untuk bersatu dan hidup bersama (persatuan 
dan kesatuan). 

4. Meningkatkan etos kerja agar kita lebih 
produktif, sehingga dapat lebih kompetitif 
dengan bangsa-bangsa lainnya. 

5. Meningkatkan iman dan takwanya, 
karena dengan demikian kita akan menjadi 
bangsa yang berperikemanusiaan yang 
tinggi, tidak terjebak dalam kenikmatan 
duniawi, apalagi yang diperoleh dengan jalan 
yang tidak pantas. 

Dan bagaimanakah agar kelima hal dan 
ketiga strategi diatas, diintegrasikan dalam 
rangka menuju Indonesia yang lebih baik 
dapat terlaksana sukses? Ada beberapa 
prinsip yang harus ditanamkan dan 
diterapkan. Tidak hanya oleh kaum muda, 
namun juga pihak lainnya seperti pemerintah 
dan masyarakat awam di negera ini. 

Pertama-tama, percayalah dengan penuh 
iman dan keyakinan pada Tuhan, bahwa 
dengan kemampuan yang diberi-Nya, bangsa 
ini bisa menghadapi tantangan apa pun 



dalam kehidupan bernegara ini. Amsal 16:3- 
4, menyatakan "Serahkanlah perbuatanmu 
kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala 
rencanamu. Tuhan membuat segala sesuatu 
untuk tujuannya masing-masing..." 

Kedua, fokuslah dalam mewujudkannya, 
mengejarnya, dan melakukan tindakan 
nyata untuk mewujudkan tujuan tersebut. 
Bahkan tetap melakukannya ketika sangat 
berat. Ketiga, bila keadaan di lapangan 
memang belum sepenuhnya mendukung, 
dan mustahil untuk melaksanakannya, 
visualisasikanlah hal tersebut melalui 
pemikiran-pemikiran yang positif. Energi 
pemikiran yang positif itu harus tetap 
menyala. Keempat, bertanggung jawab 
dan peduli, karena ini merupakan tanggung 
jawab kita semua sebagai bangsa Indonesia, 
dan jangan pernah berpikir bahwa bangsa ini 
akan gagal. 

Sebagai kaum muda bangsa yang 
telah merdeka, marilah kita dengan segala 
tekad dan semangat mengagas ide dan 
mewujudkannya menjadi suatu inovasi yang 
baru untuk membangun masa depan kita, 
yang juga harus merupakan masa depan 
bangsa ini. Renungkanlah Firman Tuhan 
yang mengamanatkan, "Jangan seorangpun 
menganggap engkau rendah karena engkau 
muda. Jadilah teladan bagi orang-orang 
percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah 
lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu 
dan dalam kesucianmu/' 

Jadi, wahai kaum muda, mari harapkan 
dan pikirkanlah tentang kemajuan terhadap 
kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia, 
sehingga kita akan segera melakukan 
tindakan yang konkrit dalam mewujudkannya. 
Tulisan ini, semoga menjadi refleksitas dan 
pembaharuan dalam pergerakan mahasiswa, 
sehingga dapat menghidupkan kembali jiwa 
semangat dan idealisme mahasiswa untuk 
memperjuangkan adanya kehidupan yang 
lebih baik bagi bangsa Indonesia. Hidup 
Mahasiswa! 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Ungkapan Hati 




Maria Katarina Sumarsih 

Tuhan Yesus Sumber 
Kebenaran dan 



TERIKNYA matahari dan de- 
rasnya hujan tidaksedikitpun 
menghalangi Maria Katarina 
Sumarsih, ibu dari BR Norma 
Irmawan (Wawan), korban 
Tragedi Semanggi I ini untuk tetap 
tegap berdiri di depan Istana 
Negara Jakarta. Sudah menjadi 
sebuah kewajiban bagi Ibu yang 
akrab disapa ibu Sumarsih ini 
untuk datang setiap hari kamis, 
turun ke jalan, melakukan aksi 
damai bersama para keluarga 
korban lain. Kendati garis hidup 
nampak jelas di raut wajahnya, 
ditambah rambut yang sudah 
putih seluruhnya, 



tanda tidak lagi muda, namun 
semangatnya ketika berorasi tak 
kalah dengan orang muda. 

Sudah 245 hari, terhitung sejak 
"Kamisan" dimulai pada 18 Januari 
2007, Sumiarsih dan orang tua 
korban lainnya berjuang, namun 
Pemerintah tetap bergeming. 
Meski begitu, Sumiarsih 

sudah berkomitmen bersama 
keluarga korban lain, akan terus 
menyuarakan perjuangan gerakan 
98, agenda reformasi, dan 
penegakan supremasi hukum. Ini 
didasarkan pada keyakinannya, 
bahwa ketika undang-undang 
mengatur agar 

pelanggaran HAM 



\\ 



harus 
dituntaskan, 
maka itu juga menjadi 
kewajiban dia dan rekan-rekan 
untuk tidak pernah berhenti 
melakukan sesuatu, agar 
kasus pelanggaran HAM berat 
bisa dibawa sampai ke meja 
pengadilan, sesuai UU yang 
berlaku. 

"Seperti kata (Alm) Munir, 
selama Presiden dipegang oleh 
Presiden (yang terlibat) kasus 
pelanggaran HAM, jangan 
harap itu akan dituntaskan," 
ungkap Sumarsih. Tetapi 
keyakinan dan harapan 
kembali mucul ketika 
Presiden SBY menugaskan 
Menkopolhukam untuk 
membentuktim penuntasan 
kasus pelanggaran HAM 
berat masa lalu. Dengan 
terbentuknya tim itu 
Sumarsih berharap benar- 
benar dapat membuahkan 
hasil dan tidak menjadi 
sekadar komoditas politik 



menghadapi pemilu 2014. 

Aktivis Hak Asasi Manusia 
ini sangat prihatin dengan 
penegakan hukum di Indonesia. 
Kata dia, di dalam UUD 45 pasal 
1 ayat 3 jelas menyatakan bahwa 
Indonesia adalah Negara hukum, 
tetapi kenyataannya hukum tidak 
memenuhi rasa keadilan bagi 
seluruh rakyat Indonesia, ini 
sungguh sangat memalukan. 

"Keadilan dan hukum berpihak 
kepada orang-orang tertentu. 
Banyak pelanggaran kecil 
dihukumnya sangat berat beda 
halnya dengan orang yang 
disangka melakukan pelanggaran 
HAM berat dan bertanggung 
jawab bisa melenggang sampai 
mendirikan partai politik. 
Penegakan hukum sangat lemah 
sekali bahkan penegak 
hukum menjual belikan 
^keadilan," tegas 

Sumarsih. 
Aksi yang dilakukan 
Sumarsih bersama- 

sama keluarga korban 
lain sesungguhnya untuk 
mengingatkan pemerintah tentang 
prinsip kebenaran dan keadilan. 
Ia mengatakan, sebenarnya 
persoalan hidup dan mati itu 
ada ditangan Tuhan, begitu pula 
soal kebenaran, keadilan, dan 
pengampunan. Tetapi melalui aksi 
damai Kamisan di depan Istana 
Presiden, Sumarsih berharap itu 
dapat diperkenan Tuhan menjadi 
alat-Nya untuk mewartakan 
kebenaran dan keadilan. 

Payung hitam yang dikenakan 
Sumarsih bersama keluarga 
korban dalam aksi Kamisan 
memiliki makna mendalam 
tentang perlindungan. Meskipun 
Negara tidak melindungi anak- 
anak mereka, bahkan oknum 
aparat justru membunuh mereka, 
juga tidak sedikit orang yang 
dibunuh tanpa ada proses 
pengadilan, namun Sumarsih 
yakin, bahwa Tuhan yang Kuasa 
tetap melindungi mereka. 
Terlebih, sebagai seorang Katolik 
Sumarsih yakin betul, bahwa 
Tuhan Yesus Kristus adalah juru 
selamat. 'Tidak hanya di dalam 



BR Norma 



hidup di dunia, tetapi 
pada akhirnya nanti 
betapapun berat dan 
dosa, kami adalah 
milik-Nya dan akan 
diselamatkan". 

Sementara itu, 

ketika ia dan 
orangtua korban lain 
mengenakan baju 
hitam, Sumarsih 

menempatkan itu 
sebagai lambang 
penebusan, duka 
cita kami. Kristen 
Katolik dasarnya 
selalu mengajarkan 
cinta kasih. Duka 
cita kami sudah 
bertrasformasi 
kepada cinta kasih 
terhadap anak-anak 
dan saudara yang 
diperlakukan tidak 
manusiawi oleh 
Negara. Karena 
itu Sumarsih 

dan orang tua para korban 
bertekad akan tetap membela 
dan memperjuangkannya agar 
kedepan Negara Indonesia benar- 
benar mewujudkan apa yang 
telah tertulis didalam UUD 45. 
Bahwa penegakan, pemajuan, 
perlindungan, dan penghormatan 
HAM menjadi kewajiban Negara 
dan pemerintah. Sudah tidak bisa 
ditunggu harus diperjuangkan. 

Tidak mudah memang. 
Terbukti, selama ini penuntutan 
penuntasan kasus-kasus 

pelanggaran HAM berat hanya 
berhenti pada proses penyelidikan 
yang dilakukan oleh Komnas 
HAM. Tidak bisa meningkat ke 
Kejaksaan Agung. Padahal, kata 
Sumiarsih, DPR telah memberikan 
rekomendasi untuk pembentukan 
pengadilan HAM Ad hoc terhadap 
penghilangan orang secara paksa. 
Namun SBY belum menerbitkan 
Kepresnya. Kendati begitu, 
Sumarsih tetap ingin melanjutkan 
perjuangannya itu. Target 

jangka pendeknya adalah, dia 
ingin memasukkan HAM ke jalur 
Sekolah dengan menerbitkan buku 
berjudul "Buku Suplemen Panduan 
Bahan Ajar Sejarah Berwawasan 
HAM' untuk guru-guru sejarah. 
Kata pengantaranaya dari Menteri 
Hukum dan HAM Amir Syarifuddin, 
yang berjanji menuntaskan 
tragedi x 98. 

Sumarsih akan menunggu, dan 
untuk itu dia terus memelihara 
harapan, apalagi di dalam 
litani Tuhan Yesus yang an 
sich adalah kebenaran, sumber 
kekuatan dan kehidupan serta 




Irmawan, mahasiswa FE Atmajaya 

pengharapan. Sembari menunggu 
ia akan tetap melakukan aktifitas 
yang dijalani selama ini, yakni 
memberikan pembelajaran 

politik, menyuarakan berbagai 
kasus pelanggaran HAM, serta 
permasalahan rakyat yang belum 
terselesaikan oleh pemerintah. 
Disamping tetap memelihara 
harapan dan menunggu 

terwujudnya pengadilan HAM Ad 
hoc, Sumarsih dan keluarga korban 
lainnya juga menunggu agar kasus 
penembakan Wawan dan kawan- 
kawanya, serta berbagai kasus 
lainnya bisa dibawa kepengadilan 
HAM. Kamisan menjadi tempat 
ia bersilahturami dangan anak- 
anak muda, keluarga para korban, 
dan aktivis yang perduli dengan 
perjuangan mereka. 

Memang masyarakat masih 
belum banyak membicarakan 
pengadilan HAM Ad hoc. Sumarsih 
menegaskan bahwa dia akan 
berhenti demo damai (Kamisan), 
jika kasus pelanggaran HAM berat 
yang sudah diselidiki oleh Komnas 
HAM dan dibawa kepengadilan 
HAM Ad hoc, apapun hasilnya. 

"Kalau misalnya Wawan dan 
kawan-kaawan dinyatakan 

bersalah ya tidak apa-apa. Jika 
ia perlu minta maaf, ya tidak ada 
masalah. Benar (atau) salah, 
sebagai Negara, Indonesia yang 
tahu hukum harus dibuktikan di 
meja pengadilan. Idealnya kasus 
pelanggaran HAM tak lagi terjadi, 
tetapi kenyatannya masih banyak 
pelanggaran HAM di mana-mana/' 
tandas Sumarsih. 

^Andreas Pamakayo 




SIM SM PIRDM 

W.SS1M Jhsai lUlaReufcj Kat M HIIU 

Embun Pagi 

Renungan Alkitab Memberi Kesegaran 

Jiwa Kepada Anda 

Hadir setiap hari pk. 05.30 WIB 

Pesona Pagi 

Setiap Senin - Minggu 
pk. 06.00 - 07.00 WIB 
Sabtu pk. 10.00 - Pdt. Bigman Sirait 

Gema Nafiri 

Lagu-lagu Rohani yang menghibur 
Anda setiap hari menjelang senja 
Setiap Senin - Kamis pk. 18.00 WIB 

Alamat Studio: 

Tegal Arum Karanganyar 57712 
Tip. (0271) 495090/641492 



TUNE IN I 





More Than Friend 

News 





dio 

M ?FM 

M a ii ji d o 



S 



iijiniiifa-ttaJ'j 1 
>uhgs 



JtABAT KAWAKUA 




PIRADI0 GELORA REMAJA SIBOLGA 

FMl&t.SMHiSBOiGA 

Kantor/Studio" 

Jalan KH. Zamul Afifin No_l3 

Sibolga 22532 

T&|p0631 23293.23300 Faks.2329$ 

E ■ ma i I . ra dwj.gre s ia @y a+io o .co . id 

Contact Pereon 

Aguspan Tanjung 

0853611 60625 



WM 



F*fwa*.ilan. 

RAWO SUARA MBDAti 

J Sarsburf hto 102 T\. &*ri Mzdm 

Tb--p Ofll a21TJ40.flMt4H? Fitks -D61 SJtE-SJfl 

F-ri:ill ■i.i^ryiTflibnigiy a'in::- ::ii n: 



REFORMATA 




Kawula Muda 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret2012 



|»re/qrmata 



LACKBERRY (BB), Smartphone dengan fungsi beragam itu kini semakin 
digandrungi. Telepon pintar dengan fitur layanan Short Message Service 
^ (SMS), Telepon, Internet Browsing, Push E-Mail, hingga Chatting ini 
pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997 oleh perusahaan Kanada Research 
In Motion (RIM). Kemampuannya menyampaikan informasi melalui jaringan data 
nirkabel dari layanan perusahaan telepon genggam itu tak hanya diakui banyak 
orang, tapi juga mengejutkan dunia. Blackberry pertama kali diperkenalkan di 
Indonesia pada pertengahan Desember 2004. 

Menurut Rio Mahesa, seorang karyawan swasta di Jakarta, Blackberry mempunyai 
sisi positif dan negatif. Blackberry kata dia, adalah salah satu bagian dari kemajuan 
teknologi dan sains, jadi hadirnya Blackberry hanyalah bagian dari dinamika zaman. 
Akan tetapi besar kecil pengaruh dari penggunaan Blackberry entu tergantung 
perspektif pasar. 

"Di Amerika, Eropa dan Asia timur sebenarnya pasar Blackberry masih kalah 
jauh dibandingkan Android dan Apple. Blackberry laku keras pasarannya hanya di 
Indonesia, bahkan di Malaysia sebagai tempat dimana pabrik RIM berdiri justru 
pasarnya sangatlah kecil/' ungkap Rio di Jakarta, Selasa (7/2). 

Blackberry memang lebih banyak digunakan remaja, mungkin karena sistem 
onlinenya yang murah dan terjangkau. Namun menjadikan anak muda tak lagi 
kreatif dan kurang bermimpi untuk dapat menghasilkan karya cipta sendiri. 

"Blackberry menciptakan generasi budaya instant, apatisme di kalangan remaja, 

dan kemalasan berpikir. Pada akhirnya menjadikan ketergantungan manusia mutlak 

kepada produk seperti ini, tanpa kreatifitas untuk menciptakan teknologi yang 

sama/' ucap Rio. 

Dia menambahkan, implikasi paling buruknya adalah ketergantungan kepada 

produk Blackberry. Jadi banyak dari 
pengguna Blackberry merasa, 
bahwa seolah-olah mau mati 
ketika hidup tanpa 
Blackberry. Maka 




bisa disimpulkan, bahwa hidup pengguna blackberry tersebut sudah dikuasai 
oleh gadget. 

"Bukan kita lagi yang menguasai gadget, tetapi perlahan-lahan gadget dan 
perangkat teknologi lainnya telah menguasai kita. Dalam filsafat sosial hal ini 
digambarkan sebagai perbudakan baru oleh teknologi yang tujuan awalnya 
diciptakan untuk efektivitas dan efisiensi cara hidup manusia. Anak kandung 
rasio manusia telah berhasil mengendalikan orang tuanya sendiri. Blackberry 
telah menciptakan kegilaan-kegilaan baru zaman teknologi/' tegas Rio. 

Lain halnya dengan Anggiat Parsaoran Passarella Siahaan, mahasiswa di salah 
satu perguruan tinggi di Jakarta yang juga pengguna Blackberry. Anggiat 
mengatakan, Blackberry adalah sarana penting dalam aspek komunikasi. "Di 
kehidupan sekarang kadang menuntut pribadi untuk komunikasi yang efektif, 
dan kalau bisa dikatakan yah super cepat. Nah di sinilah peran komunikasi yang 
tepat dan terpenting super cepat/' katanya. 

Anggiat mengkui jika kecanggihan Blackberry juga mempunyai beberapa 
kekurangan. Tentu hal itu bagian dari dua sisi yang tak terhidarkan. Namun 
yang terpenting adalah bagaimana salah satu alat komunikasi dapat digunakan 
dengan tepat guna, baik untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari, komunikasi 
bisnis, komunikasi publik dan lain-lain. 

"Teknologi harus bisa mencapai seluruh lapisan masyarat yang berada di 
pedesaan, dalam hal ini internet. Teknologi harus dimanfaatkan tepat guna, 
kalau pun ada penyimpangan, itu tugas pemerintah sebagai pengawas, regulator, 
dan tentu dukungan dari (kita) sebagai masyarakat Indonesia," tandas Anggiat. 

Memang Blackberry merupakan handphone (HP) canggih abad ini. Ribuan 
pengguna diantaranya berasal dari Indonesia. Informasi cepat dan mudah 
dilakukan lewat Blackberry. Namun penyaringan informasi tetap harus dilihat 
terlebih dahulu. Jangan sampai pengguna Blackberry yang seharusnya 
menguasai alat itu justru dikuasai oleh gadget. Tatap muka dan bersosialisasi 
dengan masyarakat luas masih menjadi sesuatu yang penting dan diharapkan 
dalam kehidupan. ^Andreas Pamakayo 




WAWAN YAP - SHEIRLY BERHITU - REGINA PANCKEREGO 

EDWARD CHEN - IRWAN ALEXANDER - ALVIN KURNIAWAN - DEWI GUNA - LARAS OCTAVIANY 

FEBY FEBIOLA - LIA CORNELIA - JEFFRY RAMBING - JULITA MANIK - GRACE NATALIA - DANAR INDRA 




visit our website : www.disctarra.com 



BLESSING MUSIC COMMUNITY FOLLOW US ON 



cd g dvd available at 
disc«)tahra societie 



TELP: 021-584 7861 I FAX : 



TOKO BUKU ROHANI KRISTEN S K0LP0RTASE 
GEREJA DI SELURUH INDONESIA 



REFORMATA 



|re/QRMaI^ 



EDISI 149 Tahun IX 1 - 31 Maret 2012 



renggang 





SEWAKTU masih kecil Sammy Simorangkir selalu diajari 
orangtuanya berdoa. "Masih kecil orangtua selalu 
mengingatkan untuk selalu berdoa, bagaimana berdoa/' 
iMasih terngiang di benaknya doa masa kecil dalam bahasa Batak 
fyang dia sempat hapal. Kira-kira demikian kata-katanya "met met 
au on, baen ias rohangkon. Sasado ho Jesus donganku tongtong, 
Amen/' Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia 
artinya kira-kira/7\ku anak kecil, buatlah hatiku bening 
dan bersih, sebab hanya Engkau, Yesus sahabatku 
selalu. "Kami selalu diajari doa itu," kata Sammy. 
Lalu, sekarang setelah dewasa, apa arti doa 
bagi Sammy. "Doa adalah nafas. Doa nafas 
yang menghidupkan. Semuanya sejauh doa. 
Ketika kita jatuh, doa adalah pemulihan 
hubungan kita dengan Tuhan/' ujar Sammy, 
saat ditemui di dalam acara Doa Bagi Bangsa 
di UOB Plaza Ballroom, Thamrin Complex, 
-Jalan M M Thamrin No 10, Jakarta, Selasa 
[(12/25). Di acara itu, Sammy berduet 
, dengan sang kakak, Sari Simorangkir, 
menyanyikan lagu-lagu pujian untuk 
Tuhan. 

Penggemar Ruth Sahanaya ini punya 

cerita tentang jawaban doa. "Dulu waktu 

kecil, salah satu cita-cita saya berduet 

sama sang idola. Sejak kecil, saya 

punya impian ingin beryanyi dengan 

mbak Ruth. Saya selalu berdoa, kelak 

punya kesempatan berduet Ruth 

Sahanaya. Dan akhirnya, tatkala 

saya dihubungi untuk menanyakan 

kesediaan saya berduet dengannya, 

spontan saja, tanpa lama-lama berpikir, 

saya langsung terima tawaran itu/' ujarnya. 

Spirit doa bagi pemilik nama lengkap Hendra 

Samuel Simorangkir adalah harapan, cita-cita yang 



Sammy Simorangkir 



digumuli, ujar putra dari pasangan D.N. Simorangkir dan Tiur 
Ida Simanjuntak. Kedua orangtuanyalah yang menopangnya, 
berdoa untuknya, termasuk ketika dia terjerembab pada kubangan 
narkoba. Dia sadar, ketika dia dalam kesusahan, keluarganyalah 
yang menerima dia apa adanya, bukan teman-teman di luar 
sana. "Dulu saya hanya memikirkan teman, dan pekerjaaan. Baru 
kemudian saya sadar, saat saya susah hanya keluargalah yang bisa 
menerima saya apa adanya," katanya. 

Sammy lahir pada 8 September 1982 di kota Bandung, Jawa 
Barat. Namun, ketika memulai pendidikan taman kanak-kanak 
(TK) dia ikut orangtuanya ke kota Manado, Sulawesi Utara. "Waktu 
kecil Ayah bekerja sebagai pegawai PLN di Manado, sehingga 
sempat sekolah di TK Eben Haezar di kota Manado." 

Mantan personil Kerispatih ini, setelah pecah kongsi terus 
berbenah diri dengan bersolo karier. Nyatanya, kariernya bukan 
redup, tetapi makin besinar. Namanya terus melejit. Sekarang 
dia telah merilis album solo, dan tetap dibanjiri tawaran untuk 
menyanyi. Selain itu Sammy juga mencipta lagu. 

Menurut Sammy, hampir semua lagu yang ada di album itu 
banyak terinspirasi dari segala aspek, termasuk pengalaman masa 
lalunya yang dia sikapi secara positif. Dukungan dari sejumlah 
pihak cukup memberikan keyakinan bagi Sammy bahwa dia akan 
diterima, meski hanya sebatas penyanyi solo. "Itu karena memang 
dari awal, sebelum ada apa-apa, gue sudah seniman. Gue enggak 
butuh gimana-gimana untuk solo. Gue kembali karena didukung 
seseorang," ujar Sammy tanpa mau menyebut siapa orang yang 
dia maksud. 

Jalan manusia siapa yang tahu. Kita tidak boleh memvonis. Vonis 
yang dirasakan Sammy, satu tahun penjara dikurangi lima bulan 
masa tahanan, dan telah menjalani rehabilitasi, semua dianggap 
sebagai putusan terbaik baginya. 

Djonggi M Simorangkir, pengacara Sammy menilai putusan bagi 
Sammy itu sudah adil. "Putusan itu adalah putusan yang terbaik. 
Semua orang pernah berbuat salah. Dan, sekarang kita senang 
Sammy aktif melayani," ujarnya. 

Hotman J. Lumban Gaol 




f 1 ! 






[i 1 




'GETDmarai 



Best Seiler ALBUM 



y-Wi^W; 



■ . MUflZAT 




H E ART O F 



iEEKER'S COM 



M U N I T Y 





LIVEWORSHIP 

faheBBUI 



"S 5 „S ='■= 



» ! ■■■ ■ ■ *■■■ *■■■ 

■ i» i I !■■ ■■■ 



WORSHIPSONGSBY: 



**^**** \^^W\4-sJ^. 




DAPATKAN 
SEGERA CD NVA 



r 



Album - album Lainnya 







Daccas 


D 


Awie 


'h 

Spi-SM*™ HGSC6 
|V --"- Recovery 

) * 


IHmmDRH 


HGSCA 6 
Cinta Tulus 
Ibu 


«2* <$. f J 


Hoti yong 
Menyembah 2 


m 


[ Country 
Gospel Song 


B ^ 01, Ruth Nelly 
Sihotong 
'/ : Slolu 
' . m Merindukon-MU 





GET5E/WII| 



WeJjiveYotiThe'Bnt 
www.getsemanimedia.com 



Ministry Contact: Ricky - 08999871231 
Dicari DISTRIBUTOR untuk luar Jawa 

Hubungi 021 59494223, SMS 08999871231 
E-mail: ricky@getsemanimedia.com 



Untuk DISTRIBUSI Jawa Tengah & sekitarnya 
Hub. DANIEL: 0815 1092 5557 



«« 



getsemanimedia@yahoo.com 



#* 



H' ""'l WTC Serpong & Mali Taman Anggrek 



ggetsemanimedia 



REFORMATA 



Laporan Khusus 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



Yusuf Menggoda 
Istri Potifar 



INI bukan kisah sinetron. 
Kisah ini mirip cerita Yusuf 
dan istri Potifar, tetapi tidak 
sepenuhnya sama. Jika dalam 
kisah Yusuf, istri Potifar yang 
menggoda si Yusuf. Di kisah 
ini Yusuf justru menggoda istri 
Potifar. Lucunya yang mengoda itu 
adalah seorang pendeta. Alkisah, 
seorang adik ipar, yang kebetulan 
seorang janda, menjadi korban 
tindak senonoh abang ipar. Tidak 
sekali, berkali-kali hasrat niat jahat 
itu selalu bisa dihindari dan ditolak 
sang adik. Penyakit itu kambuh 
ketika sang istri, yang juga sang 
kakak kandung sedang berada di 
luar kota. 

Entah seperti apa cerita 
sesungguhnya, yang jelas itulah 
uneg-uneg yang dituangkan 
Leleany Jeaneruth, adik ipar 
Gilbert Lumoindong di empat 
halaman tulisan yang dibagikan 
pada wartawan, sesaat setelah dia 
melaporkan sang kakak, Reinda 
Lumoindong, Istri, Pdt. Gilbert 
Lumoindong ke Polres Jakarta 
Pusat, Senin (20/2/12) dengan 
nomor laporan 215/1/2012/Dit 
Reskri um/21 Januari, terkait 



Fitnah. Dalam tulisan itu juga 
disinggung dugaan tindakan 
pelecehan seksual oleh Gilbert 
kepada Leleany Jeaneruth. 

Reinda dilaporkan adik 
kandungnya lantaran dia mencaci- 
maki Leleany dengan menyebut 
perempuan yang tidak benar; 
berselingkuh dengan lelaki 
berinisial JM. "Kok jadi runyam", 
pikir Leleany. Sebab kata dia, 
JM justru teman akrabnya di 
sekretariat gereja. Kepada laki-laki 
beristri ini, Leleany menumpahkan 
semua cerita perbuatan Gilbert 
kepada JM. 

Cerita ini bermula ketika 
anak Leleany, Eleizer Steviawan 
diopname. Eleizer minta tolong 
ibunya agar diambilkan handphone 
di dalam tas sang mama. Leleany, 
tanpa rasa sungkan meminta JM 
mengambil handphone di dalam 
tasnya. Saat JM merogoh tas itu, 
Gilbert melihat, dan cemburu. 
Entah apa yang diceritakan sang 
pendeta pada istrinya. Yang jelas, 
kakak Leleany langsung kalap, 
menelepon tanpa tedeng aling- 
aling, memaki-maki menyebut dia 
berselingkuh dengan JM. Sekali 



lagi, ini versi Leleany. 

Tak terima dengan tuduhan itu, 
Leleany pun mengungkapkan hal 
yang sebenarnya, bahwa yang 
melakukan perbuatan tidak sopan 
itu justru suaminya. Soal makian 
itu ternyata didengar anak Leleany, 
Eleizer. Reinda menelepon Leleany 
memaki-maki pada 29 Desember 
2011. "Pada waktu itu mama 
ditelepon. Saya dengar kata-kata; 
p***k lu, gue jijik, lu gila, gue 
masukin lu ke rumah sakit jiwa/' 
kata Eleizer, sebagaimana ditirukan 
Yance, pengacara Leleany kepada 
wartawan. "Saya mendengar ibu 
dilecehkan, ibu bicara sambil 
menangis. Sebagai seorang anak 
saya sock banget/' katanya. 

Menurut kesaksian Leleany, 
kelakuan abang iparnya itu 
sebenarnya hendak dipendam. 
Apalagi dia bekerja di bawa 
pimpinan sang abang ipar. "Satu 
sisi, keluargaku ditanggung oleh 
GL, sisi lain, harga diriku terinjak, 
dan apa kata orang jika mereka 
tahu aib ini. Sebagai seorang 
janda harga diri saya diinjak-injak. 
Bukan berarti mereka punya uang 
dan kuasa lalu mereka berhak 
membenarkan segala tingkah laku 
mereka. Aku hanya menuntut 
keadilan/' tegas Leleany 



Dituntut balik 

Terkait kasus pela- 
poran tentang fitnah 
oleh Reinda dan tuduhan 
pelecehan seksual ter- 
hadap Gilbert, Tommy 
Sihotang, pengacara Gil- 
bert, dalam perkara kasus 
penghinaan terhadap 
jemaat beberapa wak- 
tu lalu, mengaku 
belum melihat laporan 
tersebut. Lebih lanjut, 
Tommy, ketika dihubungi 
Reformata, pada Kamis 
(23/2/12), mengatakan 
kalau kebenaran itu 
memang ada, dan 
mempunyai cukup bukti 
atas tindakan tak wajar 
dari seorang pendeta, silakan saja 
diteruskan. Namun, jika mereka 
yang melaporakan tidak memiliki 
bukti, pelapor bisa dituntut. "Saya 
sih sederhana saja melihat hal ini. 
Kalau ada bukti, dibuktikan saja, 
silakan. Tetapi, kalau tidak ada 
bukti, tidak bisa dibuktikan, kami 
akan tuntut balik/' jawab Tommy. 

Tommy mengatakan, sampai 
detik ini, pihak Gilbert Lumoindong 
dan istrinya belum mendapatkan 
panggilan dari pihak kepolisian 
atas laporan fitnah yang diajukan 
pelapor Leleany Jeaneruth. Tommy 
pun belum dihubungi pihak terlapor 
secara resmi, terang mantan Ketua 
Partai Kristen Demokrat (PDK), 
ini. "Jika memang laporan itu ada, 




cepat atau lambat dia (terlapor) 
akan menunjuk kita juga sebagai 
kuasa hukumnya," ungkap Tommy. 
Namun sampai berita ini 
diturunkan, Gilbert belum dapat 
dimintai keterangan terkait 
laporan yang dilakukan oleh 
Leleany. Selain itu, aparat 
Kepolisian Polres Jakarta Pusat 
pun belum dapat memberikan 
komentar terkait perbuatan 
sang pendeta. Perlu diketahui, 
saat berita ini diturunkan pihak 
Gilbert berencana mengadakan 
konferensi pers Jumat (24/2/2012) 
pukul 17.00 di Glow Sanctuary 
Thamrin Residences lantai 3A, 
Tanah Abang, Jakarta. 

^Andreas Pamakayo 



Lagi Pelecehaan di 
Gereja ke Meja Polisi 



BELUM selesai perseteruan 
antara pihak Pendeta 
Gilbert Lumoindong 

dengan Partahi Sihombing yang 
sudah dilaporkan ke polisi. Kini, 
datang lagi berita baru dengan 
masalah baru pula. Kali ini 
yang melaporkan justru pihak 
keluarga sendiri. Berita ini pun 
sudah beredar luas di media, dan 
beranda maya. Namun, pihak 
terlapor menyebut pemberitaan 
di media dirasa hanya 
memojokkan pihaknya. Karena 
itu, pengacara pihak Pendeta 
Gilbert E. Lumoindong dan Reinda 
M. Lumoindong, berdasarkan 
Surat Kuasa Khusus No. 028/ 
SK/LBH. MS/II/2012, tertanggal 
21 Februari 2012, dengan telak 
membantah berita tersebut. "Itu 
pernyataan bohong." 

Kuasa hukum, dari Lembaga 
Bantuan Hukum Mawar Saron, 
diwakili John I. M. Pattiwael dan 
Gloria Tamba, SH, menyebut itu 
pernyataan bohong. "Sejumlah 
media massa yang memberitakan 
hanya sepihak. Bersama ini kami 
para advokat dari Lembaga 
Bantuan Hukum Mawar Saron, 
perlu memberikan klarifikasi, 
bantahan, dan sekaligus 
penjelasan kepada masyarakat 
luas, itu fitnah," terangnya 
kepada Reformata, melalui surat 
elektronik, Jakarta, (23/2/12). 

Mengapa disebut fitnah? 
"Bahwa seluruh keterangan 
REFORMATA 



dan pernyataan yang telah 
disampaikan Leleany Jeaneruth, 
dan kuasa hukumnya, tentang 
klien kami, sebagaimana 
telah dimuat oleh sejumlah 
media massa tersebut, adalah 
kebohongan besar dan keji. 
Seluruh keterangan dan 

pernyataannya tersebut tidak 
sesuai dengan fakta." Lebih 
lanjut, tim dari pengacara ini 
juga menyebut, bahwa klien 
kami, bapak Pendeta Gilbert 
E. Lumoindong , dan istrinya, 
Reinda M. Lumoindong adalah 
Pemimpin Gembala Jemaat di 
Gereja Bethel Indonesia, Glow 
Fellowship Centre, Jakarta, yang 
diurapi Tuhan. 

"Pernyataan pelapor bahwa 
klien kami, ibu Reinda, telah 
memfitnah pelapor dengan 
mengatakan pelapor menggoda 
suami Reinda. Lalu, pelapor 
menyebut Reinda mencaci-maki 
dan mengeluarkan perkataan 
kotor, bahkan mengancam 
pelapor. Pernyataan pelapor yang 
menyatakan bahwa suami dari 
Reinda telah melecehkan pelapor, 
bahkan seluruh pernyataan 
pelapor maupun kuasa hukumnya 
dalam berita yang dimuat oleh 
situs Inilah.com tersebut, adalah 
sama sekali tidak benar," jelas tim 
pengacara dari LBH, ini. 

Malah, sebagaimana dijelaskan 
pengacara, justru pelapor 
sendirilah yang jelas-jelas telah 



memfitnah. Justru Leleany-lah 
yang memberikan keterangan 
yang tidak benar dan tidak sesuai 
fakta, sebagaimana laporannya 
kepada pihak kepolisian, maupun 
pernyataannya dalam berita yang 
dimuat oleh sejumlah media 
massa tersebut. Jawaban ini 
juga menjelaskan bahwa pendeta 
Gilbert, bukan pihak yang 
dilaporkan, tetapi yang dilaporkan 
kakaknya sendiri, Reinda. "Kami 
akan buktikan kebohongan- 
kebohongan dari saudari Leleany 
Jeaneruth, pelapor, maupun 
kuasa hukumnya." 

Masalah keluarga, menjadi 
pelik ketika dibawa ke meja polisi. 
Permasalahan antara Reinda 
dengan Leleany Jeaneruth, 
sebenarnya hanyalah masalah 
keluarga, antara kakak dengan 
adik kandung, yang semestinya 
dapat diselesaikan secara 
kekeluargaan. Penasihat hukum 
ini menduga ada indikasi kuat, 
bahwa di balik laporan tersebut 
ada pihak tertentu yang memang 
sengaja dan dengan niat jahat, 
mendorong, bahkan menghasut 
pelapor, untuk membuat laporan 
yang tidak berdasarkan hukum. 
Semata-mata hanya untuk 
merusak reputasi dan nama baik 
pendeta Gilbert Lumoindong. 

Oleh karena itu, pihak 
pengacara Gilbert menghimbau 
kepada pelapor, jangan mau 
ditunggangi, jangan sampai 




Gloria Tamba, SH, 

ada pihak tertentu di belakang 
pelapor, maupun pihak lain yang 
selama ini tendensius. Agar 
sebaiknya bertingkah laku dan 
hidup sesuai dengan Firman 



Tuhan. "Jika selama ini sering 
berbicara tentang Firman Tuhan, 
hendaknya kehidupan dan 
perbuatannya pun harus sesuai 
dengan Firman Tuhan, bukannya 
bertolak belakang. Klien kami 
juga mendoakan agar pihak yang 
telah melakukan fitnah tersebut 
dapat segera kembali ke jalan 
yang benar, berprilaku benar, 
dan hidup sesuai dengan Firman 
Tuhan," ujarnya. 

Apakah karena pemberitaan 
ini menggangu sang pendeta? 
"Klien kami, baik selaku Gembala 
Jemaat, maupun sebagai suami 
isteri, tidak terpengaruh dengan 
keterangan fitnah pelapor, dan 
klien kami akan tetap fokus dalam 
melaksanakan tugas pelayanan di 
GBI Glow Fellowship Centre." 

^Andreas Pamakayo 




TTvafl auto/ ■■ -:qs is^artM»» 

185,8 Mhz 



Jl. 



I 2 



Alamat: 

Woodward No 

Palu 941 12 

Telp. 0451-422694/453533 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Laporan Khusus 



Reinda: Niat menegur 





Pelaporan dibuat Leleany 
yang menyudutkan sang kakak, 
Reinda Lumoindong, istri 
Pendeta Gilbert Lumoindong 
ternyata makin seru. Tak kalah 
pihak Reinda pun membantah 
dengan mengelar jumpa pers 
di GBI Glow Fellowship Centre 



Jakarta, Jumat (24/2/12). 
Reinda menyangkal apa yang 
dituduhkan adiknya, bahwa dia 
mencaci maki dan mengeluarkan 
perkataan kotor. "Saya hanya 
menasihati dia, karena dia, 
saya duga berselingkuh dengan 
orang yang namanya JM. Sudah 



banyak saksi mata, saya sebagai 
kakak berniat menengur 
dia, demi kebaikannya," ujar 
Reinda. Menurut Reinda, apa 
yang dilakukannya tidak lebih 
dari menasihati sang adik. 
Maka, sangat disayangkan 
perbuatan adiknya, Leleany 
Jeaneruth melaporkan Reinda 
ke polisi dengan tuduhan 
fitnah "itu tidak berdasar/' 
"Dia, (Leleany) telah menjadi 
bahan pembicaraan banyak 
orang. Banyak yang melihat 
dia bermesraan di depan 
umum. Sebagai seorang kakak, 
saya nasihati. Saya pikir itu hal 
yang menasihati adik sendiri. 
Mengingat, masa lalu Leleany 
yang menurut dia kurang begitu 
baik kelakuannya/' kata Reinda. 
Lebih lanjut, Reinda 

mengatakan bahwa kehidupan 
masa lalu sang adik sangat 



berantakan. "Berbagai lelaki 
yang telah mempunyai anak 
didekatinya, dan sampai detik 
ini kelakuannya tak berubah. 
Sebelumnya, selingkuh dengan 
sopir, sekarang dengan orang 
yang telah memiliki tiga anak. 
Masa lalunya ngga benar," 
terangnya lagi. "Sorry, bukan 
menjelekkan adik sendiri, 
dia pun hamil di luar nikah 
dengan seorang supir yang 
sudah mempunyai empat anak. 
Sekarang dia mau berselingkuh 
dengan orang yang sudah 
mempunyai tiga anak," ulang 
Reinda. 

Leleany, menurut Reinda 
telah banyak menyebar 
kebohongan. "Seolah-olah 

kakak sendiri tega membuat 
adiknya disakiti dan dilecehkan 
oleh keluarga." Reinda 

menambahkan, laporan fitnah 



terhadap dirinya hanya isapan 
jempol semata. Semuanya telah 
direncanakan oleh keduannya 
(JM dan Leleany). "Kasus ini 
hanya rekayasa. Semua kisah 
diputar balik, mereka berdua 
tidak puas. Lalu, pergi ke 
pengacara yang bersebrangan 
dengan kita. Orang yang diduga 
menceritakan hal tentang 
mereka itu sampai diancam 
mau dibunuh sama si JM," 
katanya lagi. 

Goncangan terhadap keluarga 
pendeta Gilbert Lumoindong 
akhir-akhir ini bertubi- 

tubi. Banyak orang yang 
menyayangkan perseteruan 
keluarga yang seharusnya tidak 
perlu diketahui publik, menjadi 
berita publik. Ini pelajaran yang 
perlu dipetik, agar ke depan 
para pelayanan menyadari 
dirinya sebagai patron, pemberi 
tauladan, namun nyatanya tidak 
selalu demikian. 

Andreas Pamakayo 



RS. PGI Cikini 

Pembangunan Gedung RS. PGI Cikini. 



Liputan 



Indonesia Tolak FPI 



MENGAWALI tahun 
baru RS PGI Cikini 
merealisasikan rencana 
baru pemancangan tiang 
pertama pembangunan 
gedung master plan fisik 
RS PGI Cikini Jakarta 
pada 26 Januari 2012. 
Acara berlangsung penuh 
kebahagiaan. Mulai dari 
Pembukaan, Ibadah 

syukur, kemudian Laporan 
Ketua Panitia kegiatan RS 
PGI Cikini 2012, Bapak Soetikno 
Soedarjo. Pidato Pemancangan 
Tiang Pertama pembangunan 
gedung master plan fisik RS PGI 
Cikini, dilanjutkan sambutan dari 
Prof. Karmel Tambunan, selaku 
ketua umum pengurus yayasan 
kesehatan PGI Cikini, serta Pdt. 
Weinata Sairin selaku Pembina 
Yayasan Kesehatan PGI Cikini. 
Acara ditutup dengan doa dan 
foto bersama. 

Pembangunan ini akan 
berlangsung dalam 3 tahap, dan 
tidak mengubah estetika RS PGI 




Cikini, sebagai garden hospital. 
Rencana pembangunan akan 
dapat diselesaikan sekitar 15 -18 
bulan ke depan, mulai dari acara 
ini berlangsung. 

Harapan agar para pengunjung 
RS PGI Cikini mendapat pelayanan 
dan fasilitas yang semakin 
memadai sebagai rumah sakit 
berstandar Internasional. Gedung 
bertambah luas, dengan jumlah 
ruangan yang bertambah, serta 
peralatan/fasilitas yang semakin 
memadai. 

Seperti ruangan praktek, operasi, 



laboratorium, 
klinik, luasnya 
gedung parkir, 
dan pastinya 

sejalan dengan 
terus berpacunya 
kualitas sumber 
daya manusia 
yang terlibat. 

"Disamping 
pembangunan 
fisik, SDM, dan 
sarana prasarana 
yang terus ditingkatkan, semoga 
semakin banyak yang ingin 
berobat di RS PGI Cikini," harap dr. 
Jongguk Naiborhu, direktur ketua 
RS PGI Cikini. 

Untuk melakukan pembangunan 
ini telah mengeluarkan anggaran 
sekitar 70-80 milyar, yang pastinya 
demi untuk memberi pelayanan 
yang terbaik dengan penuh cinta 
kasih. Selamat untuk RS PGI Cikini, 
semoga pelayanannya semakin 
nyata dengan kualitas yang penuh 
cinta kasih. 

^Lidya 



\i> 



i*&*&$&% i 



Indonesia tanpa, Front Pembela 
Islam (FPI), tanpa kekerasan 
menentang keberadaan ormas- 
ormas yang meresahkan 

masyarakat. 

"Kita tak takut menghadapi 
ormas radikal kalau memang 
negara ini butuh perubahan," tegas 
Vivit Wakil Kordinator Lapangan 
(Korlap), di Bundaran HI Jakarta, 
Selasa (14/2/12). 

Vivit mengatakan tidak 
dibenarkan ada kelompok 



menyerang kelompok 
yang lain atas nama 
apapun, semua berhak 
berorganisasi dan 
menyatakan pendapat 
tanpa kekerasan. 

"Sudah begitu 

banyak kekerasan 
yang dilakukan FPI dan 
melanggar HAM. Serta 
menuntut pemerintah 
menjamin rasa aman 
bagi tiap warga negara agar bebas 
dari kekerasan," ungkapnya. 

Ia menambahkan pemeritah 
seharusnya meninjau kembali 
keberadaan ormas-ormas radikal 
yang mengancam keutuhan NKRI. 

"Selama ini banyak tindakan radikal 
dilakukaan FPI, tapi belum ada 
tindakan kongkrit dari pemerintah. 
Aksi ini juga terinspirasi masyarakat 
Kalteng yang menolak keberadaan 
FPI," ujar Vivit. 

^Andreas Pamakayo 




RADIO "BAHTERA HAYAT 

Kuala Kapuas 91 ,4 FM 




Sebuah Stasiun Radio Rohani, Orientasi khusus untuk 
Pelayanan Pekabaran Injil menjangkau Umat -Umat Tuhan di 
daerah yang belum terjangkau. 

Bapak/Ibu/Sdr (i) dapat menjadi Mitra/partner kami 

dengan cara : 

Mendukung kami dalam do 'a 
Mendukung kami lewat dana untuk operasional. 
Mengirimkan kepada kami pakaian layak pakai/baru untuk 
pendengar radio yang di daerah yang sangat membutuhkan. 
Mengirimkan kepada kami kaset /CD lagu rohani khotbah. 



Radio Bahtera Hayat FM 
Jl. Earkit n l\b.l68 
Perumnas Pulau Telo Kuala 
Kal-Teng 73551 
HP. 081351377168 



Eank Mandiri 
Cab. Kuala Kapuas 
No.Rek ; 0310096528347 
U/Radio Bahtera Hayat 






RADIOSWARAGITA 
CITRA SUMBER KASIH FM 



Head Office Jl 14 Pebruari Lmgk. II Teling Atas Manado 95119 

Talp (0431) 352431 

Rekening Bank : BGA Manado a. n Hao Phoe Khoen f, C 0261353336 

E-mail : r3kfm@yahQD.00m 




Office & Studio 

Villa Puncak Tidar Blok i/9A 

Malang 65 1 5 1 - Jawa Timur 

Telp/Fax: 0341-559777 

SMS .0816-557000 

Studio .-0341-557000 

Flexi Radio : *55*570990 

E-mail: radio_solagracia@yahoo.com 

website : www.solagraciafm.com 



REFORMATA 




n Profil 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



l^£/QBMA^ 



TNDONESIA boleh bangga punya 
I perempuan jenderal pertama di 
Aangkatan laut. Sepanjang sejarah 
Tentara Nasional Indonesia-Angkatan 
Laut (TNI-AL), perempuan pertama 
yang menyandang jenderal bintang 
satu ditorehkan Christina Maria 
Rantetana. Seorang anak Tuhan yang 
peduli Gereja. Saat ini menggawangi 
bidang ideologi dan konstitusi sebagai 
Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konsitusi 
di Menko Polhukam. 

"Kelemahan kita saat ini adalah 
tidak lagi menghargai ideologi, tidak 
mengingat lagi konstitusi bangsa. Kita 
sepertinya mengalami krisis identitas. 
Nilai-nilai inilah yang hilang dari bangsa 
kita. Nilai kesadaran bersama itu perlu 
didengungkan kembali/' ujarnya pada 
Reformata beberapa waktu lalu. 

Dia menambahkan, dua fenomena 
yang tidak bisa dibantah. Pertama, 
fenomena ruang dan fenomena 
isi. Kita adalah negara kepulauan. 
Kemajemukan dan hetoreginitas itu 
menjadi realitas masyarakat kita. 
Kedua, inilah yang membentuk nilai 
hakiki, semangat bersama yang harus 
terus dijaga. 

Christina mengerti benar tanggung 
jawabnnya sebagai Staf Ahli Bidang 
Ideologi dan Konsitusi. "Sebagai 
staf yang membidangi ideologi dan 
konstitusi. Kami mempunyai tugas 
memberikan telaahan mengenai 
masalah tertentu sesuai dengan 
bidang keahlian. Kita berkepentingan 
mempertahankan ideologi 

Pancasila, jangan sampai birokrasi 
emerintahan kita disusupi ideologi 



yang bertentangan dengan Pancasila/' 
katanya.. 

Kendati penuh risiko dan tanggung 
jawab yang berat, Christiana selalu 
melihat tugas yang diberikan sebagai 
amanah dari Tuhan. "Pekerjaan itu 
adalah amanat Tuhan. Kalau saya 
diberikan tanggung-jawab oleh negara, 
saya kerjakan dengan sekuat tenaga 
dengan hasil yang selalu maksimal, 
memang capek, tetapi itulah risikonya 
punya tanggung-jawab/' katanya lagi. 

Christina punya pemikiran seratus 
persen Indonesia dan seratus persen 
Nasrani. Iya, maka dengan demikian 
kita tidak lagi berkhotbah dengan kata- 
kata, tetapi lewat perbuatan kita, orang 
lain melihat ada yang lain dari kita. Saya 
tidak pernah tunjukkan saya orang 
Nasrani, tetapi apa yang saya kerjakan 
untuk bangsa dan negara, dengan 
demikian yang mendasari pekerjaan 
saya adalah, Kita berjuang untuk 
Indonesia, katanya. 

Sebenarnya semasa kecil dulu, 
Christina amat takut pada sosok tentara, 
baju loreng, sepatu lars dan senjata. Dia 
masuk menjadi tentara melalui program 
sekolah perwira sukarela, tahun 
1979. Perempuan kelahiran Makale, 
Tana Toraja 24 Juli 1955 ini, awalnya 
mendaftar ke tentara atas ajakan 
temannya "Saya diajak teman. Kami 
sama-sama mendaftar, tetapi teman 
itu tidak lulus, saya lulus. Karena sudah 
mendaftar dan diterima, maka saya 
komitmen sebagai tentara menjaga 
kesatuan NKRI." 

Wanita kelahiran Tana Toraja 57 
tahun lalu ini bergabung bersama TNI 



AL melalui program sekolah perwira 
sukarela, tahun 1979. Berbagai 
penugasan pernah dijalani sarjana 
kesehatan masyarakat ini, termasuk 
berkiprah di Senayan selama 2 periode 
di Fraksi TNI/ Polri sejak tahun 1997- 
1999 hingga periode ke-2 tahun 1999- 
2004. Pada periode ini ibu lima anak ini 
diamanahkan untuk menjadi sekretaris 
Fraksi TNI/ Polri. Dia ditetapkan 
sebagai jenderal pertama perempuan 
dilingkungan TNI-AL pada tanggal 
1 November 2002, oleh Laksamana 
Bernard Kent Sondakh yang melantiknya 
menjadi perwira tinggi wanita pertama 
TNI-AL. 

Sebagai seorang tentara sekaligus 
seorang istri dan ibu untuk kelima 
anaknya, Christina mengaku selalu 
bekerja keras dan terus bekerja cerdas. 
Menjadi seorang ibu, sekaligus seorang 
laksamana dengan tugas menumpuk 
tentu tidaklah mudah. 

"Kalau disebut capek tentulah itu. 
Tetapi kita harus mengerjakannya 
dengan sungguh-sungguh. Saya bagi 
skala prioritas. Kadang saya kerja 
malam-malam, itu tidak menjadi 
masalah. Seluruhnya kita berserah 
pada Tuhan/' ujar Ketua Umum Panitia 
Pembangunan Gereja Santo Albertus, 
Harapan Indah, Bekasi, ini. Gereja ini 
juga pernah dirusak massa. Waktu 
itu, gereja sudah mendapatkan izin 
pembangunan sejak 11 Mei 2008, 
tetapi sekelompok orang dari organisasi 
berbasis agama dihancurkan. 

Lalu, tidak canggung menghadapi 
laki-laki? Christina mengakui kultur 
yang ada di masyarakat kita kurang 



membuat perempuan bisa berkiprah. 
"Perempuan masih identik dengan 
konsumsi, protokoler, administrasi atau 
kesehatan. Inilah budaya kita yang 
secara perlahan-lahan harus diubah. Di 
Australia, wanita sudah bisa bekerja di 
kapal selam. Indonesia kelak juga bisa," 
jawab Master of Public Health, ini. 

Etos yang bagus bekerja keras dan 
telaten, itulah yang diterapkannya dalam 
mengarungi hidup. Sembari memangku 
tugas negara, Christina juga masih bisa 
menyelesaikan pendidikannya hingga 
master. Istri dari Ir. Cosmas S. Birana, 
menamatkan sekolah dasarnya di SD 
Negeri Sampean, Mengkendek, tahun 
1968. Lalu, SMP lulus 1971 dari SMP 
Katolik Minanga, di wilayah yang sama. Di 
sekolah yang sama dia juga lulus Sekolah 
Menengah Atas (SMA), tahun 1974. 

Setelah melanjutkan akademi, 
(D3). Lulus 1978 dari Akademi _ 
Perawatan Umum, 

Ujung Pandang. SI di 
Fakultas Kesehatan 
Masyarakat, 
Universitas 
Indonesia 
Jakarta, 
sebagai 
Sarjana 
Kesehatan 
Masyarakat, 
lulus tahun 
19 8 7. 
Sedangkan 
S2, Master of 
Public Health, 
diraihnya dari 
Tulane University, 




New Orleans, Louisiana-USA, lulus 1997. 
Selama ini, menurut Christina tidak 
banyak perempuan yang mendaftar 
menjadi tentara atau polisi. Padahal, 
terbuka ruang untuk perempuan. 
Christina berharap di Akademi Angkatan 
Laut mau membuka kesempatan 
bagi remaja putri untuk mendaftar. 
Menurutnya, sulit bagi wanita lulusan 
sarjana yang masuk melalui jalur untuk 
perwira karir bersaing dengan lulusan 
AAL, karena perbedaan spektrum 
penugasan. 

Ia menmbahkan, bukan tidak 
mungkin AAL membuka kesempatan 
bagi remaja putri. Karena Akademi 
Kepolisian pun sudah membuka 
kesempatan bagi wanita untuk menjadi 
taruna. Satu waktu saat pelantikan anak 
perempuannya yang lulus Akademi 
Polisi (Akpol) menuturkan memberikan 
selamat pada seluruh perempuan 
yang lulus. "Waktu itu 
pelantikan anak saya dari 
Akpol, saya beri selamat 
pada para taruna putri 
yang lulus. Saya 
bilang selamat, 
kalian hebat. 

Mereka bilang, ibu 
yang hebat sudah 
jenderal. Saya 
balas, saya tidak 
bisa jadi KSAL, 
tapi kalian bisa 
jadi Kapolri karena 
lulusan Akpol," 
ujarnya memotivasi. 

j&Hotman J. 
Lumban Gaol 




"...untu^memimpin tiah-fiaf} orana kphada kesempurnaan dafam 'Kristus" 

[Kofose f.-zSJ 



Saksikan LIFE Channel, tayangan rohani terbaru yang menyajikan beragam program kristen yang dikemas 
secara menghibur untuk dinikmati oleh segala umur, saksikan hanya di Indovision dan Top TV channel no.70. 

Berlangganan Indovision hubungi (021) 5051 9988 atau 0807 1 77 88 99, 

dan berlangganan Top TV hubungi (021) 5060 5000 atau 0807 1 5000 88 Bandung (022) 723 1400; 

Semarang (024) 845 7007; Surabaya (031) 5310 500; Medan (061) 456 8000; Makassar (0411) 425 800; 

Manado (0431) 863 765, 863 504; Batam (0778) 430 020, 430 019, 428 973; Denpasar (0361) 265 808; 

Balikpapan (0542) 746 299. 

Milis: lifechannel@indovision.tv 
@LlfeChannel70 




REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



rereja & Masyarakat 




Panti Rehabilitasi Cacat Mental "GERASA INDONESIA" 

Melayani yang Terbuang 



TEKANAN hidup, permasalah- 
an yang dihadapai bisa 
membuat orang stress dan 
tertekan. Ketika tingkat stress 
itu meningkat, bisa membuat 
orang menjadi hilang ingatan alias 
"gila". Bagi sebagian orang berduit 
tentu bukan masalah, karena 
bisa membawa keluarganya ke 
rumahsakit jiwa. Tapi bagai- 
mana dengan mereka yang 
tidak mampu? Solusinya, kalau 
tidak dipasung, ya sudah dapat 
dipastikan akan segera berkeliaran 
di jalanan. Kalau sudah begini, 
siapa yang mau peduli dengan 
mereka? Ada., masih ada segelintir 
orang yang peduli. Mereka adalah 
anak-anak Tuhan yang tergabung 
dalam Gerasa, "Gerakan Asih 
Abadi Indonesia", sebuah yayasan 
interdenominasi, Panti Rehabilitas 
cacat Mental yang melayani mereka 
yang terabaikan, khususnya 
orang gila atau hilang ingatan. 
Pelayanan yang dinilai banyak 
orang "tidak lazim" ini terinspirasi 
dari kisah penyembuhan Yesus 
di Gerasa. Di mana orang 
yang telah dipulihkan, setelah 
waras menawarkan diri menjadi 
murid Yesus, itu yang membuat 
pengurus dan aktivis Gerasa 
terpanggil dan tertantang, seperti 
disampaikan Pdt. Ferra Menajang 
S.PAK, Ketua Yayasan Gerasa 
Indonesia. 

Jorok dan Bau 

Gerasa didirikan karena kepri- 
hatinan mendalam para pengurus, 
khususnya Pdt. Lukas Sagotra, 
S.Th, pemrakarsa berdirinya 
yayasan ini. Menurut Ferra, jauh 
lebih mudah mengontrol orang 
yang dibina dalam sebuah panti 
jompo, panti asuhan atau panti 
rehabilitasi narkoba. Mengingat, 
orang-orang yang dibina masih 
bisa diberi pengertian, bisa diajak 
bertukar pikiran untuk mengikuti 
apa yang kita suka dan kita tidak 
suka. Keluarga juga masih mau 
peduli mendanai dan memonitor 
perkembangan mereka. Tapi 
itu tidak berlaku pada mereka 
penderita cacat mental yang sudah 
dibuang dan dibiarkan keluarganya 
berkeliaran di jalanan. 

"Mereka pun sudah tidak tahu 
kemana harus pulang. Segala- 
galanya mereka lakukan di luar 



kesadaran, jorok, 
menjijikan, bau, pe- 
nuh dengan virus, 
bakteri bahkan tidak 
sedikit dari mereka 
yang kami ambil 
menderita penyakit 
mematikan seperti 
TBC, muntah darah, 
infeksi saluran per- 
nafasan, menderita 
gizi buruk dll. Semua 
itu dikarenakan me- 
reka selalu mengais- 
ngais makanan di tempat sampah" 
jelas Ferra. 

Terlepas dari apapun keadaan 
dan ketidakberdayaan mereka, 
Istri Lukas Sagotra ini melihat 
jiwa mereka sama nilainya di 
mata Tuhan Yesus. Terlebih lagi, 
Firman Tuhan dalam Matius 25 
: 34-46 "sesungguhnya segala 
sesuatu yang kamu lakukan untuk 
salah seorang dari saudara-Ku 





• ■ i v^\--- *■ 





adalah "jemput bola", menemui 
mereka di jalanan, berbincang- 
bincang, membujuk mereka 
agar mau ikut dengan tim untuk 
dilayani. Selanjutnya Jiwa binaan 
dibersihkan dari ujung kepala 
sampai kaki. Lalu dilakukan doa 
penyerahan atau pelepasan. Tidak 
berhenti sampai di situ, pada tahap 
pertama ini Jiwa binaan juga diajak 
untuk berkenalan, berjabat tangan 



mewajibkan kepada 
Jiwa binaan untuk 
mengonsumsi susu, 
multi vitamin, serta 
obat penambah 
darah. 

Tentu saja disam- 
ping menyediakan 
makan 3 kali sehari, 
buah-buahan dan 
makanan ringan 
lain. Tidak kalah 
penting adalah 
terapi kejiwaan 
dan spiritual/ rohani bagi Jiwa 
binaan. Dalam terapi kejiwaan, 
Jiwa binaan diperdengarkan lagu- 
lagu nostalgia dan diajak menyanyi 
bersama, diberi kebebasan untuk 
bergaul satu dengan yang lain. 
Gerasa juga menyediakan ruang 
untuk mempersilahkan tetangga 
bergaul dengan mereka, tentang 
hal ini, respon tetangga sangat 
baik. Di samping itu, para Mentor 




yang paling hina ini, kamu telah 
melakukannya untuk Aku", yang 
juga menjadi landasan pelayanan 
Gerasa ini memberikan spirit 
tersendiri bagi para pelayan untuk 
terjun langsung ke jalan. 

Treatment Khusus 

Bukan soal mudah melayani 
Jiwa binaan ini, karena memang 
perlu perlakuan khusus dalam 
melayani mereka. Tapi dengan 
visi yang sudah Tuhan tanamkan, 
demi "Terwujudnya kehidupan 
manusia yang sehat tubuh, jiwa 
dan roh sebagai ciptaan Tuhan", 
maka semua hal yang dianggap 
orang berat itu dapat dikerjakan. 
Ada beberapa tahap yang 
dilakukan Gerasa dalam melayani 
orang gila, atau yang kemudian 
pelayan di Gerasa sebut sebagai 
"Jiwa binaan". Tahap pertama, 



dengan semua penghuni panti, 
sebagai bagian dari terapi sosial. 
Menurut Ferra, hal ini penting 
dilakukan untuk menanamkan 
di hati mereka, bahwa: "Kita 
satu keluarga dan harus saling 
mengasihi", sebagaimana motto 
pelayanan Gerasa. 

Tahap yang kedua adalah tahap 
terapi. Ini adalah tahap untuk 
mengobservasi setiap Jiwa binaan 
untuk melihat kondisi fisik maupun 
mental mereka. Untuk itu, yayasan 
yang berkantor di Ruko Mitra Bekasi 
Blok B No. 17 Jl. Ir. H. Juanda No. 
151 Bekasi, Tip. 021.8812008, dan 
Hp. 081280880355 itu tidak segan- 
segan mendatangkan ahli medis, 
dalam hal ini dokter khusus untuk 
mendiagnosa Jiwa binaan. Dalam 
rangka memenuhi kebutuhan fisik 
Jiwa binaan, Alumni Sekolah Tinggi 
Teologia Bethel, Jakarta ini, juga 



juga mengajak mereka ngobrol 
dan bercanda. 

"Ini dimaksudkan untuk melatih 
tingkat kemampuan mereka agar 
dapat fokus pada satu materi 
atau topik (tertentu), sehingga 
diharapkan lompatan-lompatan 
berfikir mereka makin lama makin 
berkurang", jelas Ferra. 

Selanjutnya, terapi yang juga 
tidak kalah penting adalah terapi 
rohani. Dalam terapi ini Jiwa 
binaan diajak untuk doa bersama 
tiga kali dalam satu hari. Bukan 
hanya itu, di panti Gerasa yang 
beralamatkan di Desa Setia 
Mekar No. 58 Bekasi Timur Tip. 
021.91308009, Jiwa binaan juga 
diajarkan untuk memuji Tuhan, 
dan didoakan satu persatu. Di 
panti, Jiwa binaan juga diajarkan 
membuat Prakarya setiap hari, 
mulai jam 2 sampai jam 5 sore, 



seperti membuat bando, gelang, 
kalung, keset dan lap dapur dari 
kain tali yang dianyam, dll. Hal 
ini disesuaikan dengan tingkat 
kemampuan Jiwa binaan. 

Bukan hal yang sia-sia belaka. 
Buah dari pelayanan dan perlakuan 
khusus terhadap Jiwa binaan itu 
kini sudah banyak yang mengalami 
kemajuan. Ferra membandingkan 
bagaimana kondisi awal mereka 
dijemput, tidak ada reaksi apa- 
apa, namun dalam kurun waktu 
1-2 minggu, mereka sudah bisa 
berinteraksi (bisa diajak bercakap- 
cakap), ada yang sudah ingat 
keluarga, tahu alamat rumah, 
dan menceritakan semua masalah 
dan masa lalunya, dan mengapa 
dia bisa sampai sakit, terang ibu 
dari Hilaschya Easter Nataschya 
Sagotra dan Autarkeia Sagotra ini. 
Kendati pelayanan yang diker- 
jakan dinilai berat, namun Ferra 
dan rekan-rekan di Gerasa tidak 
menganggap itu sebagai 
beban. Tidak sedikitpun du- 
ka yang dirasakan. Sebab, 
menurut Ferra, semua yang 
dilakukan, walau seperti apa- 
pun merepotkannya, semua 
dilakukan seperti untuk Tu-han. 
"Yang pasti semua mendatang- 
kan sukacita, terlebih lagi 
ketika kami teringat dan mem- 
bandingkan keadaan mereka 
saat kami jemput, dengan 
keadaan mereka sekarang, 
perubahannya sungguh menak- 
jubkan, ajaib karya Tuhan." 

Dalam melayani jiwa-jiwa binaan 
ini Ferra dan rekan-rekan di Gerasa 
sadar betul, jika mereka tidak bisa 
sendiri, karena itu dia mengajak 
semua pihak untuk bergandengan 
tangan menjangkau mereka yang 
terbuang bagi kemuliaan Tuhan. 
Ferra juga yakin, bahwa pergumulan 
mereka untuk pengadaan tempat 
yang berkapasitas lebih besar 
dapat terpenuhi. Untuk mendapat 
keterangan lebih lanjut tentang 
pelayanan Gerasa, Anda juga dapat 
mengunjungi halaman facebook 
Panti Gerasa. Di dalamnya banyak 
diunggah foto-foto tentang proses, 
progress atau kemajuan yang 
dialami para penghuninya. Gerasa 
memanfaatkan media ini untuk 
memberikan informasi tentang 
pelayanan mereka. 

^Slawi/ Andre 



UNITED WE STAND 

92.2 FM ■■ 

Simak Terus Program Acara Kami: 

Kado Buat Kamu, Salam Keluarga, 

Salam Bakodapa, Curhat, 

Bedah Lagu, Nafiri Top Ten 

^nrfio ^uara jVafiri ^ 

00 ° FM Bitung 



Praise and . 
Office: SPBU Madidir Jin. Babe Palar 

I Kota Bitung. Telp (0438) 5507210 
Fax: (0438) 38444 
itudio: Puncak Nafiri Pakadoodan 
Kota Bitung. Telp(0438)32772 
SMS 081340000792 
Email: suaranafiri_fm@yahoo.com 



M$DWMm^m 



SWEET SOUHD OF THE ROCK 
MAKING THI LIFE RE RETTER 



nADIV SUARA PENGHARAPAN 







.11.) Ml 



VISI dan MISI: 

MENJANGKAU VAHO TIDAK TERJANGKAU DAN 
DIBAWA PADA YESUS (REACII, UNREAC1I PEOPLE) 

MEMBERI HARAPAN BARU BAGI YANO 

KEJIILANOAN HARAPAN DENGAN 

MENGHADIRKAN FIRMAN TTJ1LAN SEBADAI 

SOLUSI (HIS WORLD IS ANSWER} 

OBI Matawai-STT Lantai 2. 

Jl. K. e d g I a i No. 11 MaUwai-Waingbpu 

TJp. 0387-61708,61106 b' a*. 0387-62052 




/M JW- X&H- Allz , 



Dengarkan acara 



r~i-icWj raria Memuji menyembah Tuhan di pagi nan 

Lnsty teria pk 0SM _ mM ^ 



Biro Crlsty 



KuoscHing rmArtul udara bergama para 
Hamba Tuhan pk. £1<QQ - 23-30 wfca 



Si m pon i Malam Merenungkan Firman Tuhan dan 

Bingkisan Lagu-kKju Rohani 
pk. 22?3Q - 00,00 wlta 
setiap hari Senin malam pk. 22.30- wita 
bersama fl^p. &*&&*&** SJr&ft 



Cristy . 



Pusat Informal PelayoTiai 
Kantor/Studio Radio Cristy 

Jl. Manggis Ito. £6 Makasar Sulawesi Sdatdr: 

Tetp. [My\) 852113* &7D715 Fa*,; £04U> 935090 

E-mail: cristvup@indosat,net.id 



r^rl mi fi tJ if i r w W t U r^ fJ 'j tftl 



REFORMATA 



Editorial 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 




Setengah Hati 



Victor Silaen 
(www.victorsilaen.com) 

MARI bertanya jujur kepada 
diri sendiri: apakah kita 
merasa diuntungkan dengan 
keberadaan sejumlah organisasi 
kemasyarakatan (ormas) yang kerap 
beraksi anarkis di tengah masyarakat? 
Kalau tidak, maka pertanyaan berikut 
ini patut kita sampaikan kepada 
Pemerintah dan Polri: mengapa 
setengah hati membubarkan ormas- 
ormas anarkistis itu? Tidakkah perintah 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) pada 9 Februari 2011, di Kupang, 
saat memperingati Hari Pers Nasional, 
begitu gamblang: agar mencari jalan 
legal untuk membubarkan ormas- 
ormas yang sering menimbulkan 
keresahan? Kepada siapa lagi perintah 
itu ditujukan kalau bukan para 
bawahannya di kabinet, termasuk 
Kapolri? Tapi, mengapa hingga 
setahun berlalu tak satu pun ormas 
anarkistis itu yang sudah dibubarkan? 

Inilah wajah para pelaksana 
pemerintahan Indonesia dewasa 
ini: setengah hati dalam bertindak 
tegas terhadap pihak-pihak yang 
seharusnya disikapi secara tegas. Yang 
memprihatinkan, para pejabat tinggi 
dan orang-orang penting itu kerap 
berdalih terhalang oleh peraturan 
perundang-undangan yang ada, 
seolah Indonesia sebentuk negara 
hukum yang miskin hukum atau 
hukumnya usang. 

Terkait itu Presiden SBY sendiri 
mestinya mengintrospeksi diri: 
mengapa perintahnya setahun silam 
lebih itu tak ditindaklanjuti secara 
konkret oleh para bawahannya? 
Adakah dia kurang berwibawa di 
mata mereka, atau dia sendiri kurang 
memperlihatkan keteladanan konkret 
tentang ketegasan dalam memimpin? 

Sekarang coba cermati Menteri 
Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Pada 

11 Februari lalu ia mengatakan 
telah mengeluarkan teguran kedua 
kepada ormas Front Pembela Islam 
(FPI) terkait tindakan anarkis mereka 
dengan memecahkan kaca kantor 
Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta, 

12 Januari lalu. Menurut Menteri 
Gamawan, langkah berikutnya, 
kalau FPI masih melakukan hal yang 



sama, terus-menerus mengganggu 
keamanan dan ketertiban masyarakat, 
maka pihaknya akan mengambil 
tindakan pembekuan ormas itu. 
Jika setelah dibekukan ternyata 
masih juga melakukan pelanggaran, 
maka tindakan selanjutnya adalah 
pembubaran ormas. 

Pertanyaannya, mengapa Menteri 
Gamawan harus menunggu lagi? 
Seakan tak ada sense of crisis di 
dalam dirinya. Berdasarkan data 
Polri, bukankah selama ini FPI sudah 
berkali-kali melakukan pelanggaran? 
Bahkan secara tegas, 17 Februari 
lalu, Jubir Polri Saud Usman Nasution 
menyatakan bahwa FPI paling banyak 
melakukan aksi anarkistis selama dua 
tahun terakhir. Aksi anarkistis yang 
mengatasnamakan FPI tahun 
2010 tercatat sebanyak 29 
kasus dan tahun 2011 sebanyak 
lima kasus. Dulu (31 Agustus 
2010), Kapolri Bambang 
Hendarso Danuri (BHD) sudah 
menegaskan bahwa ormas- 
ormas pelaku kekerasan itu 
harus dibekukan. Menurut BHD, 
selain FPI, ormas-ormas yang 
kerap beraksi anarkis adalah 
Forum Betawi Rempug (FBR) 
dan Barisan Muda Betawi. 
Catatan Polri, sepanjang 2007 
hingga 2010, sedikitnya 107 aksi 
kekerasan dilakukan oleh ketiga 
ormas tersebut. Atas dasar 
itu kita patut bertanya, apakah data 
yang sudah terdokumentasi itu dapat 
diabaikan begitu saja? Bukankah yang 
disoroti dulu (era Kapolri BHD) dan 
sekarang (era Kapolri Timur Pradopo) 
ormasnya juga sama? 

Di sisi lain, Ketua Umum FPI 
Habib Rizieq sendiri sudah melempar 
'tantangan", bahwa FPI siap dibekukan 
jika memang terbukti melakukan 
tindakan yang dianggap anarkistis dan 
kerap meresahkan. 'Kami tidak merasa 
kebal dengan hukum. Jika kami bersalah, 
kami siap menerima teguran, dibekukan, 
bahkan dibubarkan/ kata Rizieq dalam 
pertemuannya dengan Menteri Agama 
Suryadharma Ali di Kantor Kementerian 
Agama, Jakarta, 17 Februari lalu. Heran 
bukan, alih-alih pemerintah dan aparat 
penegak hukum, kok malah ormas yang 
sudah kerap melakukan aksi anarkistis 
itu yang bersikap tegas. 

Kita tak dapat menyangkal bahwa 
FPI selama ini begitu digdaya 
memerankan diri sebagai kaum 
vigilante di tengah masyarakat. 
Vigilante itu sendiri berarti warga sipil 
yang kerap melakukan aksi penegakan 
hukum menurut versinya sendiri dan 



dengan caranya sendiri. Dalam beraksi, 
mereka biasanya berkelompok, dengan 
jumlah anggota yang relatif banyak. 
Kekuatan massa itulah yang membuat 
mereka menjadi berani dan bahkan 
garang ketika beraksi. Norma-norma 
masyarakat, bahkan hukum positif, 
dengan mudahnya mereka langgar. 

Atas dasar itu maka keberadaan 
kaum vigilante dapat disimpulkan 
sebagai masalah sosial sekaligus 
duri dalam penegakan hukum di 
negara hukum ini. Pertama, karena 
mereka bukanlah orang-orang yang 
berotoritas dalam menafsirkan 
hukum. Kedua, dan ini yang utama, 
karena mereka bukanlah aparat 
penegak hukum yang diberi otoritas 
secara sah oleh negara untuk 




Gamawan Fauzi. Teguran kedua. 



(ppdi.or.id) 
penegakan 



melakukan aksi-aksi 
hukum. Atas dasar itu maka kita 
harus memandangnya begini: 
bahwa di saat-saat kaum vigilante 
itu beraksi, otoritas polisi sebenarnya 
telah dicuri. Di saat-saat itu pula 
sebenarnya kewibawaan polisi 
telah dilecehkan. 

Dalam perspektif politik, salah satu 
fungsi negara adalah melaksanakan 
penertiban (law and order). Untuk itu 
maka negara memiliki kewenangan 
untuk memaksa, juga monopoli dalam 
penggunaan kekerasan fisik secara sah 
dalam suatu wilayah (Weber, 1958). Itu 
berarti, jika dalam realitasnya negara 
tidak melakukan pencegahan terhadap 
ormas-ormas yang kerap beraksi 
anarkistis, maka sesungguhnya negara 
telah melakukan kejahatan. Itulah yang 
disebut kejahatan melalui tindakan 
pembiaran (crime by omission). 

Berdasarkan itu maka selayaknyalah 
jika kaum vigilante itu disikapi 
secara koersif. Tak perlu mencari- 
cari alasan bahwa pembekuan, 
bahkan pembubaran, ormas-ormas 
anarkistis itu terhambat UU Ormas 
No. 8/1985. Bukankah UU itu sendiri 



mengisyaratkan bahwa setiap ormas 
harus menjunjung tinggi Pancasila? 
Jadi, jika sebuah ormas sudah secara 
terang-benderang menunjukkan 

diri mereka pro-kekerasan, tidakkah 
itu sebenarnya dapat dianggap 
bertentangan dengan Pancasila dan 
karenanya dapat diberi sanksi tegas? 

Tak pelak, Pemerintah dan Polri 
harus berani melakukan terobosan 
hukum jika tak ingin masalah vigilante 
ini berlarut-larut. Tak perlu menunggu 
revisi UU Ormas. Apalagi, menurut staf 
ahli Badan Legislasi DPR Abdul Kholik, 
desakan kepada pemerintah untuk 
merevisi UU tersebut sebenarnya 
sudah sejak 17 tahun lalu. 'Tapi tidak 
ada penyelesaian, sampai akhirnya 
DPR memutuskan untuk menyusun 
sendiri revisi tersebut." 

Harus diingat, salah satu 
fungsi hukum adalah sebagai alat 
kontrol sosial. Itu berarti, hukum 
yang tak pernah sempurna 
sebagai tata peraturan itu harus 
mampu menyesuaikan diri 
terhadap realitas sosial yang 
dinamis. Di situlah terkandung 
sifat fleksibilitas hukum, yang 
berarti kebijaksanaan. Sedangkan 
hukum itu sendiri adalah 
kebijakan. Maka, agar kebijakan 
tersebut senantiasa berdampak 
positif bagi masyarakat, 
pelaksanaan hukum haruslah 
disertai dengan kebijaksanaan. 
Sebagai contoh begini. Jika Anda 
berkendara di jalan tol selepas Pintu tol 
Karang Tengah menuju Slipi, Jakarta 
Barat. Di bilangan Meruya, setiap Senin 
sampai Jumat pada jam-jam sibuk 
di pagi hari, Anda boleh berbelok ke 
kanan lalu masuk ke jalan dengan 
arus yang berlawanan (contra flow). 
Jadi, khusus pada satu lajur itu, setiap 
pengendara diperbolehkan berjalan 
melawan arus. Tapi, keistimewaan 
itu hanya berlaku pada waktu-waktu 
tertentu yang dianggap sibuk saja. Itu 
pun hanya berlaku di pagi hari (di sore 
hari contra flow tidak berlaku). 

Siapakah yang membuat peraturan 
"aneh" itu? Polisi. Tujuannya, untuk 
mengurangi tingkat kemacetan di 
sepanjang jalan dari Meruya menuju 
Slipi. Itulah kebijaksanaan, yang 
dilaksanakan secara fleksibel demi 
kebaikan bersama. Jadi, meski pada 
hari Senin sampai Jumat dan di pagi 
hari, namun jika saat itu sedang 
liburan, kebijaksanaan tersebut dengan 
sendirinya tak diperlukan. 

Jelaslah, yang diperlukan adalah 
keberanian dan kreativitas untuk 
mencari terobosan hukum. Jika 



Polri bisa, Mendagri pun harus bisa. 
Bukankah pada 3 November 2009, 
ketika sedang membahas RUU 
Keistimewaan Yogyakarta, Gamawan 
Fauzi pernah berkata: "Kita bisa 
menerobos hukum." Kalau begitu 
maka dalam konteks pembekuan dan 
pembubaran ormas-ormas anarkistis, 
tidakkah kita juga bisa melakukan hal 
yang sama secepatnya? 

Pemerintah dan Polri mestinya 
sadar bahwa selama ini masyarakat 
sudah berupaya mempertahankan diri 
dari aksi-aksi kekerasan yang kerap 
dilakukan ormas-ormas anarkistis itu. 
Di balik itu mereka mencatat bahwa 
negara dan aparat keamanannya 
kerap absen dan bahkan melakukan 
pembiaran. Namun, kesabaran ada 
batasnya. Maka, jangan heran jika 
masyarakat Dayak di Kalimantan 
Tengah berunjuk sikap pada 10 sampai 
12 Februari lalu. Ribuan orang turun 
ke jalan demi menyatakan penolakan 
mereka terhadap FPI. Puncaknya, 
Minggu 12 Februari lalu, dengan 
mengenakan pakaian adat dan senjata 
di tangan mereka bersesakan di 
Bandara Riwut Cilik siap menyambut 
kedatangan empat pemimpin FPI yang 
sedianya akan menghadiri pelantikan 
pengurus organisasi mereka di 
Palangkaraya. 

Dua hari berselang, di Jakarta, 
sejumlah aktivis anti-kekerasan 
berkumpul di Bundaran Hotel 
Indonesia untuk mendeklarasikan 
gerakan "Indonesia Tanpa FPI". Lima 
hari sesudahnya, giliran Riau yang 
menyerukan penolakan terhadap 
ormas-ormas pro-kekerasan itu. 
"Ormas seharusnya adalah wadah 
untuk masyarakat dalam beraspirasi, 
namun tetap ada batas-batas yang 
telah ditentukan. Tidak ada anarkisme 
yang dibenarkan," kata Kepala 
Kesbangpolinmas Riau Zulkarnain Kadir, 
di Pekanbaru, Minggu lalu (19/2). Dia 
juga mengharapkan kepolisian dapat 
bertindak tegas terhadap ormas yang 
terang-terangan melakukan perbuatan 
merusak. "Intinya adalah, bila ada 
ormas yang bertindak melebihi aturan, 
maka aparat harus menindaknya 
dengan tegas, terlebih menyangkut 
kepentingan rakyat banyak dan 
simbol-simbol negara," ujarnya. 
Ke depan kita berharap Pemerintah 
dan Polri sanggup berpikir jernih dan 
lalu mengambil langkah-langkah yang 
tepat untuk menyikapi masalah ini. Jika 
tidak, jangan terkejut jika kelak konflik 
horizontal tak terhindarkan dan hukum 
makin tak berwibawa di negara hukum 
ini. 



Bang Repot 



Para politisi dan pejabat di republik 
ini disarankan meniru langkah 
Christian Wulf, yang tak segan- 
segan mengundurkan diri sebagai 
Presiden Jerman gara-gara setiap 
hari diberitakan media telah 
menerima hadiah-hadiah ketika 
menjadi perdana menteri negara 
bagian Lower Saxony. Padahal ia 
baru 596 hari atau sekitar satu 
tahun lebih memegang jabatan itu. 
"Itu pelajaran yang baik yang harus 
ditiru. Walaupun masih terindikasi, 
tapi sudah mundur/' kata pengamat 
politik dari Universitas Az Azhar 
Jakarta, Ilyas Indra Damarjati. 
Bang Repot: Kalau di Indonesia 
sih lain. Pejabat negara di sini, 
biar sudah jadi terpidana juga 
tidak mau mundur. Budaya 
Timur g itu I o h... 

Masjid Nurhidayah milik jemaah 
Ahmadiyah di Jalan Raya 
Ciranjang, Kampung Cisaat 
RT 01/08, Desa Cipeuyeum, 
Kecamatan Haurwangi, Kabupaten 



Cianjur, Jumat (17/2/2012) pagi 
dirusak ratusan warga. Diduga, 
motif perusakan diakibatkan 
kekesalan warga terhadap jemaah 
Ahmadiyah yang masih beraktivitas 
meski sudah ada kesepakatan. 
Bang Repot: Padahal beberapa 
waktu lalu Presiden SBY baru 
saja berpidato di depan para 
dutabesar dari negara-negara 
sahabat, bahwa di negara ini 
hubungan antarumat beragama 
berjalan dengan baik. Kalau ada 
masalah, kata SBY, semuanya 
diselesaikan. 

Setelah tokoh adat Dayak dan 
masyarakat Kalimantan Tengah 
(Kalteng) menolak kehadiran Front 
Pembela Indonesia (FPI) di wilayah 
itu, 12 Februari lalu, sikap penolakan 
yang sama disampaikan secara 
terbuka oleh Riau beberapa hari 
kemudian. Badan Kesatuan Bangsa 
Politik dan Perlindungan Masyarakat 
Pemerintah Riau mendukung 
rencana pemerintah pusat 

untuk membubarkan organisasi 
kemasyarakatan (ormas) yang 



terbukti anarkhis dan merugikan 
masyarakat. "Ormas seharusnya 
adalah wadah untuk masyarakat 
dalam beraspirasi, namun tetap 
ada batas-batas yang telah 
ditentukan. Tidak ada anarkhisme 
yang dibenarkan/' kata Kepala 
Kesbangpolinmas Riau, Zulkarnain 
Kadir di Pekanbaru, Minggu (19/2). 
Bang Repot: Sekarang kuncinya 
terletak di tangan Pemerintah 
dan Polri. Kita menunggu 
ketegasan dan kemauan baik 
mereka demi menjaga tegaknya 
hukum dan tertib sosial di 
tengah masyarakat. 

Puluhan anggota organisasi massa 
Majelis Mujahidin Indonesia 
mengeroyok seniman Bramantyo 
Prijosusilo yang hendak menggelar 
pertunjukan seni Social Sculpture 
atau patung sosial berjudul "Aku 
Melawan Perusakan Atas Nama 
Agama" di depan Markas Majelis 
Mujahidin di Jalan Karanglo 94, 
Kotagede, Bantul, DI Yogyakarta, 
Rabu (15/2/2012). Bramantyo 
yang belum sempat menampilkan 



aksinya langsung diamankan aparat 
kepolisian. 

Bang Repot: Inilah salah satu 
contoh ormas yang harus 
diawasi. Main hakim sendiri 
dengan mengedepankan 

kekerasan, udah usang banget 
tuh cara-cara begitu. Main otak 
dong, jangan main otot... 

Konsorsium Pembaruan Agraria 
menagih janji Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono terkait 
reformasi agraria. Presiden SBY 
dinilai tak kunjung mewujudkan janji 
menandatangani Peraturan Presiden 
tentang Reforma Agraria. Deputi 
Sekjen Konsorsium Pembaruan 
Agraria (KPA) Iwan Nurdin 
mengatakan, terakhir SBY berjanji 
bahwa rancangan peraturan itu akan 
ditandatangani pada akhir Januari 
2012. Namun, janji itu tak kunjung 
direalisasikan sampai sekarang. 
"Kami mencatat sedikitnya tiga kali 
Presiden Yudhoyono menjanjikan 
itu," ujarnya, Jumat (17/2/2012), di 
Jakarta. 
Bang Repot: Selalu Berjanji Ya... 



Sesuatu Banget Ya... SBY gitu 
loh... 

Pernyataan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono di depan duta besar 
negara-negara sahabat terkait 
Jamaah Ahmadiyah hanya berdimensi 
diplomatis. Pernyataan ini tidak akan 
memuaskan atau meyakinkan pihak 
luar negeri terkait kekerasan yang 
terjadi. "Negara-negara sahabat 
juga tahu apa yang terjadi di sana. 
Saya kira itu bagian dari diplomasi 
SBY. Memang dalam kenyataannya 
tidak ada larangan dari pemerintah 
pusat di bawah pemerintahan SBY 
terhadap Ahmadiyah. Tapi dari segi 
lain, publik nasional dan internasional 
tahu bahwa Ahmadiyah itu menjadi 
sasaran kekerasan dari kelompok- 
kelompok tertentu dan itu seolah-olah 
dibiarkan/' ujar intelektual Azyumardi 
Azra di Jakarta, Rabu (15/2). 
Bang Repot: Itulah yang 
namanya menyelesaikan 

masalah dengan wacana. 
Lumayanlah, daripada tidak 
ngomong apa-apa... 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Liputan 




Program Pelatihan 
Pekerja GPRS 




GLOW Profesional Recruitment 
Service (GPRS). Merupakan 
program pelatihan bagi para pekerja 
Profesional. GPRS hadir bagi mereka 
yang belum bekerja, atau mereka 
yang memiliki usaha. Pada pertama 
GPRS hanya dikhususkan bagi jemaat 
Glow, kedepannya mungkin bisa 
mencakup umum. Acara berlangsung 
dengan motivator dari jemaat Glow 
sendiri. 

"Pengajar di GPRS terdapat dari 
jemaat Glow yang profesaional," 
tegas Erwin Pohe, di Glow Sanctuary, 
Jakarta ahad lalu. 

Menurutnya, mereka yang 
mengikuti program ini adalah 
orang yang belum bekerja. GPRS 
menjadi sarana bagi mereka yang 



memerlukan pekerjaan. 

Terutama generasi muda 
agar cepat mendapatkan 
pekerjaan. Ada banyak orang 
sudah bekerja, tetapi mandek 
dalam pekerjaan, serta 
banyak perusahaan yang 
kesulitan mencari karyawan. 
Erwin melihat ini karena 
skill, pengetahuan yang 
kurang, dan kelakuannya 
(Sifat/ karakter individu) yang 
menjadikannya terhambat 
dalam pekerjaan. GPRS 
mengarahkan jemaat Glow 
untuk dapat bekerja lebih baik dan 
mendapatkan pekerjaan dengan 
cepat, kata Erwin. 

GPRS juga melakukan kerjasama 
antara perusahaan dan akan 
mencari para pengusaha yang mau 
menampung karyawan agar dapat 
disalurkan ke berbagai perusaan yang 
memerlukan tenaga kerja mereka. 

"Jika mempunyai kelakuan baik, 
skill memadai, dan pengetahuan yang 
baik, tentunya cepat mendapatkan 
perkerjaan dan pengusaha pun pasti 
akan menariknya/' ujarnya. 

Glow telah mempunyai program- 
program seperti Glow Zedek (LBH), 
Glow Professional, Glow Pendidikan, 
dan banyak lagi program lainnya. 

^Andreas Pamakayo 



Forum Peduli Anak Bangsa 

Melindungi Kepentingan 
Terbaik Anak 



KEPEDULIAN terhadap anak 
menumbuhkan hadirnya 

berbagai lembaga atau forum 
pelayanan anak. Tepatnya 20-24 
Februari, di Wisma GPIB, Jl. Medan 
Merdeka Timur No. 10 Jakarta 
diadakan Training Of Trainers 
(TOT) Konvensi Hak Anak (KHA) 
dan Undang-Undang Perlindungan 
Anak (UUPA). 

Kegiatan ini berlangsung karena 
kerjasama dari berbagai lembaga 
pelayanan anak dan aras gereja, 
diantaranya JPAB, JKLPK, WVI, 
Compassion, PGI, PGPI, PGLII, 
KWI, PGTI, GGBI dan Bala 
Keselamatan. Dengan tujuan 
untuk memperlengkapi fasilitator 
dengan KHA & UUPA agar dapat 
memberikan perlindungan bagi 
anak demi kepentingan terbaik 
anak, dan juga dapat menciptakan 
lingkungan yang ramah dan aman 
bagi anak. 

Menariknya, kegiatan ini 
mempertemukan 29 peserta, 
dari Medan dan Nias berjumlah 



14 orang, Mentawai 1 orang, 
Lampung 1 orang, Jabodetabek 
10 orang, Jawa Barat 1 orang, 
serta Kalimantan Timur 1 orang. 
Berbagai pengalaman pelayanan 
dan temuan kasus yang dijumpai, 
memperkaya pembelajaran untuk 
memperlengkapi setiap peserta. 

Materi-materi yang diberikan selain 
wawasan Alkitab, Sesi sosialisasi KHA 
dan UUPA, kunjungan lapangan, 
Sesi gereja dan tanggapanya, serta 
Kiat dan Teknik Fasilitasi. Setiap 
materi disampaikan oleh fasilitator 
yang konsen dalam dunia pelayanan 
anak serta memiliki kemampuan 
memfasilitasi peserta dengan 
sangat baik. Diantaranya Bapak Tri 
Budiardjo, Ketua Dewan Pengurus 
Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB). 

Proses TOT berjalan dengan 
baik, melengkapi peserta untuk 
pemahaman KHA dan UUPA, dapat 
membangkitkan spirit cinta pada 
anak, serta membangun jaringan 
pelayanan anak untuk lebih baik. 
^Lidya 



Presidium Inter Religious Council Indonesia (IRC) 

Harmonisnya Keberagaman 



PENANAMAN pohon dan 
pendirian tanaman 

perdamaian, atas harmoni 
antar keberagaman 

agama melibatkan tokoh 
agama, pemerintah, dan 
masyarakat. Menurut 

Din Syamsuddin, Taman 
dan Prasasti perdamaian 
merupakan simbol 

kerukunan antar umat 
beragama sebagai sebuah 
identitas bangsa Indonesia. 
'Taman Perdamaian 

dinilai mempunyai sejarah tinggi, 
karena menjadi monumen yang 
menandai semangat melestarikan 
perdamaian, dan ini akan menjadi 
pelajaran bagi generasi penerus 
bangsa serta mencerminkan 
kemitraan strategis antara tokoh 
agama dan wakil rakyat," ujar Din 
Syamsuddin Ketua Presidium Inter 
Religious Council Indonesia (IRC) 
di taman MPR/ DPR/ DPD Jakarta, 
Kamis (10/2). 

Hadir dalam acara bertajuk 
"Harmoni dalam Negara Kesatuan 
Republik Indonesia (NKRI)" itu, 
antara lain, Ketua MPR Taufiq 
Kiemas, Ketua DPD Irman 
Gusman, Mentri Kehutanan Zulkifli 
Hasan, serta Ketua Presidium 




Inter Religious Council Indonesia 
(IRC) dan Ketua Umum Pimpinan 
Pusat (PP) Muhammadiyah Din 
Syamsuddin. 

Taman perdamaian merupakan 
taman kecil dengan sebuah 
prasasti dari tokoh lintas agama. 
Mereka adalah Din Syamsuddin, 
Iqbal Sulam dari Pengurus Besar 
Nahdlatul Ulama (PBNU), Mgr. 
Johannes Pujasumarta (Konferensi 
Wligereja Indonesia), Pendeta 
Andreas Yewangoe (Persekutuan 
Gereja-gereja di Indonesia), 
Philip K Widjaja (Perwakilan Umat 
Buddha Indonesia), I Nyoman 
Undayana dari Parisada Hindu 
Dharma Indonesia, Wawan Wiratna 
(Majelis Tinggi Agama Konghucu 



Indonesia), dan Slamet 
Effendy Yusuf (Majelis 
Ulama Indonesia). 

Menurut Taufiq Kemas 
membangun perdamaian 
antar umat beragama 
di Indonesia telah ada 
pada saat negara ini ingin 
dibentuk. Prokamator 

Republik Indonesia Soe- 
karno mengatakan tentang 
pentingnya berketuhanan 
dalam perdamaian yang 
diterapkan dalam kehi- 
dupan NKRI. "Menjaga 
kerukunan hidup beragama bukan 
hanya tanggung jawab tokoh 
agama, melainkan tanggung jawab 
seluruh elemen bangsa, termasuk 
pemerintah dan masyarakat/' tegas 
Taufiq Kemas. 

Zulkifli menambahakan, 

kegiatan penanaman pohon telah 
disetujui oleh masyarakat apapun, 
suku, bangsa, dan agamanya. 
Kerukuanan dan perdamaian sangat 
dinantikan masyarakat Indonesia. 
Kehidupan saling berbagi dan 
menerima tanpa memandang 
latarbelakang agamannya menjadi 
impian menuju Bhineka Tunggal 
Ika. 

^Andreas Pamakayo 



Lounching Album Hosana Musik 

Dijiwai Semangat Kasih Sayang 



KOLABORASI tiga 

penyanyi senior 

musik keroncong papan 
atas Indonesia dalam 
satu album rekaman 
sangatlah jarang 

dijumpai. Tapi Anastasia 
Astutie melakukan itu 
dalam rilis album rohani 
"Pitados Ing Gusti" 
(Hatiku Percaya) dengan 
menggaet Waljinah dan 
Mus Mulyadi sebagai 
bintang dalam Album di 
bawah Label rekaman 
Hosana Musik. 

"Mbak Waljinah penyanyi wanita 
yang telah menunjukan dedikasi 
tinggi pada musik keroncong dan 
langgam, dalam rangka konservasi 
dan revitalisasi keroncong ini 
saya minta mbak Waljinah dan 
Mus Mulyadi di album Pitados Ing 
Gusti/' ungkap Anastasia Astutie 
di Aula St. Yohanes Kathedral 
Jakarta, Jumat (17/2/2012). 




Ini adalah album ke dua 
Anastasia, orang pertama yang 
merekam lagu-lagu rohani dalam 
bahasa Indonesia dan Jawa 
dengan basis musik keroncong. 

"Karena musik keroncong 
merupakan kebudayaan 

asli Indonesia yang pernah 
dipinggirkan. Sedangkan musik 
rohani yang dijiwai semangat kasih 
sayang membutuhkan inovasi terus 
menerus. Dengan semangat itu 



berharap keroncong religi 
Kristiani bisa enak di telinga 
dan bisa memperkenalkan 
musik kerencong dalam 
pergaulan di dunia/' tegas 
Anastasia. 

Menurut Koko Thole, 
bahasa musik universal 
mengandung makna 

kedalam arasemen bahasa 
musik apa saja. 

Peluncuran album religi 

keroncong di hadiri, Koko 

Thole, Romo Muji, Mus 

Mulyadi, dan Remy Sylado. 

Serta moderator acara Bens Leo, 

Kritikus Musik Senior. 

Album Pitados Ing Gusti 
merupakan rekaman lintas agama 
bersama Waljinah, Mus Mulyadi 
dan Koko Thole (seorang Muslim). 
Didalam keroncong keberagaman 
itu menjadi satu, tak berbeda, 
semua sama. Sebab musik 
keroncong universal. 

^Andreas Pamakayo 




ftg#0nya Orang Ppm^nfl 

Jalur Utik Temu Segala (Jala 

Sarana Informasi &. Musik 



Jin. Mawar Nn.2 

T<?ntens 94663 Keb, Poso Prav, SULTENG 

Telp. 0458 21305 HP. 081341338633 



RADIO SYALLOM 
FM9G,2MHZTOBELO 

(I latmahera Utara] 

The voice of Trans format ion 

Media Paling tepat untuk 
sarana Promosi Usaha 
srtdadi Kabupaten 
Halmahera Utara 

mmifimEE£nn\ 



rf,iri amD 1 ; 0I>:?3OD 



D-B^pi G vrejoJVapDu n/Hamba Tuhan 
d ar I T n lai* J flwfl yan g ingi n 
m ditiadakan PePa^rana-ii di Kotai 
TOBELO/PULAU HALMAHERA* 
hani E siap m r n ia di rnilra#ntfa 

Hufamiijt KaitiK * 

HhV\Q 5YMLOM f M ?Q,2 MHZ TO«U0 

M.iirjttcj Lt-FJi-g Spnlki-n H» Z W ARI TOBELG \ H n I >n uh* n» ! i I • i r-i i 

TftlfHHi {B924J26Z2M1, SMS 091144409 4. D BI 1410005 1 





fapfan Wan dan Psmasamn fi8\B4472Q3Q3 



REFORMATA 




Berita Luar Negeri 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



|ire/ormata| 



Isu Pembakaran Al-Qur'an Dipolitisir! 



ISU pembakaran Al-Qur'an 
kembali merebak. Berita kali 
ini bukan datang dari penggagas 
ide pembakaran Alquran, Terry 
Jones di Amerika Serikat, yang 
beberapa waktu lalu banyak 
disorot media. Berita kali ini dating 
dari Afghanistan. Bermula ketika 
seorang pekerja Afghanistan 
menemukan potongan salinan 
Alquran yang hangus di pangkalan 
udara Bagram. Tidak jelas apakah 
itu sengaja dibakar, atau dipolitisir 
untuk menyulut kemarahan 
warga. Faktanya "isu pembakaran 



kitab suci itu" membawa protes 
dan gelombang demo. 

Atas kejadian itu, pemerintah AS 
dan pimpinan NATO di Afghanistan 
telah meminta maaf dan berjanji 
akan menyelidikinya hingga tuntas. 
Namun, gelombang protes terus 
berdatangan. "Dikhawatirkan 
membuat dukungan masyarakat 
terhadap Taliban semakin 
bertambah. Padahal, tentara 
AS yang akan segera ditarik 
dari negara tersebut. Kita 
sudah setengah mati mencoba 
menghilangkan pengaruh Taliban 



di Afganistan," ujar Kedubes AS 
di Kabul. "Peristiwa ini sepertinya 
menghancurkan semua usaha 
kami. Untuk menghindari 
gelombang protes. Kedubes 
dikunci, semua perjalanan 
dibatalkan. Semuanya, diharapkan 
berhati-hati di luar sana/' katanya. 
Permintaan maafnya terkait 
pembakaran Quran di pangkalan 
udara tentara gabungan 
internasional di Bagram. NATO 
mengatakan, peristiwa itu tidak 
disengaja dan tidak bermaksud 
menghina. ***Hotman 



LABA-LABA 1 



Ada O 



SINCE 1898 



Masalah 



S .'-2»! 




Kami akan memberikan solusi 



Jl Panglima Polim Raya No44 
Jakarta Selatan 12160 
INDONESIA 

Phone:+62 21 720 3629 
Fax : +62 2 1720 8960 
1^1 infc@labalabaxo.id 



J I Margonda Raya No 267 

Depok 16423 

INDONESIA 

Phone: +62 21 7720 2879 

+62 21 7720 2902 

^ www.labalaba.co.id 




Penggantian sol dan in-sol 

(kulit atau karet) 

Hak /bungkus hak 

Pengecatan 

Pembaharuan 

Pelonggaran 

Gagang 

Bis 

Resleting 

Penjahitan 

Kunci 

Variasi 

Trol 

Gagang Resleting 

Kunci 

Penjahitan 

Roda dan kaki 

Sarung 

Pengecatan 
Penambahan busa 
Penggantian kulit 

Resleting 

Pembaharuan Alterasi 
Penjahitan 

Tali pinggang 
Sarung tangan 
Penyepuhan emas dan perak 
Penambahan lubang 
Pemotongan 
Penyambungan 



Perangi Obesitas, 

Michelle Obama Sitir Alkitab 




MENGUTIP Firman Tuhan 
dalam 1 Korintus 3: 
16, tentang " Tubuh adalah 
bait Allah" Michelle Obama 
mengajak umat Kristen untuk 
bersama-sama memerangi 

obesitas. Hal itu disampaikan 
Michelle Sabtu pekan lalu ketika 
mengunjungi sebuah gereja 
besar di Florida. 

Bertempat di Gereja yang 
dilayani Pendeta sekaligus 
salah seorang penasihat 
spiritual Presiden Obama itu, 
Michele mendorong kelompok- 
kelompok keagamaan agar 
bergabung dalam kampanye 
melawan obesitas. "Kadang- 
kadang orang enggan 
melakukannya jika itu tidak 
dikatakan di sini," katanya, 
berbicara kepada sekitar 3.000 



orang lebih, dari 120 
jemaat dan organisasi, 
yang mewakili lebih 
dari 15 denominasi 
di Northland, pusat 
Florida. 

Joel Hunter, pen- 
deta dan penasihat 
rohani Presiden Ba- 
rack Obama yang 
melayani sebagai 

pendeta senior dari 
gereja Northland 

mengamini apa yang 
dikatakan Michele. 

Kata dia, karena 
tubuh adalah bait Allah, maka 
kita harus menghormati dan 
memelihara tubuh yang telah 
dianugerahkan ini dengan dan 
untuk membantu orang lain 
melakukan hal yang sama. 

Kampanye ini penting 

disampaikan, sebab sepertiga dari 
anak-anak di Amerika mengalami 
kegemukan atau obesitas. Kondisi 
ini berisiko besar dan berdampak 
sangat serius, terutama ancaman 
untuk penyakit diabetes, kanker, 
dan penyakit jantung. Itu 
merusak kesehatan mereka, 
akhirnya berefek domino terhadap 
masa depan mereka sendiri dan 
perekonomian Negara yang 
mengeluarkan biaya miliaran 
dolar setiap tahunnya untuk hal 
ini." 



CBNr«>> 



Cahaya Bagi Negeri 



^y^% 




.v> 



''$&&&& 








"Tahun 1998, istri saya-lndarti, positif mengidap kanker payudara stadium 2. 

Kami putus asa karena pengobatan yang dijalani Indarti tidak menyembuhkan. 

Akhir tahun 2002, kami menonton tayangan Solusi dan setelah ikut berdoa dengan 

host, benjolan di payudara Indarti pecah. Dalam seminggu lukanya kering dan 

rasa sakitnya hilang. Kanker payudara Indarti sembuh!" 

(Yokhanan-Kalimantan) 

Dengan mendukung program TV CBN tetap tayang, Anda dapat menolong oran 



Sisihkan 

Rp 3.500,- PER HARI 

(Rp 100.000,- per bulan) 

dan kirimkan dukungan donasi Anda melalui, 
Rek. BCA a/c 522 0309 446 
a/n. Yay. Cahaya Bagi Negeri Ind. 
Informasi lebih lanjut, 
kirim SMS ke 081 5965 5960. 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



Resensi Buku 





Kebenaran Tentang 
PEPERANGAN ROHANI 




i 



Tuhan dan iblis 



PENGANTAR OLEH GARY CHAPMAN 

C. MARK CORTS 



Perang Melawan Diri 



Judul Buku 


: Kebenaran Tentang Peperangan Rohani 


Penulis 


: C. Mark Corts 


Penerbit 


: Immanuel Publishing 


Cetakan 


: 1 


Tahun 


:2011 



PEPERANGAN rohani itu 
tidak melulu bicara soal 
roh-roh kegelapan sebagai 
musuh. Tidak., tidak hanya itu. 
Peperangan rohani juga meliputi 
berbagai aspek dalam kehidupan 
orang Kristen. Kadang-kadang, 



diri sendiri pun 
bisa menjadi 

musuh rohani 
kita. Sesuatu 

yang timbul dari 
diri, ketakutan, 
kecemasan, dan 
keputusasaan 
tidak jarang justru 
menjadi musuh 
utama kerohanian 
kita. Membuat 
^^^^^^^ spiritualitas orang 
terpuruk, jatuh 
dan enggan bangkit lagi. 

Peperangan rohani di sini 
bukanlah peperangan fisik 
yang dapat dengan mudah 
dilihat, diobservasi dan 

diteliti penanganan dan dicari 
solusinya. Ini soal perjuangan 



diri melawan diri. Meskipun juga 
ada aspek diluar diri yang dapat 
mempengaruhi, hingga akhirnya 
menjadi musuh. C. Mark Corts, 
Penulis buku ini menyebut, 
setidaknya ada sembilan hal 
yang dijelaskan dalam sembilan 
bagian besar yang berhubungan 
dengan aspek diri. Pertama, 
adalah penderitaan, yang dia 
jelaskan pada bagian satu, buku 
ini. Kisah Ayub mengawali 
ulasannya tentang penderitaan. 
Selanjutnya dia jelaskan secara 
detail, mulai dari hal apa yang 
ada dibalik penderitaan sampai 
uraian tentang Penderitaan versus 
Adikodrati. 

Pada bagian kedua, aspek diri 
manusia berupa keputusasaan 
dijelaskan dalam buku bertajuk 



''Kebenaran Tentang Peperangan 
Rohani". Mark menceritakan 
tentang begitu banyaknya 
orang yang tidak sadar bahwa 
keputusasan sebenarnya adalah 
alat Iblis yang sangat hebat. 
Mengapa demikian, karena 
keputusasaan berbeda dengan 
alat Iblis lain, seperti kebencian, 
kedengkian, kecemburuan dan 
lainnya yang terlihat sangat 
menghebohkan. Seperti ulasan 
sebelumnya, Mark menjelaskan 
dengan terperinci, mulai dari 
etimologi kata sampai dengan hal- 
hal penting yang mencerahkan 
tentang seluk-beluk keputusasaan. 
Hal lain dari diri yang disebut 
sebagai peperangan rohani adalah 
masa lalu. Ini dijelaskan pada 
bagian 9 buku ini. Ada banyak 



masa lalu negative yang sering 
dilalui orang. Tidak kalah sering 
dialami adalah masalalu berkonflik 
dengan orang. Mark pada 
bagian ini mengutip buku Greg 
Anderson yang menuliskan masa 
lalunya pernah berkonflik dengan 
orang, lalu dia mendatangi orang 
tersebut untuk meminta maaf. 
Hasilnya, keduanya berpelukan 
dan menangis bersama, saling 
mnengaku kesalahan. Ini adalah 
peperangan yang sesungguhnya. 
Kata maaf, ketika orang bersalah, 
itu memang mudah, tapi 
bagaiaman dengan orang yang 
ada dalam posisi benar, lalu 
meminta maaf? Tentu bukan soal 
mudah bukan. 

Buku ini sangat menarik dibaca 
oleh Anda, baik pemimpin rohani 
maupun jemaat. Tidak hanya 
mengetengahkan penjelasan dan 
uraian menarik tentang berbagai 
hal secara terperinci, dari buku 
ini anda juga dapat melakukan 
refleksi dan aplikasi bagi diri. 
Karena memang disediakan 
pertanyaan-pertanyaan reflektif di 
setiap akhir pembahasan. Slawi 




Jalan Menjadi Manusia Sempurna 



Judul Buku 


: Menjadi Manusia Sempurna 


Penulis 


: Pdt. Bigman Sirait 


Penerbit 


: Yayasan Pelayanan Media Antiokhia 




(Yapama) 


Cetakan 


: 1 


Tahun 


: 2011 



MENJADI manusia sem- 
purna, sebuah upaya yang 
tidak mudah nampaknya. 
Ya., ide ini pun sudah menjadi 
konsumsi diskusi para filsuf 



dijamahnnya. Ten- 
tu dengan beragam 
pendekatan 
dan teori serta 
simpulan yang 
dihasilkan pun 
berbeda, bahkan 
bertolakbelakang 
sama sekali. Tapi 
bagaimana kata 
Alkitab tentang hal 
ini? Alkitab begitu 
gamblang menjawab persoalan 
manusia sempurna mulai dari 
rancangan penciptaan, pilihan, 
kejatuhan dalam dosa, penebusan, 
hingga kekekalan. Setidaknya 



begitulah hasil penelusuran Pdt. 
Bigman Sirait tentang kebenaran 
kitab suci terkait soal manusia 
yang telah dituangkannya dalam 
buku "Menjadi Manusia Sempurna" 
Menjadi Manusia Sempurna, 
limapuluh tulisan tentang manusia 
dari berbagai sudut pandang 
tersaji untuk dinikmati. Tentu saja 
kebenaran Alkitab tetap menjadi 
basis dalam usaha menemukan 
jati diri manusia sempurna, dalam 
pengamatan yang serius terhadap 
keseharian hidup. Menariknya, 
50 tulisan Menjadi Manusia 
Sempurna ini juga sekaligus 
sebagai usaha Pdt. Bigman Sirait 



untuk mengingatkan setiap orang 
percaya tentang jati dirinya, tujuan 
hidup, dan tanggung jawab, yang 
berlangsung dari hari ke hari. 

Dalam buku ini, pembaca 
budiman akan diajak berselancar 
menelusur ombak makna dari 
hidup sejati, menyibak fakta 
dari pelbagai fenomena. Tentu 
saja dengan spektrum Injil yang 
relevan bagi segala masa, dalam 
lima tema besar yang berbeda. 
Tuan, Tuhan Atau Uang; Iman 
Yang Tak Terkalahkan; Integritas; 
dan Sang pemimpin 

Harapan dan optimisme terhadap 
orang percaya agar mengaktualisasi 



ciri-ciri manusia sejati, dengan 
kualitas diri yang terlihat, terukur, 
terpuji, dan teruji, kental terasa di 
setiap sudut buku ini. Minimal dengan 
memenangkan pertandingan "unjuk 
diri," bahwa orang percaya dapat 
menjadi bukti tentang nilai-nilai hidup 
yang luhur dan berbudi sebagai umat 
yang mengenal, dan hidup dalam 
kuasa pimpinan Allah Sang pencipta. 
Sebab, sejatinya itulah jalan Menjadi 
Manusia Sempurna. 

Buku Menjadi Manusia Sempurna 
niscaya memberi wawasan dan 
perspektif yang berbeda dalam 
melihat dan mengkritisi setiap 
fenomena di keseharian anda. 
Karena umat memang dituntut 
menjadi berbeda, dan bukan hanya 
tunduk, turut dan ikut, mengalir 
dengan ajakan-rayuan jaman ini. 
Tapi mampu tampil menjadi manusia 
yang terararh pada satu garis terang 
nan progresif, untuk menjadi manusia 
sempurna. ^Slawi 



mim 

"702 AJVi 



HORAS, MEJUAJUUAti, 
NJUAH-JUAti, YA'AHOm AHOJ 




-. <r' 



Hadir setiap hari dari jam 06, 00-24.00. 
memutarkan lagu- la y u . 

Koto 

MatutalSlna 

Promosikan Album Terbaru Anda 

Sll-dlo ; JL Sffltoro Rraflllo i V J*>, 10, Bufd Blr-luro Pnrrnal. 
Jakarte Selatan, "loip. D21-rJ&£0034 
Aguanwi Pantai! 08136*246683 /021 -333 71 9E1 
Ectwnna SimuMrt ; 0Bi3Sfl3&771GyQ2t-37470£W 



Pai{pa% 
Niat 





Berdiri 22-5-1975 

Radio Komersil Berpengalaman 

Meraih Pendengar Terbanyak 

di Kotamadya R Siantar 

Kab. Simalungun. 

S&wic& MeEaifaui Pengusaha 

JL Bola Kaki No. 31 

P. Siantar 2112 - Sumut 

Tel. (0622) 28154 - 21767 

Fax : 28300 



Radio 

Pelita Batak 



90.7 FM 



JUJUR & KONSISTEN 

STUDIO : 

Bukit Golgata No. 1 Dolok Margu 

Kab. Humbang Hasundutan 22457 SUMUT s 0633 700 2022/33 



REFORMATA 




EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



Bukan Buruh Biasa 



Yusak Manuputty 



Bukan Jumat Biasa 

Hari Jumat 27 Januari 

2012 bukan hari Jumat biasa, 
mengapa? Karena jalan tol 
Jakarta-Cikampek selama kurang 
lebih 8 jam, sejak pukul 09:00 
pagi sampai 17:30 sore lumpuh 
total sepanjang kurang lebih 12 
Km. 

Terlepas dari pro dan kontra 
masyarakat terhadap aksi 
pemblokadean jalan tol tersebut, 
aksi Buruh Bekasi Bergerak (BBB) 
yang mogok kerja dan demo 
di tengah jalan tol itu terbukti 
efektif membuat Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) 
seperti kebakaran jenggot, alias 
panik. 

Kepanikan SBY terlihat ketika 
secara mendadak ia memanggil 3 
menterinya, yaitu Menteri Tenaga 
Kerja dan Transmigrasi Muhaimin 
Iskandar, Menteri Koordinator 
Perekonomian Hatta Rajasa 
dan Menteri Koordinator Politik 
Hukum dan HAM Djoko Suyanto. 

Rapat yang diselenggarakan 
dalam suasana penuh 

ketegangan ini pun akhirnya 
menghasilkan kesepakatan yang 



bisa diterima oleh pihak buruh 
dan juga pengusaha, yaitu 
UMK Bekasi ditetapkan sebesar 
Rpl.491.000, untuk kelompok II 
sebesar Rpl.715.000, kelompok 
I sebesar Rpl.849.000, 

kesepakatan ini diraih ketika 
buruh bekasi juga berjanji tidak 
akan turun ke jalan lagi. 

Bukan Buruh Biasa 

Mengapa saya katakan bukan 
buruh biasa? Setidaknya ada 
3 alasan untuk menjawabnya, 
antara lain; 

Pertama, buruh bekasi 
dikatakan sebagai bukan buruh 
biasa, karena buruh bekasi 
mampu membuat orang nomor 
satu di bangsa ini, yaitu SBY 
beserta jajarannya kebakaran 
jenggot. Hanya dalam tempo 
sesingkat-singkatnya, yaitu 

di bawah 1 x 24 Jam dapat 
membuahkan keputusan yang 
berpihak kepada tuntutan buruh, 
tentu saja bukan buruh biasa 
yang bisa "mendikte" SBY dan 
menteri-menterinya secepat itu. 

Kesepakatan antara buruh dan 
pengusaha harus dicapai secepat 
mungkin, dikarenakan jalan tol 
Jakarta-Cikampek adalah salah 
satu urat nadi ekonomi. Jika 
dibiarkan berlarut-larut, akan 
menyebabkan kerugian yang 
lebih besar bagi para pengusaha. 
Efek domino dari kerugian ini 





pU^^^HHH| 




I f| 


J 


^J^raf 




^^^T» ^-V^B W ^^B W 


U Jm ^b^mm. A" ■ MM^*^^^^^ 



akan mengakibatkan kegaduhan 
politik. Hal inilah yang sangat 
ditakuti oleh SBY, karena jalan 
tol yang lumpuh total selama 8 
jam, sudah membuat pengusaha 
merugi hingga milyaran rupiah. 

Kedua, buruh bekasi dikatakan 
sebagai bukan buruh biasa, karena 
mampu membuktikan kepada 
Pengusaha, khususnya kepada 
APINDO, bahwa solidaritas antar 
buruh masih ada. Bukan hanya 
masih ada, tetapi masih sangat 
kuat dan kekuatan buruh patut 
diperhitungkan. 

Peristiwa blokade jalan tol 
memberikan pelajaran yang 
sangat berharga kepada APINDO, 
bahwa sudah sepatutnya 
keuntungan perusahaan dibagi 
adil kepada buruh, bahwa 
sesungguhnya keadilan ekonomi 



Berita Luar Negri ■ 



Film Melecehkan Yesus Diijinkan Beredar 



Film pelecehan Kristen dan 
sejarah Kristen itu akhirnya 
diijinkan beredar. Badan sensor 
film inggris BBFC merestui film 
"Visions Of Ecstasy" ditonton 
bebas, setelah selama 23 tahun 
dilarang. Padahal sudah sangat 
jelas konten film pendek yang 
menampilkan sebuah adegan 
seorang suster Spanyol, St. 
Teresa dari Avila merayu Yesus 
Kristus di atas kayu salib sangat 
melecehkan kekristenan. 

"Dewan mengakui, bahwa isi dari film ini mungkin 
akan sangat menyinggung beberapa pemirsa," kata 
BBFC dalam sebuah pernyataan beberapa waktu 
lalu. "Namun, dewan memberikan pedoman dan 
pandangan yang jelas, bahwa masyarakat, orang 



dewasa memiliki hak untuk 
memilih apa yang akan 
mereka lihat, asalkan materi 
yang dimaksud adalah tidak 
ilegal atau berbahaya," seperti 
dilaporkan The Guardian. 
Dewan pengkategorian film 
inggris memberi sertifikat 18 
untuk film ini. Hanya boleh 
ditonton oleh orang di atas 18 
tahun. 

Betul sudah apa kata orang, 
dan telah dibuktikan melalui 
serangkaian penelitian. Yang ditakutkan orang 
Kristen, khususnya injili, saat ini bukan ajaran 
radikal atau agama tertentu, tapi sekularisasi dan 
liberalitas berpikir yang kebabalasan. 

^Slawi/dbs 




dan kesejahteraan buruh 
merupakan pondasi terkuat untuk 
menciptakan situasi dan kondisi 
yang kondusif. 

Ketiga, buruh bekasi dikatakan 
sebagai bukan buruh biasa, 
karena aksi mereka membuktikan 
masih hidupnya solidaritas, 
empati atau bela rasa antar 
sesama buruh. Kita semua sama- 
sama tahu, bahwa kehidupan 
kita sudah sangat sesak dengan 
individu yang egois. Seringkali 
ditemukan justru sesama buruh 
saling menjegal, saling menyikut, 
saling menjatuhkan, menjilat-jilat 
atasan dan kecenderungan cari 
aman apabila terjadi konflik. 

Kini banyak buruh semakin 
sadar, bahwa karakter egois 
adalah bunuh diri bagi buruh. 
Sebaliknya, nilai solidaritas, 
empati dan bela rasa merupakan 
satu-satunya kekuatan dan 
harapan buruh untuk bisa meraih 
kehidupan yang lebih adil, dan 
tentunya lebih sejahtera bagi 
mereka dan keluarga mereka. 

Bukan Solidaritas Biasa 

Kita semua tentunya masih 
ingat aksi bakar diri yang 
dilakukan oleh aktivis, Alm. 
Sondang di depan istana, 
sebagai suatu bentuk kritik atas 
ketidakadilan ekonomi. Cukup 
banyak yang tersentuh, namun 
tidak sedikit yang mengatakan itu 
sebagai kebodohan. 

Berbeda dengan aksi bakar diri 
di Tunisia yang mampu menyulut 
revolusi di Tunisia, pasca 
meninggalnya Alm. Sondang, di 
Indonesia justru tidak terjadi 
gemuruh apa-apa. Hal ini bisa 



terjadi dikarenakan semakin 
menipisnya kepedulian atau 
solidaritas antar anak bangsa. 

Setiap hari kita semakin sering 
menyaksikan betapa kita semakin 
tidak peka atas kehidupan 
sesama kita, degradasi empati 
sudah semakin parah, kampus- 
kampus yang pernah menjadi 
simbol aksi solidaritas, kini di 
berubah menjadi ladang subur 
untuk meciptakan jago-jago 
tawuran. 

Kita juga menyaksikan 
kekerasan demi kekerasan 
antar organisasi masyarakat, 
mereka angkat senjata tajam 
lalu menyerang sesamanya tanpa 
ampun, lalu membantai dengan 
sangat keji dan biadab, tanpa ada 
belas kasihan sedikit pun. 

Di sisi lain kita juga 
menyaksikan, betapa atas nama 
agama terjadi kekerasan, kita 
saling membenci dan saling 
memaki, menutup paksa rumah 
ibadah, melarang sesama kita 
beribadah dengan segala cara, 
bukan hanya terjadi pada 
pemeluk agama Kristen, tetapi 
juga Islam dan pemeluk agama 
lainnya. 

Kekerasan menghancurkan 
solidaritas antar anak bangsa. 
Tanpa kita sadari, sesungguhnya 
kekerasan lahir dari karakter 
egois dan individualis. Itu artinya, 
karakter egois adalah cikal bakal 
hancurnya solidaritas. Egois dan 
individualis adalah salah satu 
bentuk kekerasan yang paling 
biadab, karena egois membunuh 
solidaritas, sama dengan 
membunuh sesama kita. 

Buruh di bekasi membuktikan, 
bahwa solidaritas adalah 
solusi. Kita bisa melihatnya 
dan menyaksikannya, bahwa 
buruh yang memiliki empati, 
memiliki bela rasa, dan memiliki 
solidaritas, buruh seperti itulah 
yang memiliki masa depan yang 
sejahtera. Bukankah semakin 
indah jika di hari esok solidaritas 
itu terjadi lintas kelompok, tatkala 
buruh dan pengusaha bersatu 
dan memilliki solidaritas untuk 
sepakat melawan sistem yang 
korup, dan sekaligus melawan 
koruptor di Senayan, di Istana 
dan juga di POLRI dan TNI. 




AAG 



radio.org 



MGradio merupakan audio streaming 
yang dapat didengar melalui Internet 
caranya dengan membuka: 

www.mgradio.org 

Anda dapat mendengarkan langsung 
melaui website atau dapat menggunakan 
media player lain. 

Dimanapun anda berada.. 

MGradio hadir... 

untuk memberkati anda semua! 

Untuk pertanyaan dan kerjasama siaran, 
atau periklanan, anda dapat menghubungi 
kami melalui : 



Email: admin@mgradio.org 
Call: 021-92032201 







Alamat: 

Jl.Juwana- 

Pucakwangi km.7 

Desa Tanjung Sari, RT.07/ RW. 02 Kec Jakenan 

Kail. Pati, Prov. Jawa Tengah- 59182 

Telp: 085225113911, 005290295570 
SMS: 005292164227 




INSPIRASI HIDUPCERDAS DAN BERBUDAYA 

Jl. Galunggung No.105 Tasikmalaya 46112 ( 0265) 334999 / Fax. (0265) 331698 

JL Galunggung No. 105 Tasikmalaya 46112 
Telp: (0265) 334999 / Fax: (0265) 331698 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



:hotbah Populer 





Pdt. Bigman Sirait 



INTEGRITAS semakin langka di 
muka bumi ini. Lebih mudah 
dijumpai orang yang tidak 
berintegritas, daripada mereka yang 
berintegritas, sehingga semakin 
sulit menemukan orang yang dapat 
dipercaya. Lantas apa sebenarnya 
yang dimaksudkan integritas di 
dalam Alkitab? Dalam Ayub 2: 3 
disinggung tentang Ayub sebagai 
sosok berintegritas dengan beberapa 
aspeknya, yaitu saleh, jujur, takut 
akan Allah dan menjauhi kejahatan. 
Ayat yang sama juga menceritakan 
bagaimana Ayub tetap tekun dalam 
kesalehannya. Di sini tentu tidak 
sedang membicarakan tentang 
pergumulan Ayub, tapi lebih menilik 
kualitas integritasnya. Dalam Kamus 
Inggris-Indonesia, kata Integrity 
diterjemahkan sebagai "Menjauhi 
Kejahatan". Menarik, orang yang 
berintegritas adalah orang yang 
menjauhi kejahatan. Lalu apa 
yang dimaksud dengan menjauhi 
kejahatan? Tentu banyak hal untuk 
mendefinisikannya, tapi ini dekat 
dengan aspek kesejalanan/ seiring- 
sejalan antara perkataan dan 
perbuatan, ini integritas. Artinya, 
apakah perkataan itu adalah benar, 
dan memang benar-benar akan 
dilakukan, sehingga layak untuk 
membuat semacam "gentlemen 
agreement". Mencari orang seperti 
ini tentu saja amatlah sulit. Alih-alih 
orang dapat dipegang kata-katanya, 
sering kali sudah ada kontrak, 
lengkap dengan klausulnya pun 
lantas coba diakali agar terhindar 
dari kewajiban. Ironis! Ini bukan 



Dicari Pemimpin 
Seperti Ayub 



saja bisa terjadi pada orang dunia, 
tapi juga orang kristen, orang gereja, 
atau bahkan pendeta. Justru yang 
kerap membuat orang kecewa 
berat adalah kalau itu terjadi di atau 
dengan orang gereja. Karena orang 
berpikir apa yang dikatakan, apa yang 
dibicarakan, yang menjadi semangat 
bersama itu adalah sesuatu yang 
benar. Kebenaran yang akan dijaga 
dan dilakukan dan tidak mungkin 
dilupakan atau dihianati. Tetapi 
faktanya, penghianatan itu justru 
tampak nyata. Intergritas adalah 
suatu hal yang perlu digumulkan, 
di mana antara kata dan fakta yang 
dilakukan itu dapat sejalan. Jika 
tidak, itu adalah suatu kejahatan 
(merujuk terjemahan integrity). 

Menjauhkan diri dari kejahatan 
juga berarti, dia tidak akan 
melanggar apa yang telah diucapkan 
dan tidak akan mengubah janjinya. 
Dia akan menanggung segala 
konsekuensinya, sekalipun akibat 
dari janji yang dibuat adalah hal yang 
pahit dan merugikan dia. Tapi dia 
berani menerima dan menanggung 
itu. Integritas menunjukkan suatu 
nilai yang luar biasa, sehingga antara 
kata dan fakta, kata dan kelakuan 
itu sejalan. Janganlah kiranya orang 
menyebut kita sebagai "munafik", 
seperti apa yang dilakukan banyak 
pemimpin yang hanya berucap kata 
tapi tidak pernah melakukannya. 
Mereka berkata "jangan ini", tetapi 
sesungguhnya mereka sendiri 
berbuat itu. Lagi-lagi ironis. Amat 
sangat mudah ditemui pemimpin 
munafik dikolong langit ini dengan 
segala perilaku yang tidakterpuji. 
Karena itu pemimpin yang bermutu 



perlu diciptakan. Ada beberapa aspek 
yang dapat menunjukkan bahwa 
pemimpin itu bermutu: 

1. Keseimbangan kata dan 
fakta. 

Ini berbicara tentang keberanian 
untuk menanggung segala 
konsekuensi akibat dari apa yang 
dikatakan. Orang seperti ini tidak 
melarikan diri dari dampak yang 
ditimbulkan. Karena itu dia disebut 
orang yang tidak munafik. 

2. Katakan "Benar" untuk 
"Benar", dan "Salah" untuk 
"Salah". 

Ini adalah kebalikan dari orang 
munafik. Orang seperti ini adalah 
orang yang dapat dipercaya, 
yang memiliki kegairahan untuk 
hidup benar sehingga dia tidak 
menyerempet ke dalam kejahatan, 
apalagi terjebak di sana. A adalah A, 
dan B adalah B, apapun konsekuensi 
yang akan diterimanya, harus 
dijalankan, harus diwujudkan, dan 
dia berani bertangungjawab atas 
apa yang telah diucapkan. Baginya 
lebih baik rugi daripada untung, tapi 
mengingkari janji. Lebih baik tidak 
untung, kalau karena itu dia harus 
berkata tidak jujur dan melanggar 
ucapan sendiri. Alangkah indahnya 
jika kita menemukan orang yang 
dapat dipercaya. 

3. Jujur 

Katakan "Ya" untuk "Ya", dan 
"Tidak" untuk "Tidak",memang bisa 
disebut sebagai kejujuran, tapi itu 
lebih terkait pada sebuah prinsip dan 
sikap yang memang memiliki korelasi 



dengan kejujuran. Tetapi jujur yang 
dimaksud di sini lebih kepada konteks 
situasi di mana anda mendapatkan 
sesuatu sangat berharga yang orang 
lain tidak tahu. Dalam situasi ini anda 
bisa saja berdusta, apalagi anda 
tidak punya kewajiban untuk berkata 
(jujur/sebenarnya) benar tentang hal 
itu. Dalam konteks itu Anda tidak 
punya kewajiban tertentu, karena 
itu anda bisa saja tidak jujur, dan 
orang tidak tahu tentang hal itu. Tapi 
kemudian batin ini gelisah. Orang 
memang tidak tahu, tetapi apakah 
aku bisa hanya diam saja? Lalu 
kemudian bertanya pada diri tentang 
bagaimana seharusnya yang dapat 
dilakukan, bagaimana aku melakoni 
kehidupanku, bagaimana seharusnya 
aku menjalani hari-hariku, agar aku 
tidak terjebak dan akhirnya menjadi 
korban dari ketidakjujuran diri yang 
menenggelamkan. 

Kejujuran akan memberi 
orang nilai diri. Dikenal sebagai 
seorang jujur, dikenal sebagai 
orang yang memegang prinsip itu 
menyenangkan. Pertama, karena 
anda tidak munafik; Kedua, Anda 
bisa dipegang omongannya, orang 
yang memiliki integritas; Ketiga, anda 
terkenal jujur, tidak memanfaatkan 
situasi apapun untuk keuntungan 
diri. Jujur dalam bereaksi, jujur 
dalam mencermati, jujur dalam 
memberikan pendapat apapun dalam 
kehidupan ini. Karena itu, dalam 
setiap pergumulan kehidupan, itu 
yang harus dilakoni. Setiap pemimpin 
harus memainkan peran itu. Tetapi, 
ketika menjalaninya bukan berarti 
semua akan berjalan mulus. Seperti 
apa yang diceritakan dalam kitab 



Ayub, setan akan terus mengutak- 
atik, menggoda untuk menjadi orang 
yang senang bermunafik ria. Setan 
akan menggoda untuk tidak perlu 
bertanggungjawab atas apa yang 
telah diucapkan. Kalau perlu dirubah 
di tengah jalan: " Ya" menjadi "Tidak" 
dan "Tidak" menjadi "Ya". 

Realita yang ditemui ternyata jauh 
berbeda. Ada lebih banyak pemimpin 
yang justru tidak memiliki kriteria 
sebagai pemimpin bermutu, seperti 
dijelaskan sebelumnya. Terlalu 
mudah menemukan pemimpin yang 
berkata "A", tapi bertindak "B". 
Mudah menemukan pemimpin yang 
sepertinya simpati kepada rakyat 
miskin, tapi sejatinya tak lebih dari 
usaha "menjual" orang miskin demi 
keuntungannya sendiri. Karena itu 
setiap pemimpin harus betul-betul 
sadar diri, dan tahu posisi, supaya 
integritasnya dapat terbangun, lebih- 
lebih lagi jika itu adalah rohaniawan. 
Kalau rohaniawan dan para pendeta 
tidak lagi bisa dipercaya, lalu apa lagi 
yang akan terjadi. Ini mengerikan 
sekali. Saat ini diperlukan pemimpin, 
hamba-hamba Tuhan yang 
berintegritas, yang selalu mau 
menjauhkan diri dari kejahatan 
dengan tidak munafik. Menjauhkan 
diri dari kejahatan dengan menjaga 
perkataannya, "Ya" untuk "Ya", dan 
"Tidak" untuk "tidak", memelihara 
kejujuran, dan jujur dalam setiap 
aspek kehidupan. Semoga anda dan 
saya ada di sana, melakukan hal yang 
sama, diinspirasi oleh kebenaran 
Firman Allah, dan hidup kita menjadi 
hidup yang luar biasa. 

(Disarikan Dari CD Khotbah 
Populer oleh Slawi) 



BGAIBaca Gali Alkitab) Bersama "Santapan Harian' 



Markus 10:35-45 

Ambisi kehambaan 




Ambisi tidak selalu berarti negatif. Ambisi bisa mulia kalau difokuskan 
pada apa yang Tuhan inginkan. Berambisi untuk menjadi yang terbaik 
bagi Tuhan, bagi kerajaan-Nya. Akan tetapi, kalau ambisi adalah demi 
kepentingan diri sendiri, itu menjadi dosa karena akan menghalangi 
rencana Tuhan digenapi. 

Apa saja yang Anda baca? 

1. Apa permintaan Yakobus dan Yohanes yang disampaikan kepada 
Yesus (35-37)? 

2. Apa jawaban Yesus atas permintaan mereka (38-40)? 

3. Apa reaksi para murid lainnya (41)? 

4. Apa pengajaran Yesus kepada para murid mengenai keinginan 
untuk memerintah dan menjadi terkemuka (42-45)? 

Apa pesan yang Anda dapat? 

1. Menurut Anda, mengapa para murid lainnya menjadi marah 
mendengar permintaan Yakobus dan Yohanes? Apa bedanya 
mereka dengan yang lain? 

2. Apa prinsip yang Yesus ajarkan dan teladankan kepada para 
murid serta kepada Anda dan saya? Apa teladan Yesus yang bisa 
Anda pelajari dari ay. 40? 

Apa respons Anda? 

1. Bagaimana sikap Anda terhadap rekan kerja/ pelayanan atau 
orang lain yang menuntut posisi/jabatan tertentu? Mengapa Anda 
bersikap seperti itu? 

2. Bagaimana Anda bisa menerapkan keteladanan Yesus dalam 
pekerjaan/pelayanan Anda? Adakah tindakan konkrit yang akan 
Anda lakukan segera? 

(ditulis oleh Hans Wuysang; Bandingkan hasil renungan Anda 
dengan SH 1 Maret 2012 Ambisi kehambaan) 



PROFIL Yakobus dan Yohanes 
mewakili banyak orang yang 
berjuang merebut kursi 
utama dalam suatu organisasi politik, 
pemerintahan, bahkan gereja. 

Yakobus dan Yohanes 

mengajukan permintaan agar 
diberi tempat "basah" supaya dapat 
menjadi pembesar (36-37). Padahal 
Yesus baru saja berbicara tentang 
penderitaan yang akan Dia alami (33- 
34), tetapi mereka malah mengira 
bahwa Yesus akan membangun 
sebuah pemerintahan baru. Maka 
tanpa buang waktu dan mungkin 
karena tidak mau didahului orang 
lain, mereka segera memesan posisi 
istimewa dalam pemerintahan Yesus 
nantinya. Mereka ingin memborong 
dua kedudukan penting sekaligus: 
menjadi orang kepercayaan nomor 
satu dan nomor dua! 
Permintaan Yakobus dan Yohanes 



memperlihatkan bahwa mereka 
masih belum memahami makna 
kuasa dan kepemimpinan menurut 
Yesus, Guru mereka. Menurut 
pemerintah-pemerintah dunia 

ini, segala cara bisa dihalalkan 
untuk menjalankan pemerintahan, 
misalnya dengan tangan besi. 
Mereka juga dapat melanggengkan 
jabatan dengan menggunakan 
kekerasan. Namun bukan demikian 
pengajaran Yesus. Sebagaimana 
Yesus datang bukan untuk dilayani 
melainkan untuk melayani, begitulah 
seharusnya para pengikut-Nya. 

Pada masa kini, secara umum 
dikatakan bahwa setiap orang yang 
terlibat dalam pekerjaan kerohanian 
disebut melakukan pelayanan. 
Padahal ada kalanya orang terlibat 
dalam karya pelayanan, tetapi untuk 
kepentingan dirinya sendiri dan 
bukan untuk kepentingan orang 



yang dilayani. Mungkin kita akan 
bertanya, "Bagaimana mungkin 
seorang melakukan pelayanan untuk 
orang lain, tetapi ditujukan bagi 
kepentingan sendiri?" Hal itu bisa 
terjadi kalau dia ingin mencari nama 
di lingkungan sosial kerohanian, 
misalnya. 

Maka kebesaran sejati seorang 
pemimpin terletak bukan pada 
seberapa banyak orang yang 
bersedia melayani dia, melainkan 
pada berapa banyak orang yang 
dia layani. Karena dalam kerajaan 
Allah status, uang, dan popularitas 
bukanlah hasil yang dapat diperoleh 
seseorang dari pelayanan 

kepemimpinan. 

(Ditulis oleh TonnyM.Hutabarat, 
diambil dari renungan tanggal 1 
Maret 2012 di Santapan Harian 
edisi Maret-April 2012 terbitan 
Scripture Union Indonesia) 



Baca Gali Alkitab 1-31 Maret 2012 



Markus 10:35-45 
Markus 10:46-52 
Markus 11:1-11 
Mazmur 52 
Markus 11:12-14 
Markus 11:15-19 
Markus 11:20-26 
Markus 11:27-33 



9. Markus 12:1-12 

10. Markus 12:13-17 

11. Mazmur 53 

12. Markus 12:18-27 

13. Markus 12:28-34 

14. Markus 12:35-37 

15. Markus 12:38-40 

16. Markus 12:41-44 



17. Markus 13:1-13 

18. Mazmur 54 

19. Markus 13:14-23 

20. Markus 13:24-32 

21. Markus 13:33-37 

22. Markus 14:1-2 

23. Markus 14:3-9 

24. MarkusH: 10-11 



25. Mazmur 55 

26. Markus 14:12-21 

27. Markus 14:22-25 

28. Markus 14:26-31 

29. Markus 14:32-42 

30. Markus 14:43-52 

31. Markus 14:53-65 



REFORMATA 



Mata Hati 



EDISI 149 Tahun IX 1-31 Maret 2012 



!RE/QRMATa| 



'% 






■ 



Akhir Jaman 
dan Degradasi Moral 



Pdt. Bigman Sirait 



DENGAN tegas rasul Paulus 
mengatakan kepada Timotius 
murid yang dikasihinya, 
tentang ancaman moral diakhir 
jaman. Hari hari terakhir, yang sering 
kita sebut sebagai jaman akhir, atau 
akhir jaman, akan diwarnai dengan 
kesukaran. Masa yang sukar, 
bukan karena sekedar persoalan 
ekonomi, atau bencana alam, 
melainkan bencana moral yang 
total. Persoalan yang mengerikan, 
yang dengan segera menunjukkan 
kualitas keimanan seseorang. Tidak 
heran jika Tuhan Yesus menuntut 
setiap orang percaya agar menjadi 
garam dan terang dunia. Yang 
berarti pasti dan jelas, bahwa orang 
percaya akan sangat berbeda 
dengan orang dunia. Tapi sayang, 
realita kehidupan tak mencatat 
hal itu, bahkan sebaliknya. Tak 
bisa disangkal betapa banyaknya 
skandal moral mewarnai perjalanan 
gereja. 

Paulus menggambarkan penyakit 
moral itu sebagai; cinta diri alias 
individualis. Lalu hamba uang, yang 
sering kita sebut materialistis. Ada 
juga pembrontakdan perusak, yang 
dikenal sebagai anarkis. Tidak mau 
mengasihi, maunya menang sendiri, 
kita katakan itu egois. Garang, tidak 
dapat mengekang diri, ini biasa 
disebut antagonis. Ada juga sifat 
suka menghianat, si oportunis. 
Hidup menuruti hawa nafsu, yang 
terkenal dengan sebutan hedonis. 
Dan tak ketinggalan beribadah 
secara lahiriah namun menghianati 
kesejatiannya, yakni religiositas 
tanpa spritualitas. Ada juga dosa 
seksualitas dengan memanfaatkan 
kelemahan kelemahan yang ada. 
Semua terang didalam 2 Timotius 
3:1-6. 

Namun yang sangat menye- 
dihkan, bukannya mengajarkan 
bahaya aktual akhir jaman 
ini, banyak khotbah justru 
membcirakan isu yang spekulatif. 



Isu antikris yang sporadis, bencana 
yang menakutkan, dan isu lain yang 
bersifat normatif. Yang pasti, dari 
kebanyakan isu yang ada bernuansa 
menakuti dengan kengerian fisik. 
Padahal didepan mata degradasi 
moral terus menerus terjadi. 
Merosot dengan sangat tajam. 
Entah mengapa pendengar 
khotbah akhir jaman juga sangat 
berminat pada isu isu spekulatif. 
Namun bisa diduga, isu spekulatif 
menarik minat, karena bernuansa 
mistis. Dan pendengar dapat 
memposisikan diri melawannya. 
Sementara soal soal moral, jelas 
menusuk, dan tak mengenakkan, 
karena kebanyakan pendengar 
justru terlibat didalamnya. Sungguh 
tak nyaman membicarakannya. 
Begitu pula yang terjadi dengan 
yang membicarakannya. Sangat 
menyedihkan, tapi itulah 

kenyataannya. 

Lihatlah dunia sekitar kita, 
dengan mudah kita menemukan 
penyakit sosial yang kronis. 
Homokseksual yang sejatinya dosa, 
kini mendapatkan "kehormatannya" 
dari dunia modern sebagai pilihan 
hidup. Dan, para homo pun dengan 
ringan berkata, dari pada menikah 
pria dan wanita namun bercerai, 
lebih baik sejenis namun saling 
mencintai. Itu sebab, ketika muncul 
skandal pembunuhan berbasis 
kebencian, dalam percintaan 
antar homo, segera meluncur 
pernyataan bahwa itu bukan cara 
homo. Aborsi juga menjadi legal 
atas nama ekonomi. Dari pada 
tak bisa membesarkan anak, lebih 
baik menggugurkannya. Sebuah 
pikiran pendek yang sangat 
egois, tanpa pernah berpikir 
mengapa melakukannya hingga 
mendapatkan anak. Atas nama 
hak asasi, seseorang berhak 
menggugurkan anak. Pelaku aborsi 
lupa, justru mereka melanggar 
hak asasi anak untuk terlahir 



merdeka. Manusia modern yang 
merasa pintar, ternyata seringkali 
berlaku bodoh. Ya, keberdosaan 
membuat manusia menjadi gelap 
mata, sehingga tak bisa melihat 
kebenaran yang sesungguhnya. 

Perjalanan dunia semakin 
berlumur dosa, tapi yang menjadi 
kesedihan mendalam adalah fakta 
terlibatnya gereja dalam jalan 
gelap dosa. Skandal uang cukup 
banyak melanda gereja. Mulai dari 
gaya hidup para pengkhotbah yang 
sangat berkelas, hingga fasilitas 
yang ekstra berlebih. Kepemilikan 
jet pribadi yang borjuis, malah 
dianggap sebagai simbol berkat. 
Sementara dalam skandal 
homoseksual, ada pendeta terkenal 
yang tergelincir. Pengkhotbah hebat 
yang selalu diwarnai penyembuhan 
Ulahi ternyata, memiliki penyakit 
moral yang tak pernah sembuh. 
Penyakit fisik yang tak pernah 
sembuh dapat kita temukan pada 
diri rasul Paulus. Ada duri yang 
mengikutinya hingga kematian, 
namun sangat jelas rasul Paulus 
tak memiliki penyakit moral. Juga 
Lazarus orang miskin, pengemis 
yang berpenyakitan sekujur 
tubuhnya hingga akhir hayatnya. Dia 
mati dan masuk kesurga. Dia miskin, 
sakit fisiknya, tapi bersyukurlah, 
Lazarus tak sakit moralnya. Betapa 
mengerikannya mereka yang sehat, 
yang mengadakan banyak mujijat, 
namun sakit moralnya. 

Bukankah fakta ini menuntut 
kita untuk membuka mata lebar 
lebar, betapa seriusnya ancaman 
yang menghadang gereja. Rasul 
Paulus telah mengingatkan bahaya 
degradasi moral ini. Umat perlu 
jeli, mengingat ada terlalu banyak 
bungkus yang dipakai untuk 
membungkus dosa moral, dan 
stempel atas nama Tuhan. Semua 
terbalut rapi, bahkan memberi daya 
tarik sendiri. Biarlah umat belajar 
bijaksana, atau tergelincir bersama. 



Dituntut sebuah keterbukaan 
didalam kehidupan kristiani. Yaitu 
keterbukaan untuk saling koreksi, 
menasehati, menegur, seperti 
yang diajarkan Alkitab. Tidak boleh 
ada satupun yang imun terhadap 
teguran. Terlebih lagi pemimpin, 
yang sudah seharusnya berani 
memberi teladan. Ini akan menjadi 
alat kontrol yang memadai untuk 
menolong gereja berjalan pada 
jalan yang benar. Bersama dan 
saling mengawasi, akan membuat 
gereja terjaga. 

Penting bagi gereja agar tak 
terjebak sekedar isu akhir jaman 
yang spekulatif. Mari pelajari yang 
kongkrit, yang Alkitab sudah ingatkan. 
Yang jika dicermati, maka dengan 
segera terlihat betapa dunia sedang 
berjalan menuju titik nadirnya. Ini 
tak terbantah pada fakta yang ada. 
Kini semakin panjang deretan gereja 
yang melegalisasi pernikahan homo, 
bahkan pengerja gerejanya. Begitu 
pula dengan pelecehan seksual dan 
perselingkuhan yang cenderung 
didiamkan, atau bahkan dianggap 
biasa. Semua harus dihadapi dengan 
strategi yang rapi agar iblis tak 
berpesta pora disana. Diperlukan 
kejelian dan kesungguhan 
umat. Mari belajar menyukai 
dan mencintai Alkitab menurut 
Alkitab, bukan sekedar Alkitab 
menurut pengkhotbah. Ini yang 
paling berbahaya. Setiap khotbah 
harus diuji, apakah betul Alkitab 
berbicara seperti itu. Setiap ayat, 
tidak boleh lepas dari perikopnya. 
Dan setiap perikop, tidak bisa lepas 
dari pasalnya. Dan setiap pasal, 
tidak boleh lepas dari kitabnya. Dan 
setiap kitab, harus terikat dengan 
kitab lainnya. Alkitab harus dipahami 
seperti memahami teka teki silang. 
Semua huruf harus benar, sehingga 
menjadi satu kesatuan. Satu huruf 
salah, maka salahlah semuanya. 

Yang sangat penting menjadi 
perhatian umat soal menghadapi dan 



menjalani era jaman akhir ini adalah 
mengawasi diri sendiri. Baik ajaran 
dan perilaku moral. Ajaran harus 
benar, dan perilaku harus terpuji dan 
teruji. Jangan sampai terkontaminasi 
oleh nilai jaman yang bengkok ini. 
Jaman yang suka menyelewengkan 
kebenaran, dan rajin membangun 
pembenaran diri. Semua ukuran 
moral harus jelas dan tegas. Tidak 
boleh dibuka celah untuk kompromi 
dan mengurangi kebenaran. Itu 
adalah kejahatan. Dengan sangat 
mudah kita melihat degradasi moral 
yang terjadi disekitar kita. Yang 
menjadi pertanyaan; Apakah kita 
telah terkontaminasi? Atau, apakah 
gereja dimana kita ada berkompromi 
soal nilai nilai moral. Ini perlu disikapi 
dengan tegas. 

Peringatan rasul Paulus tentang 
degradasi moral tak terbantah. 
Jangan bersembunyi dibalik isu lain, 
hanya karena hidup tidak bermoral 
baik. Isu jangan dialihkan, tetapi 
moral yang harus diperbaiki. Kita 
tak mungkin bisa membohongi 
surga. Tapi kita bisa ditolong 
surga untuk hidup sebagaimana 
mestinya. Ini moralku, katakan 
moralmu, dan, bersama kita saling 
mengawasi. Bukankah itu indah. 
Jadilah umat yang bersekutu 
bukan individualis. Belajarlah cukup 
seperti yang diajarkan dalam Doa 
Bapa kami, bukan materialistis. 
Hidup dalam damai, bukan 
anarkis. Saling memperhatikan dan 
saling menghargai, jangan egois. 
Berlaku lembut, bukan antagonis. 
Bisa dipercaya, bukan oportunis. 
Kendalikan hawa nafsu, jangan 
hedonis. Dan jika beribadah, 
beribadalah dengan segenap hati 
untuk menyenangkan Tuhan, jangan 
religiositas, hanya untuk mencari 
kesenangan diri. 

Selamat memenangkan per- 
tempuran moral yang sesungguhnya, 
diakhir jaman yang memberikan 
tawaran yang menghancurkan. 



PELAYANAN RADIO 



BERSAMA PDT. BIGMAN SIRAIT PELAYANAN TELEVISI 



1. Pelita Batak 90.7 FM, Dolok Sanggul (Sumut) 

(Senin s/d Sabtu Pkl.10.30 WIB, Minggu Pkl.13.00 WIB) 

2. BUDAYA SIMALUNGUN 102 FM, P.Siantar ( Sumut ) 
(Selasa & Kamis Pkl. 16.00 wib) 

3. SUARA KIDUNG KEBENARAN 87.8 FM, Pem.Siantar (Sumut) 
(Selasa & Jumat Pkl. 19.30 wib, Minggu Pkl. 13.00 wib) 

4. SWARA BERKAT 103.2 FM, Sidikalang. (Sumut) 
(Sabtu Pkl.05.00 -5.30wib) 

5. MERCY YAAHOWU MANDIRI FM, Gunung Sitoli (Sumut) 
(Sabtu, Pkl. 21.00 WIB) 

6. Radio Gresia 101.5 Mhz, Sibolga - (Sumut) 
(Sabtu Pkl. 19.00 -1930 Wib) 

7. PRESTASI 88.6 FM, Jakarta 

(Kamis , Pkl. 22.00 wib) 
(Sabtu, Pkl. 21.00 wib) 

8. PEUTA KASIH 96.30 FM, Jakarta 
Senin (Perspektif Kristiani) Pkl. 20.00 wib 
Jumat (renungan pagi) Pkl. 05.00wib 

9. TONA 702 AM, Jakarta 

(Minggu, Pkl. 07.00 WIB & Pkl. 19.00 WIB 

10. M.G.Radio.org, Jakarta / Depok 
(Selasa Pkl. 09.00 WIB, Kamis Pkl. 18.30 WIB) 

11. NAFIRI 96.2 FM, Tasikmalaya 
(Senin, Pkl. 15.00 wib) 

12. SUARA SION PERDANA 1314 AM^ebres (Jateng) 
(Sabtu Pkl. 10.00 wib) 

13. KERUXON 107.6 FM, Semarang (Jateng) 
(Senin,Rabu,Jumat Pkl.13.00 WIB) 

14. R.HOSANA IMANUEL 107.5FM. PATI (Jateng) 
(sabtu-minggu Pkl. 13.00wib) 

15. SOLAGRAOA 97.4 FM, Malang (Jatim) 
(Selasa Pkl. 06.00 WIB, Jum'at Pkl. 22.00 WIB) 

16. SYALOM FM 107.2 MHz , Kediri (Jatim) 
(Rabu Pkl. 09.00 - 09.30 WIB) 

17. SUARA PENGHARAPAN 90.30 FM, Waingapu - Sumba (MIT) 
(Senin s/d Minggu Pkl.20.00 wita) 

18. MERCY 90.4 FM SOE, Soe - MIT 

(Senin s/d Minggu Pkl 05.00, 12.00, 22.00 WITA 

19. KISSORA FM 105.1 MHz, Kupang 
(Minggu Pkl. 09.00 wita) 

20. RADIO SAHABAT 102.7 MHz , kupang 
(Senin s/d Minggu Pkl 05.00 - 05.30 WITA 

21. ONE WAY 95.20 FM, Samarinda (Kaltim) 
(Minggu Pkl. 22.00 wib) 



22. BAHTERA HAYAT 91.4 FM, Kuala Kapuas (Kalteng) 

(Senin, Pkl. 19.00 wib 

23. SARTIKA FM Kuala Kurun (Kalteng) 
(Minggu, Pkl 08.00 wib) 

24. R.RKSERUYAN FM 91.5 MHz, Kuala Pembuang - (Kalteng) 
(Senin-Minggu Pkl. 08.00 wita) 

25. SUARA GITA CITRA FM 90.2 MHz, Manado (Sulut) 
(Senin s/d Sabtu Pkl 08.05 WITA ) 

26. ROM2 102.FM, Manado (Sulut) 
(Minggu Pkl. 07.00 WITA) 

27. CWS 89.40 FM, Manado (Sulut) 
(Minggu Pkl. 10.00 wit, Senin Pkl. 12.00 wit) 

28. Rd. Anugerah 107.2 FM, Minahasa (Sulut) 
senin - minggu Pagi pkl 06.00-07.00 Wita 

Malam Pkl 21.00 - 22.00 Wita 

29. SUARA NAFIRI 92.2 FM, Bitung 
(Senin, Pkl. 21.00 wita) 

30. Radio Voice of ove92.6Mhz , Manado (Sumut) 
Senin dan Sabtu Pkl05. 10-05.45 Wit 

31. SYALLOM FM 90.2 MHz, Tobelo -(Sulut) 
(Minggu, Pkl. 14.30 wita) 

32. KASIH PROSKUNEO 105.8 FM, Palu (Sulteng) 
(Selasa Pkl. 15.00 WTTA) 

33. LANGGADOPI 101.2 FM, Tantena. (Sulteng) 
(Minggu Pkl. 17.00 WTTA) 

34. CHARnAS 103.3 FM, Tolitoli (Sulteng) 
(Senin s/d Sabtu Pkl. 18.00 WTTA) 

35. CRISTY 828 AM, Makasar (Sulsel) 
(Senin Pkl. 22.30 WTTA) 

36. SANGKAKALA 96.8 FM, Ambon ( Maluku) 
(Sen,Rab,Kam,Jum Pkl. 05.30 wit) 

37. TTTASOMI 96 FM, Ambon ( Maluku) 
(Minggu, Pkl. 18.30 wita) 

38. SWARA NUSA BAHAGIA FM 1170 KHz, Jayapura (Papua) 
(Kamis Pkl. 10.00 wit) 

39. MATOA 102.6 FM, Manokwari 
(Minggu , Pkl. 06.00 wit) 




PAMA 



Seluruh Hasil keuntungan 

penjualan buku & kaset 

dipakai untuk biaya pelayanan 

PAMA &MIKA 

Bagi Anda yang merasa diberkati 
dan ingin mendukung pelayanan 

PAMA 

(Yayasan Pelayanan MediaAntiokhia), 

dapat mengirimkan dukungan 

langsung ke: 

Account: a.n. 

Yayasan. Pelayanan Media 

AntiokhiaBCA kcp Sunter No: 

4193024800 



2. PROGRAM BUKU 

(Buku 1} Teropong Kehidupan 

{Buku 2) Gerejamu , Gerejaku , Gereja Kita 



3. PROGRAM KASET 

Tersedia 50 Vol Kaset Khotbah 



Indovision: LIVE Ch 70 

Minggu Pkl. 17.30 WIB 

Senin Pkl. 00.30 WIB 

Rabu Pk.11.00 & 23.00 WIB 

Kabelvision: Family Channel 
Minggu Pkl : 08.00 Wib 
Pkl. 16.00 Wib; PklOO.OO 



.www.reformata.co. 



£*££ 



Telp. 



e-mail : pama_yayasan@yahoo.com Website: www.yapama.com 



Download & — 



Berlangganan 
podcast OiTunes 



I http://itunes.apple.com/jd/podcast/tabloid-reformata-online/id465271 652 I 



Khotbah Populer 
Pdt. Bigman Sirait % 



REFORMATA 



Iire/ormataI 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 



I i kaya t 





Biropatologi 



Hotman J. Lumban Gaol 



BIROKRASI kata yang sensitif, 
bopeng jika diperbincangkan. 
Ia lahir dari rahim demokrasi, 
tetapi membiak menjadi sistim 
yang mempersulit. Ia hanya 
sistim, tidak menjadi apa-apa jika 
tidak digerakkan. Dalam akses 
pelayanan publik misalnya, para 
birokrat, penggerak birokrasi, 
sering kali tidak terlihat secara 
kasat mata, tetapi terasa, terlihat 
jelas ketika bersentuhan dengan 
masyarakat. 

Tak usah jauh-jauh, misalnya, 
pembuatan kartu tanda penduduk 
elektronik atau e-KTP itu. Ia selalu 
timpang. Tatkala ada orang yang 
berpakaian dinas PNS, katakanlah 
pejabat, birokrasi dilanggar, 
menerobos antrean warga yang 
sudah berlama-lama antre. Tetapi, 
masyarakat biasa, dipersulit, 
diperlakukan dengan birokratis 
yang berbelit-belit. Itu sebabnya 
ada pameo "kalau boleh dipersulit 
mengapa dipermudah." Itu untuk 
rakyat, bukan untuk kekuasaan. 

Semua tahu bahwa birokrat 
(pejabat) yang menjalankan 
birokrasi itu mendapat gaji dari 
pajak rakyat, ia elemen perwujudan 
dari sistim manajeman publik, 
melayani masyarakat. Tetapi 
nyatanya tidak demikian. Birokrasi 
menjadi sebuah kesemrawutan, 
kacau balau, dari manajemen yang 
berbelit-belit. Tentu, memangkas 
birokrasi akan banyak manfaat 
dan tentu efisien. Jika dilihat 
dari etimologi, birokrasi berasal 



dari kata bureau dan kratia , 
bahasa Yunani. Bureau artinya 
meja atau kantor. Kratia artinya 
pemerintahan. Birokrasi berarti 
pelayanan yang diberikan oleh 
pemerintah dari meja ke meja. 

Di Inggris, sebutan itu disebut 
bureaucracy, "bureau" ditambah 
"cracy," diartikan sebagai suatu 
organisasi yang memiliki rantai 
komando dengan bentuk 
piramida, lebih banyak orang 
berada di tingkat bawah 
daripada tingkat atas. 
Sistim seperti ini, 
umumnya ditemui di 
instansi yang sifatnya 
administratif, maupun 
militer. 

Sosiolog Jerman, 
Max Weber melihat, 
gagasan birokrasi 

dari polemik yang 
muncul, ini tidak berarti 
bahwa konsep birokrasi 
terhindar dari posisinya 
di dalam kontroversi 
politik. Weber sendiri 
menyerang birokrasi Jerman. 
Hanya saja, pada saat yang sama, 
dia berusaha mempertahankan 
pemisahan yang tegas "antara 
polemik dan analisis politik yang 
dapat ditarik." 

Sementara itu, Martin Albrow 
menyebut, kesenjangan antara 
perlakuan secara polemik dan 
akademik terhadap birokrasi, tetap 
saja meluas. "Kutukan-kutukan 
terhadap masalah birokrasi 
dan interes- interes akademik 
dalam topik ini menyerap energi 
kelompok-kelopok manusia yang 
berbeda. Terus berjalan sendiri 
sebagai bidang yang terpisah di 
dalam kegiatan-kegiatan personal" 
(Martin Albrow, 1989). 

Tambah Albrow, posisi serta 
tanggung-jawab kerjanya 

dideskripsikan dengan jelas 



dalam organisasi. Organisasi 
memiliki aturan, dan prosedur 
ketat sehingga cenderung kurang 
fleksibel, efisien. Ciri lainnya 
adalah; biasanya terdapat banyak 
formulir yang harus dilengkapi: 
dari meja yang satu pindah ke meja 
berikutnya. Lalu di setiap meja ada 
pertanyaan "mau 
cepat, 




atau sesuai 
prosedur?" 
Tak heran, birokrasi menjadi 
alat kekuasaan, di mana para 
pejabatnya secara bersama- 
sama berkepentingan dalam 
kontinuitasnya. 

Lagi-lagi Weber melihat, birokrasi 
adalah jabatan administratif yang 
terorganisasi, tersusun secara 
hirarkis. Jabatan ditentukan, 
tidak dipilih, berdasarkan pada 
kualifikasi teknik yang ditunjukkan 
dengan ijazah atau melalui ujian. 
Para pejabat sebagai subjek 
mengontrol dan mendisiplinkan. 
"Secara teoritis birokrasi adalah 
alat kekuasaan untuk menjalankan 
keputusan-keputusan politik, 

namun dalam prakteknya birokrasi 
juga telah menjadi kekuatan 



politik yang potensial yang dapat 
merobohkan kekuasaan." 

Anak melibas induknya, itulah 
birokrasi yang sudah menjadi 
alat politik untuk mengatur dan 
mewujudkan agenda-agenda 

politik. Padahal, seharusnya 
bekerja melayani dan berpihak 
kepada rakyat, 
berkembang 
— menjadi 
melayani 
penguasa, 
dengan 
keberpihakan pada politik 
dan kekuasaan. 

Selama ini masyarakat 
berpandangan, bahwa birokrasi, 
administrasi negara, sama 
dengan pemerintah. Padahal, 
keduanya berbeda dan tidak 
dapat disamakan. Birokrasi 
merupakan alat negara 
yang perlu memiliki aturan 
main sendiri dan didukung 
dengan perundang- 

undangan tersendiri. Oleh 
karena itu, korelasi antara 
birokrasi dan eksekutif harus 
diatur sedemikian rupa sehingga 
birokrasi menjadi sungguh- 
sungguh bekerja sebagai abdi 
negara dan bukan sebagai abdi 
kekuasaan. 

Jujur saja, wajah birokrasi kita 
benar-benar bopeng, terlihat 
dari akses pelayanan publik-nya. 
Birokrat minta dilayani, bukan 
untuk melayani. Yang miskin 
tetap miskin dan diterlantarkan, 
yang kaya menjadi kaya, 
dilayani. 

Jadi, bagaimana menggam- 
barkan birokrasi kita? 
EkoPrasojo, dosen Fakultas 
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 
Universitas Indonesia itu 
menyebut; birokrasi Indonesia 
sebagai sesuatu yang berat, 
lambat, tidak kreatif, dan tidak 



sensitif terhadap publik. Ini yang 
menjadi penyebab krisis yang 
luas di Indonesia. 

Di negeri ini, yang terjadi adalah 
"biropatologi" (bureaupathology) 
atau penyakit birokrasi. Birokrasi 
menghambat semangat usaha 
rakyat. Dampaknya orang malas 
berusaha karena seringkah 
menghambat para wirausaha. 
Biropatologi itu juga termasuk 
soal etos dari birokrat kita 
yang "jauh panggang dari api." 
Sebagaimana Mr. Ethos, Jansen 
Sinamo, Direktur Institut Darma 
Mahardika itu katakan, budaya 
korupsi, gemar main terabas, 
serta menggampangkan segala 
perkara, yang menghasilkan 
perpolitikan busuk, "birokrasi 
bobrok," dan serba mafia dalam 
tubuh bangsa kita. 

Itu sebabnya, paket 

birokrasi semacam ini, upaya 
percepatan pembangunan di 
wilayah tertinggal, termasuk 
Papua dan Papua Barat itu 
dirasa menjadi basa-basi saja. 
Maka tak heran, akumulasi 
kekecewaan, kemarahan, 

dan ketidakpercayaan rakyat 
terhadap birokrasi, politisi dan 
militer di republik ini terjadi. 
Sudah seharusnya birokrat, 
orang-orang yang menjalankan 
birokrasi itu mengabdi untuk 
negara, menolong yang miskin, 
bukan kepada kekuasaan. 

Barangkali negeri ini perlu 
belajar, kepada Amerika Latin 
bagaimana memperhatikan 

kaum miskin negerinya. 
Sebagaimana Presiden Brasil, 
Lula da Silva, yang mengadakan 
aksi nyata membantu keluarga 
miskin di negaranya dengan 
program "Bolsa Familia," di mana 
keluarga-keluarga miskin di sana 
dibantu, tanpa melalui birokrasi 
yang berbelit-belit. 



Stanley Hauerwas 

Narasi Kristus Sebagai 
Karakteristik Kristen 



Jejak 



GEREJA harus melek 
politik dan terlibat 
langsung dalam berpolitik. 
Setidaknya itulah pemikiran 
Reinhold Niebuhr yang 

menganjurkan gereja untuk 
terjun ke dunia politik. Berbeda 
dengan itu, seorang teolog lain 
asal Dallas, Texas, Amerika 
Serikat, Stanley Hauerwas 
justru mengetengahkan agar 
gereja lebih menunjukkan 
karakteristiknya. Gereja harus 
menjadi dirinya sendiri dengan 
menunjukkan karakter dan 
soliditas kebenaran Kristen 
yang dapat membuat perbedaan 
dalam dunia. Itulah alasannya 
mengapa dia tidak setuju dengan 
Niebuhr. Stanley menegaskan 
agar Gereja yang tidak perlu 
tercampur dengan dunia dan 
kekuasaannya. Karena itu, 
Teolog Metodis kelahiran 24 Juli 
1940 di Dallas, Texas, Amerika 
Serikat yang lebih menggunakan 
pendekatan pasca-liberal dalam 



setiap pemikiran-pemikirannya 
itu mengatakan, kekristenan 
perlu menguatkan atau semakin 
memadatkan karakternya 

sebagai gereja atau kekristenan 
di tengah dunia. 

Menurut Stanley, tugas sosial 
gereja adalah menjadi gereja 
yang memiliki karakter kuat dan 
padat agar dapat konsisten dan 
bertahan. Lebih lanjut, Profesor 
Etika dan Teologi di Duke Divinity 
School ini mengatakan, bahwa 
yang dapat menguatkan karakter 
kekristenan adalah narasi, 
yakni narasi yang membentuk 
komunitas sehinga memiliki 
karakter yang kuat. Karakter 
kuat yang dimaksud oleh Stanley 
adalah karakter gereja mula- 
mula, tidak terjun, berbaur 
dan bercampur dengan dunia, 
melainkan mejadi dirinya sendiri 
sehingga dapat menjadi terang 
bagi sekelilingnya. Idealisme 
ini sebenarnya bukanlah sesuatu 
yang baru. Sebab, setiap 



orang, komunitas atau lembaga 
memiliki narasinya sendiri yang 
dapat menunjukkan karakteristik. 
Anak seorang tukang batu yang 
dibesarkan di Pleasant Grove, 
Texas, dalam sebuah keluarga 
kelas pekerja ini menyebut narasi 
dalam tiap komunitas yang dia 
maksud ini dengan "x". Setiap 
komunitas pasti memiliki "x" 
yang dapat membangun karakter 
komunitasnya. Misalnya, dalam 
komunitas Lutheran, "x" itu 
adalah Injil, sementara dalam 
Katolik, "x" tersebut adalah 
rahmat atau anugerah. 

Stanley lebih tertarik 

menggunakan istilah narasi 
sebagai penunjuk "x" ini. 
Narasi yang membangun 
karakter komunitas Kristen 
yang dikemukakannya di sini 
lebih merujuk pada narasi 
Kristus. Sepanjang kehidupan 
kekristenan, narasi-narasi 

terus diceritakan secara turun- 
temurun di dalam gereja, yang 



menjadi tempat 
untuk menempa 
jiwa-jiwa manusia 
sesuai dengan 
narasi-narasi 
yang membentuk 
karakter 
komunitas itu 
menjadi kuat 
dan padat di 
tengah dunia. Oleh karena itu, 
gereja tidak perlu mengurusi 
urusan dunia dan politik serta 
berbicara soal moral sosial. 
Biarlah gereja menjadi dirinya 
sendiri dan menguatkan 
karakternya sehingga menjadi 
terang bagi dunia. Melalui 
gereja, Allah mentransformasi 
kehidupan pribadi manusia, 
bukan sistem politik atau sosial. 
Di sini terlihat bahwa Stanley 
mengusung komunitarianisme 
dan menganjurkan gereja untuk 
menjadi komunitas karakter yang 
menjadi teladan bagi dunia. 
Berbagai pandangan dan 




pemikiran 

Stanley kerap dipengaruhi oleh 
Pengalaman yang membentuk 
kehidupannya, ia bahkan sering 
membandingkan antara keahlian 
dan kerja keras yang dibutuhkan 
dalam pemasangan batu bata 
dengan pendekatan pada karya 
teologisnya dan tantangan untuk 
hidup sebagai orang Kristen 
secara penuh. Pemikiran teologi 
Hauerwas juga dipengaruhi 
oleh pemikir-pemikir besar 
seperti Thomas Aquinas, S0ren 
Kierkegaard, Kari Barth, Ludwig 
Wittgenstein, John Howard 
Yoder, dan Alasdair Maclntyre. 

REFORMATA 




Jl Berita Luar Negeri 



EDISI 149 Tahun IX 1 - 31 Maret 2012 



liR^ORMAT^I 



Jatuh Saat Terima Roh, 
Jemaat Tuntut Gereja 

i 




GARA-gara tak ditang- 
kap ketika jatuh saat 
ritual "Pencurahan 
Roh Kudus", seorang jemaat 
simpatisan menuntut ge- 
reja lantaran dianggap tak 
bertanggung jawab. Pasal- 
nya, Cheryl Jones, wanita 
yang jatuh itu sempat 
pingsan dan harus mendapat 
pelayanan medis. 

Cheryl Jones, simpatisan 
yang baru pertama kali 
datang ke sebuah per- 
sekutuan gereja di di 
timur St. Louis, Illinois, itu 
tidak diperingatkan ter- 
lebih dahulu oleh gereja. 
Diwakili oleh pengacaranya, 
Brian Millikan kepada 
ABCNews.com mengatakan, 
penyesalannya atas sikap 



gereja. "Mereka seharusnya 
memperingatkan Cheryl dan 
orang-orang seperti dirinya 
tentang bahaya apa yang 
akan terjadi jika tidak ada 
pelayan, atau jemaat yang 
menolong orang-orang 

ketika mereka jatuh/'. 

Cheryl menuntut gere- 
ja karena dinilai lalai 
melindunginya. Dalam kelu- 
hannya Cheryl menyatakan, 
bahwa gereja biasanya 
memiliki dua penerima 
tamu (pengerja) yang 
akan berdiri di setiap sisi 
anggota untuk mencegah 
orang yang "menerima roh" 
terjatuh, namun pada saat 
insiden itu terjadi, tidak ada 
orang yang menolong, dan 
menjagai dia. Slawi/ Abc 




Doakan dan Hadirilah Kebaktian Seri GEREJA REFORMASI INDONESIA 

T R ^1 JA H LIB 



T^v 



' V ,tJ* 






Minggu, 26 Februari, 
4, 1 1, 18, 25 Maret & 1 April 2012 

Pk. 10.00 WIB Pk. 17.00 WIB 

Twin Plaza - Ruang Visual Pacific Place (SCBD) 

Office Tower Lt. 2 Ruang Mediterania Lt. P1 

Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 

Slipi - Jakarta Barat Jakarta Selatan 






Wm- 






*•* M 



fi 



dt. Bigman Sirait 



Puncak 
Jumat Agung dan Perjamuan Kudus 

Jumat, 6 April 201 2 

Pk. 10.00 WIB 

Twin Plaza - Ballroom 

Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94 

Slipi -Jakarta Barat 



INFO: (021)3100023, 3924229 



/i ****** 



REFORMATA 



|ire/ormata| 



EDISI 149Tahun IX 1-31 Maret2012 




mara 



Untuk pemasangan iklan, 
silakan hubungi Bagian Iklan : 

Jl. Salemba Raya No 24, Jakarta Pusat 
Tip. (021) 3924229, Fax:(021) 3148543 
HP:081 1991 086, 70053700 



Torip iklan boris : Rp. 6. 000, -/baris 

( 1 baris =30 karakter, min 3 baris ) 

Tari p iklan 1 Kolom : Rp. 3.000,- /mm 

( Minimal 30 mm) 
Tari p iklan umum BW : Rp. 3.500,-/mmk 
Tarip iklan umum FC : Rp. 4.000, -/mmk 



ALKITAB ELEKTRONIK 



Jasa instali alkitab/bible semua bhs & 
versi Ingkp di hp,bb & laptop. hub 
MaranathaGadget, MTA P2/09-10 
Sms: 021-93216178 



BUKU 



Buku Mata Hati Pdt. Bigman Sirait, 
DVD Khotbah, telp 021- 3924229 



CD KHOTBAH 



Dptkan segera CD dan DVD Khotbah 
Pdt. Bigman Sirait, dgn Jdl antara 
lain, CD: Mnemukan doa yg benar, 
mengerti kehendak allah,dll dan DVD: 
Makna kenaikan Tuhan Yesus, memu- 
liakan diri atau Tuhan, dll,utk info dan 
pemesanan telp 021- 3924229 



ID CARD 



Delima card, card centre special id 
card member card, discount card. 
dll jl.Kran raya,gg garuda no.29 
Jakpus.Hp.085692945264 



BUKU 



Gratis bk "Benarkah Nabi Isa Dis- 
alib?" Surati ke PO BOX 6892 Jkt- 
13068, www.the-good-way.com, 
www.answering-islam.org, www. 
yabina.org, www.sabda.org, www. 
baritotimur.org, E-mail: apostolic. 
indonesia@gmail.com 



EKSPEDISI 



PT. Omega Cargo, Jurusan JKT-BDG 
PP one day service, special SING- 
JKT (laut/udara), JKT-SING (Udara), 
Hub: 021-6294452/72, 6294331 
atau 081386337871 



PERSEKUTUAN 



Kelas Pemuridan Tiranus. Akan 
diadakan setiap hari Sabtu jam 09.00- 
12.00 di Ruko Golden Boulevard Bumi 
Serpong Damai, blok P no.6. Mulai tgl. 
10 Maret 2012. Info lebih lanjut : Shirly 
0818 07 178 178 Ling Ling 0819 080 
24011. email : myfelder@gmail.com. 



LOWONGAN 



Bth bnyk l.telemarketing/call center 
parabola Yes tv Telkom vision Smu 
sedrajat komisi/bonus menarik. 2. 
Teknisi pasang parabola Yes tv telkom 
vision di training, mtr sendiri, sim c, 
tmpt tinggal ttp, Smu sedrajat, gaji + 
jasa pmasangan sngt menarik. Hub: 
021-6294452/72, 71311737. 



LES PRIVAT 



Mau pintar Matematika/fisika/kimia? 
cuma 150rb/bln, SMU/SMP/SD, bim- 
bel X MSC" jl. Batutopas no.57, pulo- 
mas, telp: 021.36649212/23673169 



HOLYLAND TOUR 



Israel-Mesir-Yordania brangkat stp 
bulan hub: golden arta holyland tour 
087887601971-081905661971, me- 
layani group, gereja,dll. 



KONSULTASI 



Anda punya masalah dngan pajak 
pribadi, pajak perusahaan (SPT masa 
PPN,PPh,Badan) Hub Simon: 021- 
99.111.435 atau 0815.1881.791. 



MAKANAN SEHAT 



Berkualitas, u/ lunch box, cathering 
kantor, seminar, ultah & pernikahan 
Hub: De March Cathering 021- 
68551227, 081318002669, FB: 
demarch Cathering 



PARABOLA 



( Omega Vision jual parabola isi ulang 
hny l,2jt , bisaa kredit/dicicil s/d 6bln 
Dapat paket combo all channel senilai 
300rb selama lthn (12bln) + 3thn tv 
nasional dan jual parabola isi ulang 
6 feet hny 2jt, free paket Combo 
senilai Rp.300rb selama 3bln + 3thn 
tv nasional + tv rohani + tv cina,ph 
ilipine,arab,india,bangkok,jpn,dll & 
terima pendaftaran berlangganan 
parabola Yes Tv Telkom Vision ) 
HUB: (021) 71311737,6294452/72, 
6294331,36813087/97 



Dapatkan Segera 

Buku-buku Karya 

Pdt. Bigman Sirait 




Informasi: 
Telp: 021.3924229 



HERBALIFE NUTRISI 



TURUN - NAIK BERAT BADAN 5-30kg 

1 G 




12 BULAN 
TURUN 32 KG j 





3 BULAN 
TURUN 28 KG 



Slierly : 0811 84 35 35 Anwar : (021) 704 888 32 



Kami melayani jual-beli, 

tukar tambah, service, rental 

alat-alat musik 

& sound system berbagai 
merek dengan harga spesial 



Jl. Bungur Besar 17 No. 25 

Jakarta Pusat 

Jkt 10610, Telp. 021-4203829, 

7075.1610 
HP. 0816.852622, 0816.1164468 



Dengarkan RAS Radio' Refor mata Audio Streaming " /Q 

Ketik url di Browser Blackberry Anda- r rv 

http://38.96.175.20:5688 

http://reformata.com:8000 L 



r. 



IRE/0RMATA 

^ menyuarakan kebenaran dan keadilan 



Terus Maju Memimpin 

Kini REFORMATA hadir setiap hari 

dengan BERITA terkini, WWW.reformata.CO m 

m.reformata.com 







http://www.youtube.com/reformatachannel 

Free Download Lebih dari 500 khotbah, Moment Inspirasi, bersama Pdt. Bigman Sirait 



REFORMATA 



RE/ORMATA 

^r menyuarakan kebenaran dan keadilan 




med/Beauty 

Original Concept CRT 
(Cell Renewal Theraphy) 



med/Beauty Series, rangkaian 
perawatan kulit yang merupakan 
pionir konsep terapi pembaha- 
ruan sel yang telah terbukti sejak 
tahun 1997. 

med/Beauty Series tuntaskan 
problem kulit dengan PASTI. 

• Vlekakibat kontrasepsi 

• Warna kulit tidak merata/ 
belang karena sinar matahari 

• Wajah kering dan kusam, bekas 
jerawat/scars,dll. 




HADIR O 

KEMASAN 

EXCLUSIVE 



i 




PR1ME & FIRST NEW WORLD 



Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Cabang Prime & First : 

jakarta 021-3500135/6 medan 061-7322662 bandung 022-2. 

Email : pfmail@pfnewworld.com www.pfnewworld.com 



h 



J ' J ' J 

• Airtight tube 

• Praktis dan simple 

• Mudah dibawa 

• Tidak Mudah Pecah 

• Ringan 

• Teknologi terbarukan 
dari Perancis 




Terlengkap untuk : Buku, Audio-Video, G i f t Rohani, Perlengkapan Gereja 

dan Sekolah Minggu 




i 



JL Proklamasi No. 76, Jakarta Pusat 

Tel. (021) 3900 790 



l;««\ | Jakarta Utaro 

Wisma Gading Permai Menara C No. 30, Bulevar-Kelapa Gading 

(021) 4584 1779 

lakarta Barat _ 

Tanjung Duren Raya No. 95, Tanjung Duren 

(021) 563 0463 

Jakarta Selatan 

" Jl. Sultan Iskandar Muda No. 88 D, Arteri Pondok Indah 

(021)720 7171 

Bandunt 

Jend. A. Yar 

(022) 720 7288 







Surabaya —. 

Jl. Pregolan No. 27 
(031) 534 5850 

L Ba tu-Malang 

Jl. Diponegoro No. 127 

(0341) 595 745 

Jl. Sam Ratulangi No. 101 

(0431) 861 540 



Follow 




Shop On-LLne : uuuuuu.LmmanueLbookstore.com